alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Usut dan Tangkap Pelaku Teror Aktivis Walhi !

MATARAM-Aliansi advokasi pejuang lingkungan hidup menggedor kantor DPRD dan Gubernur NTB, kemarin (6/2). Mereka mendesak kasus teror pembakaran rumah Eksekutif Daerah (ED) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) NTB Murdani diusut tuntas dan pelaku ditangkap.

Massa memulai aksinya dengan berunjuk rasa di kantor DPRD NTB. Para aktivis, mahasiswa, petani dan masyarakat pencinta lingkungan berorasi di depan gedung dewan. Bahkan mereka masuk hingga depan pintu kantor dewan. Massa juga membawa spanduk dan poster berisi tuntutan mereka kepada Gubernur NTB H Zulkieflimansyah.

Supiandi, salah seorang orator dalam aksinya mengecam aksi teror terhadap aktivis lingkungan ED Walhi NTB Murdani. Ia menegaskan, para aktivis lingkungan tidak akan pernah takut dengan teror-teror. Warga sadar menjaga lingkungan adalah keharusan demi anak cucu.

“Kami hidup dengan bercocok tanam, dari alam kami bisa hidup, maka alam tidak boleh dirusak,” tegasnya saat orasi.

Di dewan, perwakilan massa aksi kemudian ditemui Anggota Komisi V DPRD NTB H M Nasihuddin Badri dan Sekretaris DPRD NTB Mahdi. Apa yang menjadi aspirasi warga akan segera ditindaklanjuti. Hanya saja, Nasihuddin Badri menyarankan agar mereka juga melaporkan masalah ke Pemkab Lombok Tengah, dan Dinas Pertambangan. Dengan begitu kasus tersebut bisa segera ditangani. “Kami akan berkoordinasi dan coba mendalami kasus ini,” katanya.

Dwi Sudarsono, salah seorang aktivis mengatakan, pembakaran rumah ED Walhi NTB merupakan teror terhadap gerakan penyelamatan lingkungan hidup. Pembakaran rumah itu diduga kuat terkait aktivitasnya dalam melakukan advokasi tambang galian C yang merusak lingkungan di Desa Bilebante, Lombok Tengah.

Pembakaran rumah tersebut menimbulkan kerugian materi tidak kurang dari Rp 300 juta. Pembakaran rumah tersebut juga mengancam jiwa anggota keluarga Murdani, termasuk anaknya yang baru berusia 4 tahun. “Kasus pembakaran rumah ED Walhi NTB merupakan preseden buruk bagi setiap orang yang berperan melindungi lingkungan hidup,” tegasnya.

Berdasarkan alasan-alasan itu, Irfan selaku koordinator umum aksi menyatakan sikap, negara harus memberikan perlindungan hukum bagi penyelamat lingkungan hidup, serta para activis HAM dan demokrasi lainnya. Menuntut aparat hukum transparan dalam mengusut pelaku pembakaran rumah ED Walhi NTB hingga proses pengadilan.

“Kami minta aparat hukum memberikan perlindungan hukum terhadap keluarga Murdani,” katanya.

Di kantor Gubernur NTB, massa aksi diterima Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom. Pemerintah menerima aspirasi massa aksi dan akan segera menindaklanjuti. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks