alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Cegah Korona, Ombudsman NTB Minta Pemda Perkuat Pengawasan Pintu Masuk

MATARAM-Mengantisipasi penyebaran virus korona, Ombudsman NTB meminta seluruh pemda memperketat pengawasan pintu masuk menuju NTB. ”Serta perkuat pelaksanaan physical distancing,” kata Kepala Ombudsman NTB Adhar Hakim, Selasa (7/4).

Menurutnya, memperketat pintu masuk NTB dan physical distancing merupakan cara terbaik mencegah penyebaran virus. ”Di sejumlah titik masih terlihat ketidakpatuhan para pihak melaksanakan imbauan itu,” katanya.

Ketidakpatuhan masyarakat dibarengi ketidaktegasan aparat membatasi kontak langsung di antara masyarakat. ”Jika hal tersebut terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan masyarakat yang terjangkit virus terus bertambah,” katanya.

Hingga kemarin, jumlah pasien positif korona terus bertambah menjadi 10 orang. ”Bahkan satu di antaranya meninggal dunia,” katanya.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 93 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) 2.992 orang. ”Ini menunjukkan angkanya terus bergerak,” kata Adhar.

Apabila aktivitas berkumpul-kumpul masih terus berlanjut, penularan  virus masih akan terus terjadi. “Kita tidak mau itu terjadi,” katanya.

Di sisi lain, kondisi rumah sakit rujukan belum cukup mampu mengantisipasi lonjakan tersebut. ”Kondisi ini tentu tidak ideal bagi tenaga medis yang menjadi ujung tombak penanganan covid-19,” katanya.

 Peluang tenaga medis terpapar virus tersebut sangat besar. Terbukti di beberapa wilayah di Indonesia, sejumlah tenaga medis positif terpapar virus korona. ”Bahkan cukup banyak yang meninggal dunia,” katanya.

Asisten Ombudsman NTB Bidang Pencegahan Muhammad Ridho Rasyid menambahkan, pihaknya telah meng-assessment kesiapan rumah sakit di setiap daerah, termasuk NTB.

Assessment itu, menilai ketersediaan alat pelindung diri (APD), alat pengambilan spesimen, ketersediaan logistik pelayanan kesehatan, sampai anggaran penanganan virus covid-19. ”Termasuk kesiapan kantong jenazah di rumah sakit yang minim,” jelasnya.

Pemda diminta memenuhi peralatan kesehatan, khususnya APD yang sesuai dengan standar agar mereka tidak terjangkit. ”Kalau boleh memilih, kita lebih baik memilih wilayah tempur di pintu masuk daripada rumah sakit,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Zona Merah, Pembelajaran Tatap Muka di Mataram Terlalu Berisiko

Pemkot Mataram belum bisa menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Karena kegiatan ini dinilai terlalu berisiko di tengah mewabahnya Covid-19 di Kota Mataram. “Pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa kita lakukan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram HL Fatwir Uzali pada Lombok Post, Jumat (7/8)

Senin, Gerindra Janjikan SK Dukungan untuk Makmur-Ahda

Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (Muda) belum memegang SK dukungan. Baik dari Partai Gerindra maupun PKB.

Inovasi Pengusaha Kuliner Mataram Gaet Pengunjung di Masa Pandemi

IKON KULINER IBU KOTA: Karyawan warung Sate Rembiga Hj Sinnaseh menyiapkan pesanan pelanggan, Kamis malam.( DIDIT/LOMBOK POST)

Sekolah Tutup Pendataan Pemilih Pemula di Mataram Terhambat

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Mataram kesulitan mendata warga  berusia 17 tahun atau pemilih pemula pada Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang. Alasannya, karena sampai saat ini belum ada proses belajar mengajar tatap muka dilakukan sekolah.

Satu Tenaga Kesehatan Positif Korona Sejumlah Ruang RSUD Bima Ditutup

Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di RSUD Bima ternyata sudah ada yang terpapar Covid-19.  Informasi yang berhasil dihimpun, ada sembilan yang terdiri dari Nakes dan pegawai RSUD Bima yang terpapar.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks