alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Badai Seroja, NTB dan Empat 4 Provinsi Lain Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem

JAKARTA–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan dalam kurun waktu 24 jam ke depan Siklon Tropis Seroja akan mengalami peningkatan. Kondisi ini bisa berdampak terjadinya cuaca ekstrem di 4 provinsi.

“Keempat wilayah tersebut meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB),” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan tertulis, Kamis (8/4).

Empat provinsi tersebut berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Selain itu, gelombang setinggi 2,5 – 4,0 meter berpeluang terjadi di Perairan selatan Jawa, Samudra Hindia selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

“Kemudian tinggi Gelombang 4,0 – 6,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa,” imbuhnya.

Berdasarkan analisa BMKG pagi tadi, posisi Siklon Tropis Seroja telah berada di Samudera Hindia sebelah selatan Bali atau 16.3 LS, 112.6 BT, atau sekitar 890 kilometer sebelah selatan-barat daya Denpasar.

Apabila dilihat dari perkembangan arah geraknya, siklon tropis ini cenderung bergerak menuju ke barat-barat daya dengan kecepatan 16 knots atau 29 kilometer per jam menjauhi wilayah Indonesia. Adapun kekuatannya terpantau 40 knots atau 75 kilometer per jam dengan tekanan 995 hPa.

Menurut prediksi BMKG dalam kurun waktu 24 jam atau pada Jumat (9/4) pukul 07.00 WIB, posisi Siklon Tropis Seroja akan berada di Samudera Hindia sebelah selatan Bali atau 18.7 LS dan 110.4 BT, atau sekitar 1.120 kilometer sebelah selatan barat daya Denpasar dan dipastikan menjauhi wilayah Indonesia.

Adapun kekuatannya diperkirakan akan mencapai 55 knots atau mencapai 100 kilometer per jam dengan tekanan 982 hPa.

“Melihat adanya hasil analisa dan prakiraan cuaca ekstrem dari BMKG tersebut, maka pemangku kebijakan di daerah diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan mengambil tindakan yang dianggap perlu guna mitigasi dan pengurangan risiko bencana untuk ke depannya,” pungkas Raditya.

Selain itu, masyarakat juga diminta waspada dan dapat mengantisipasi datangnya potensi bencana alam. Masyarakat diharapkan selalu memantau perkembangan data dan informasi prakiraan cuaca dari BMKG dan mengikuti segala arahan dari pihak berwajib.(JPG)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks