alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

FGD Soroti Konfigurasi Beragama dan Bertoleransi

MATARAM-Kondisi kebebasan beragama atau berkeyakinan (KBB) dan pemajuan toleransi di NTB coba dibedah Setara Institute bersama Alamtara Institute. Sejumlah peneliti, akademisi, aktivis, dan perwakilan media diundang dalam focus group discussion (FGD) dengan tema “Arah Perubahan Sosial Keagamaan” yang digelar kemarin (7/5).

Perwakilan Setara Institute Nuryamin mengatakan, tema besar ini diambil dari rasa kepedulian terhadap hak-hak warga negara yang juga beririsan dengan aturan-aturan agama. Saat ini, sering ada tafsir-tafsir keagamamaan tertentu yang melihat keragaman itu sebagai sesuatu yang salah, dan menyimpang. Sehingga menjadi dasar sebuah kelompok menghakimi kelompok yang lain.

“Sebagai sebuah bentuk kepedulian kami ingin mendorong agar hak-hak warga negara yang diperlakukan secara tidak adil atau terzalimi secara konstitusi bisa dikembalikan posisi kesetaraannya,” kata Nuryamin.

Dosen UIN Jakarta ini menjelaskan, agama telah menjadi variabel yang sangat primordial dan emosional. Sehingga seseorang sangat mudah diprovokasi oleh isu agama. Ketika terjebak dalam fanastime, orang tersebut akan melihat orang lain hanya dalam posisi benar atau salah. Dikhawatirkan jika kerangka berfikir umat seperti itu akan ada kelompok-kelompok yang menjadi korban.

“Ulama-ulama besar sekelas Imam Syafii padahal telah mengajarkan kita bagaimana menghargai perbedaan,” ujarnya.

Nuryamin menyebut, penelitian mengenai isu ini dilakukan di 12 daerah selain NTB. Seperti Aceh, Padang, Jambi, Kalimantan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, Jakarta dan Bali. Pihaknya ingin mengetahui KBB di daerah yang mayoritas pendudukunya muslim atau pun ketika muslim menjadi minoritas di wilayah tersebut.

Direktur Alamtara Institute Abdul Wahid mengatakan, melalui diskusi ini pihaknya ingin menggali lebih dalam soal KBB dan pelanggarannya di NTB selama ini. Termasuk soal faktor yang menyebabkan terjadinya pelanggaran serta aktor-aktor yang terlibat di dalamnya.

“Soal regulasi untuk mengeliminir atau meminimalisasi hal-hal seperti itu dari pemerintah atau masyarakat multikultural juga kita akan gali,” ujar Wahid.

Selain itu, pihaknya juga ingin mengetahui konfigurasi di masyarakat mengenai penerimaan mereka ketika pelanggaran KBB terjadi. Serta dampaknya terhadap kelompok rentan atau minoritas. Dan terakhir soal formulasi pemikiran para peserta diskusi untuk menyikapi kondisi tersebut. (ida/r5)  

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks