alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Terus Bertambah, Jumlah Anak-anak NTB Terjangkit Korona Jadi 28 Orang

MATARAM–Jumlah anak-anak yang positif terjangkit Covid-19 terus meningkat. Hingga Kamis (7/5), 28 orang anak terkonfirmasi positif. Mereka merupakan anak dengan rentang usia 0-18 tahun.

”Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB Hj Putu Selly Andayani, kemarin (7/5).

Dalam rilis pasien positif Korona yang disampaikan gugus tugas percepatanan penanganan Covid-19 beberapa hari belakangan, selalu ada pasien positif dari kalangan anak-anak yang. Kemarin, tiga orang anak terkonfirmasi positif Korona asal Kota Mataram.

Seorang anak berinisal MAF, 2 tahun asal Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarebala dan balita MRF, 2 bulan asal Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya terjangkit penularan lokal. Mereka tidak punya riwayat kontak dengan pasien positif lainnya.

Seorang lagi balita AEP, 1 tahun asal Kelurahan Cakranegara Barat, Kota Mataram. Ia kontak erat dengan pasien 229. Ketiganya kini masih diisolasi untuk perawatan intensif.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP)  bayi 6 orang, anak-anak 8 orang, lanjut usia perempuan 8 orang, dan dewasa perempuan 14 orang. ”Ini baru di Mataram saja, belum kabupaten lain,” kata Selly.

Sebelumnya, salah satu keluarga di Kota Mataram menjadi korban Covid-19. Kondisi itu cukup mencemaskan, mengingat pasien anak-anak lebih berisiko dibandingkan orang dewasa. ”Kami mengingatkan para orang tua untuk lebih hati-hati dan menjaga diri dan keluarga,” imbuhnya.

Mengingat jumlah anak dan perempuan terpapar semakin banyak, pihaknya akan melakukan penanganan yang lebih ramah anak dan perempuan. ”Kami mengusulkan JPS Gemilang ini juga diberikan bagi anak-anak yang terdampak Covid-19,” katanya.

DP3AP2KB saat ini sedang mendata jumlah anak yang terdampak langsung maupun anak yang orang tuanya terjangkit virus Korona. ”Pada JPS gemilang khusus perempuan dan anak, saya minta ada susunya, pampers, biskuit serta vitaminnya,” harapnya.

Menurut Selly, di tengah pancemi Covid-19, perhatian terhadap anak-anak dan perempuan akan ditingkatkan. ”Sebagian besar mereka merupakan korban yang tertular, bukan sebagai pembawa,” katanya.

Ia mencotohkan balita UWQ, 1 tahun asal Karang Baru, Kelurahan Kebun Sari, Mataram. Dia tinggal sendiri karena kedua orang tuanya dinyatakan positif Covid-19. Sementara menuggu kedua orang tuanya pulih, dia dirawat relawan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram.

Rabu lalu, sang balita dipindahkan ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) NTB. Sehingga penanganan balita lebih terjamin sembari menunggu kedua orang tuanya sembuh. ”Saya sudah meminta anak itu dicek dan hasilnya negatif,” katanya.

Bapaknya UWQ, pasien nomor 147 klaster Gowa sudah sembuh dan dikeluarkan dari rumah sakit. Hanya saja, mereka tidak boleh langsung mengambil anaknya sampai kondisinya  pulih total. ”Setelah sembuh, dua minggu isolasi diri di rumah dulu, belum boleh ketemu sama anaknya,” jelasnya.

Selama dua minggu ke depan, UWQ akan menjadi tanggungan pemprov dan dirawat di UPTD PPA NTB. ”Tempatnya sudah aman, di sana ada penjaganya,” kata Selly.

Nyayu Ernawati, pembina LPA Mataram memastikan, balita yang mereka jaga dalam kondisi baik. Mereka meminta orang tua tidak perlu khawatir soal keselamatan dan kesehatannya. ”Orang tua kami minta fokus pemulihan dulu, jangan temui anak dulu sampai masa karantina selesai,” ujarnya.

Meski sudah sembuh, namun sesuai SOP mereka masih harus jalani karantina terlebih dahulu. ”Kalau sudah 14 hari baru mereka bisa ketemu lagi,” jelasnya.

Ketua LPA Kota Mataram Joko Jumadi meminta orang tua benar-benar melindungi anak-anaknya dengan menerapkan protokol keselamatan Covid-19. ”Kalau kita lihat dari kasus-kasus yang ada, ini akibat dari kepagahan (ngotot) orang tua,” katanya.

Kelalaian orang tua membuat anak-anak banyak terjangkit Covid-19. Karenanya, orang tua harus memastikan anaknya tetap di rumah. ”Orang tua juga harus memastikan anaknya senang di rumah, tidak stres,” katanya.(ili/kus/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks