alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Sekolah ke Luar Daerah, Pelajar NTB Semestinya Dapat Rapid Test Gratis

MATARAM-Dewan mengapresiasi wacana Pemprov NTB gratiskan biaya rapid test bagi pelajar/mahasiswa.

“Ya saya kira pemerintah memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang mau sekolah (ke luar daerah)” kata anggota DPRD NTB dari fraksi PPP Muhammad Akri, kemarin (7/6).

Situasi ekonomi sulit karena pandemi akan menambah beban para orang tua melengkapi syarat ke luar daerah harus kantongi hasil rapid test non reaktif. Dewan tidak ingin adanya ketentuan ini dijadikan profit oriented oleh rumah sakit di tengah situasi serba sulit.

Pemerintah diminta tegas dan punya sikap nyata dalam membantu pelajar/mahasiswa dalam memperoleh hasil rapid test. “Ya subsidi biaya pendididikan di semua jenjang paling tidak rapid test secara kolektif,” imbuhnya.

Situasi serba sulit saat ini hanya akan membuat situasi runyam dan tak kondusif dengan keharusan membayar biaya rapid cukup mahal. “Jangan malah jadi ajang bisnis,” cetusnya memperingatkan.

Selain itu, pemerintah diminta segera bertindak. Tidak hanya sekadar melempar gagasan. Misalnya dengan menerbitkan surat perintah pada rumah sakit daerah untuk persyaratan ringan mendapakan rapid gratis. “Kita tunggu,” tegasnya.

Pemprov diminta tidak menerbitkan instruksi di detik-detik terakhir jelang pelajar/mahasiswa masuk. Hal ini untuk menghindari rumah sakit kesulitan memberikan layanan test dan keterangan kesehatan.

Bila itu yang terjadi Akri khawatir para mencari layanan rapid terpaksa mengambil layanan berbayar karena terdesak waktu. “Seharusnya dipercepat,” pintanya.

Sedianya kalender pendidikan akan mulai kembali pada 13 Juli ini. Waktu yang tersisa mepet dan harus segera ditindaklanjuti. “Jangan sudah terjadi (terlambat) baru membuat kebijakan,” katanya memperingatkan.

Sebelumnya, anggota komisi V DPRD NTB Akhdiansyah pun memperingatkan agar pemerintah memberikan perhatian besar pada pelajar/mahsiswa yang ke luar daerah melanjutkan studinya.  “Karena ini masuk kategori mendasar, rapid jadi syarat utama (masuk ke daerah lain)” kata politisi PKB itu. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks