alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Terus Bertambah, Total 101 Anak NTB Tertular Korona

MATARAM-Jumlah anak terjangkit covid-19 di NTB mencapai 101 orang. Balita usia 0-5 tahun 47 orang dan anak usia 6-18 tahun 54 orang. Kondisi ini menjadi peringatan bagi para orang tua.

”Kami menghimbau seluruh orang tua, khususnya anak-anak yang punya kategori pneumonia segera memeriksakan diri,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah, selaku ketua Gugus Tugas Covid-19 NTB.

Rohmi menjelaskan, tingginya kasus anak di NTB disebabkan sejak kasus Covid-19 pertama muncul 16 Maret, tim sudah melakukan screening terhadap anak. ”Setiap anak-anak yang pneumonia langsung kita masukkan ke PDP,” jelasnya.

Setelah itu, anak-anak tersebut uji swab dan hasilnya banyak anak terjangkit virus. Sehingga penyebaran kasus anak di NTB 40 persen dari PDP dan 60 persen dari OTG dan ODP. Di awal-awal bisa diidentifikasi mereka tertular dari pasien klaster Gowa, Magetan, Jakarta, dan Bali. ”Tetapi akhir-akhir ini memang transmisi lokal yang kita identifikasi,” katanya.

Dengan kondisi ini, Pemprov NTB secara masif melakukan kampanye melindungi anak-anak dari virus korona. Cara terbaik melindungi mereka dengan tetap di rumah. ”Kami sekarang membagikan masker kepada anak-anak karena terkadang orang tuanya pakai masker, anak-anaknya tidak,” katanya.

Pemprov juga bekerja sama dengan pihak lain seperti Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB dan PKK NTB. Anak-anak yang sakit ditempatkan di tempat tertentu agar bisa tetap didampingi dan tidak stres ketika perawatan.

Rohmi menekankan, penangkal utama covid-19 adalah kedisplinan. Kedisplinan ini butuh edukasi yang sungguh-sungguh. Pemprov memanfaatkan kader posyandu untuk mengedukasi warga di desa dan dusun agar paham betul bahwa anak-anak ini sangat rentan terkena covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, anak-anak masuk kategori risiko tinggi karena sistem kekebalan tubuhnya masih belum sempurna. Di sisi lain, mereka juga belum bisa bertindak sendiri seperti orang dewasa. ”Karena itu mereka butuh perhatian dari orang tua agar terhindar dari virus,” katanya.

Jika cepat ditangani, kemungkinan selamat akan besar. Tapi bila terlambat, dibawa ke rumah sakit dalam kondisi parah akan sulit menyalamatkannya. Karenanya, ia mengajak orang tua benar-benar menjaga dan melindungi anaknya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks