alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Kasus Kematian Akibat Korona di NTB Masih Tinggi

TIGA indikator Covid-19 NTB masih buruk. Salah satunya adalah indikator kematian yang masih tinggi. Itu sebabnya, kondisi NTB saat ini belum bisa dikatakan aman. Meski kasus baru melandai dengan tingkat kesembuhan yang baik, namun penularan korona di NTB masih mencemaskan.

”Dari empat indikator pengendalian infeksi covid-19, hanya satu indikator yang sudah baik di NTB, yaitu indiikator kesembuhan dengan 75,9 persen dari standar 69 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, pada Lombok Post, kemarin (6/9).

Sementara indikator kematian masih tinggi yakni 5,8 persen dibandingkan standar 3,3 persen. Kemudian positif rate 10,5 persen dibandingkan standar 5 persen. Serta komparasi tracing dibandingkan yang diisolasi NTB 7,3 dengan standar 30.

”Ayo tingkatkan tracing dan testing agar covid-19 di NTB cepat terkendali,” imbuhnya.

Positif rate, kata Eka, bisa diturunkan dengan meningkatkan jumlah testing. ”Jumlah testing kita masih kurang dari 1 per 1.000 orang per minggu. Ini yang sedang kita upayakan untuk dikejar,” katanya.

Jika tracing diintensifkan, hal itu bisa mempengaruhi dua indikator sekaligus. Pertama indikator komparasi tracing dan isolasi, yaitu jumlah hasil tracing dibandingkan dengan yang diisolasi.

Kedua bisa menekan angka kematian. Dengan memperbanyak tracing, pasien positif lebih cepat ditemukan. ”Sebelum kondisi mereka lebih berat kita tangani sehingga risiko kematian bisa kita minimalkan,” jelasnya.

Pasien Covid-19 yang meninggal rata-rata merupakan kaum lanjut usia (Lansia). Merekalah yang berisiko tinggi dan harus dilindungi. ”Apalagi transmisi lokal kita tinggi,” katanya.

Dari kasus-kasus yang ditangani, rata-rata pasien lansia hanya dirawat 3-4 hari kemudian meninggal. Mereka kebanyakan memiliki komorbid atau penyakit penyerta. ”Itulah pentingnya tracing, kalau cepat ditemui kita bisa segera obati. Kunci sekarang tracing,” tandasnya.

Di tengah kondisi tersebut, kemudian muncul kecemasan baru. Yakni momen pemilihan kepala daerah yang berpotensi menjadi klaster baru Covid-19. Kerumunan massa di pilkada berisiko tinggi menjadi pusat penularan virus.

”Kita punya pengalaman saat momen lebaran, waktu itu kasus melandai, tapi pascalebaran naik signifikan,” kata Eka.

Sayangnya, saat pendaftaran hampir semua pasangan calon kepala daerah mengerahkan massa dalam jumlah banyak. Meski memakai masker, mereka berkerumun di depan kantor KPU tanpa menjaga jarak. ”Sebetulnya kalau kita melihat ada aturan di KPU soal ini,” katanya.

Belajar dari klaster lebaran, ia mengajak semua kontestan Pilkada bersama-sama mencegah penularan Covid-19. ”Kita ingin Pilkada sehat itu tidak hanya sehat dari politik, tetapi sehat bebas dari Covid,” katanya.

”Mari kita mencegah penularan Covid-19 akibat kerumunan massa,” serunya.

Terpisah, Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi selaku ketua harian Gugus Tugas Covid-19 NTB menyebutkan, kemarin ada tambahan sembilan orang kasus baru dan 16 orang dinyatakan sembuh.

Sayangnya, satu orang pasien meninggal dunia, yakni pasien nomor 2588, dengan inisial S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. ”Pasien memiliki penyakit komorbid,” katanya.

Dengan tambahan sembilan kasus baru, 16 tambahan sembuh baru dan satu kasus kematian baru, jumlah pasien positif Covid-19 di NTB 2.854 orang. Dengan perincian 2.194 orang sudah sembuh, 169 meninggal dunia, dan 491 orang masih positif.

Gita menambahkan, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang positif. ”Diharapkan kepada petugas kesehatan kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan,” imbuhnya.

Saat ini kasus suspek sebanyak 11.032 orang, dengan perincian 377 orang masih dalam isolasi, 369 orang berstatus probable, 10.286 orang sudah discarded.

Orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 21.329 orang. Sebanyak 1.463 orang masih dalam karantina dan 19.866 orang selesai karantina. Sedangkan pelaku perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 74.632 orang. ”Yang masih menjalani karantina sebanyak 969 orang  dan yang selesai menjalani karantina 73.663 orang,” katanya. (ili/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks