alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Pemerintah Bantu Guru Madrasah, Satu Kelompok Organizasi Rp 35 Juta

JAKARTA-Kementerian Agama (Kemenag) mulai tahun depan akan mengucurkan dana bantuan untuk organisasi guru madrasah. Sasarannya mencapai 21.808 organisasi. Tujuannya untuk peningkatan kompetensi guru madrasah.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kemenag Suyitno mengatakan anggaran bantuan itu sifatnya selesai. “Mulai dikucurkan 2021,” kata dia kemarin (6/9). Nantinya saat pendaftaran dibuka, masing-masing organisasi guru madrasah mengusulkan proposal untuk kemudian diseleksi.

Suyitno mengatakan program tersebut merupakan kolaborasi Kemenag dengan Bank Dunia. Diantara organisasi guru yang bisa mengajukan proposal adalah musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), musyawarah guru bimbingan konseling (MGMP), kelompok kerja guru (KKG), kelompok kerja pengawas (pokjawas), dan kelompok kerja madrasah (KKM).

Masing-masing proposal yang lolos seleksi, bisa mendapatkan dana sampai Rp 35 juta. Namun Suyitno mengatakan untuk persoalan anggaran masih bersifat pagu indikatif dan terus dibahas bersama DPR. Dia mengatakan program ini namanya Garda Kagum.

Suyitno menyadari program tersebut memiliki tantangan berat. Sebab hasil outcome-nya berupa peningkatan kualitas pendidikan di madrasah. “Ini menjadi beban berat yang harus sama-sama kita kawal agar hasil bisa maksimal,” tuturnya.

Saat ini Kemenag masih menyusun petunjuk teknisnya. Nantinya program ini berlaku selama empat tahun. Mulai 2021 sampai 2024. Sasarannya adalah KKG Madrasah Ibtidaiyah (MI). Fokus utama untuk KKG MI adalah meningkatkan numerasi, literasi, dan sains.

Berikut ya adalah MGMP MTs untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, matematika, IPA dan bahasa Inggris. Lalu MGMP Madrasah Aliyah (MA) untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika, fisika, kimia, biologi, bahasa Inggris. Untuk jenjang MTs dan MA fokusnya pelajaran sains, sosial, dan bahasa.

Sebelum resmi diluncurkan, Suyitno mengatakan organisasi guru madrasah bisa mulai bersiap. Di antaranya adalah menyusun program yang inovatif dan berdampak pada peningkatan kualitas guru madrasah. Nantinya proposal dikirim melalui online di website yang disiapkan Kemenag. (wan/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks