alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Polisi Tak Bisa Sendiri atasi Korona, Warga Harus Berperan Aktif

Upaya pihak kepolisian menegakkan protokol kesehatan di tengah masyarakat tiada henti dilakukan. Namun, upaya tersebut tak bisa semata-mata dilakukan pihak kepolisian semata bersama jajaran TNI, dan Sat Pol PP. Kunci utama keberhasilan sesungguhnya ada pada partisipasi aktif masyarakat.

——————————————————-

 

PENEGASAN ini disampaikan Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho. Dia menegaskan, penyebaran Covid-19 di Lombok Tengah tak akan berhenti manakala masyarakat tidak disiplin dan patuh menerapkan protokol kesehatan. Itu sebabnya, tiada henti masyarakat di Gumi Tatas Tuhu Trasna diingatkan untuk selalu patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, tetangga dan lingkungan sekitar.

AKBP Esty mengatakan, pencegahan penularan Covid-19 menjadi tanggung jawab bersama. Kendati demikian, kepolisian berusaha memberikan contoh. Dengan harapan, warga mengikuti dan menjalankannya.

“Seperti penyempotan disinfektan,” katanya pada Lombok Post, kemarin (7/9).

Itu dilakukan secara rutin di seluruh wilayah. Salah satunya, jajaran Polsek Kopang. Kali ini, tidak saja menyasar pasar, masjid atau musala. Melainkan, lingkungan masyarakat. Tepatnya, di kampung-kampung di Desa Kopang Rembige. Katanya, itu sebagai langkah nyata menjaga rumah warga dan gang-gang rumah, jalan raya, dan fasilitas pendukung lainnya sehingga aman dari Covid-19.

Apalagi, bahan-bahan untuk penyemprotan disinfektan mudah didapatkan dan murah. Seperti cairan wipol, bayclin atau proclin. Tinggal kemauannya saja. “Kami juga sangat berharap masyarakat ikut mendukung,” kata Esty.

Bentuknya, bisa dengan berperan aktif menyediakan dan melakukan penyemprotan disinfektan, atau cukup dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Dengan cara rutin menggelar aksi gotong royong membersihkan sampah-sampah yang berserakan. Karena, kebersihan tidak saja dimiliki kampung-kampung sehat. Tapi, semua kampung di setiap desa dan kelurahan.

Apalagi, katanya bupati memerintahkan pemerintah desa dan pemerintah kelurahan menggelar lomba kampung sehat tingkat desa/kelurahan. Setelah itu, tingkat kecamatan. Kemudian tingkat kabupatan.

“Dalam mengatasi penyebaran Virus Korona ini, masyarakat diharuskan menjaga diri sendiri,” pesannya.

Dimulai dari menjaga kebersihan, menjaga kesehatan, menjaga jarak, menjaga aktivitas dan tetap memakai masker. Atau sebagaimana lima gerakan yang selama ini digalakkan bupati. Selebihnya masyarakat diharapkan tenang dan jangan panik.

Bhabinkamtibmas Desa Kopang Rembige Bripka Fathurrahman menambahkan, penyemprotan disinfektan bekerja sama dengan pemerintah desa dan warga. Kegiatan itu, sekaligus dikemas dalam bentuk sosialisasi, imbauan dan seruan tentang penanganan dan pencegahan Covid-19.

“Termasuk, menjaga kondusivitas daerah menjelang Pilkada dan Pilkades Desember mendatang,” katanya. Dia mengingatkan warga, menghindari kerumunan massa. Kalau pun ikut berkampanye atau diskusi politik, maka harus memperhatikan jarak berdiri dan jarak duduk. Kemudian tetap memakai masker.

Setelah itu, mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Bila perlu mandi dan pakaian yang dipakai langsung di cuci, jangan dipakai lagi. “Kalau semua kita mematuhi apa yang disampaikan pemerintah, maka Covid-19 ini pasti segera berakhir. Begitu pula sebaliknya,” tantangnya.

Terpisah, Kapolsek Praya Barat AKP I Made Mardiasa mengatakan, jajarannya kembali menggeral razia masker di jalan utama bandara. Kali ini, bagi yang tidak memakai masker ditegur dan diberikan masker gratis. “Tapi, kalau yang berkali-kali melanggar, kami berikan hukuman push up,” katanya. (dss/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks