alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Polres Sumbawa Ingatkan Warga, Pekan Depan Tidak Pakai Masker Didenda

POLRES Sumbawa  bersama Kodim 1607 dan Sat Pol PP Kabupaten Sumbawa menyosialisasikan Peraturan Daerah Nomor 7/2020 ke masyarakat. Perda Pengendalan Penyakit Menular tersebut mengatur denda uang tunai bagi pelanggar protokol kesehatan. Pemberlakuan denda akan dimulai pekan depan.

Selain sosialisasi, tim gabungan tersebut juga menggelar patroli dan razia masker di beberapa titik keramaian di Sumbawa Besar. Seperti tempat hiburan dan jalan-jalan utama dalam kota tepat biasanya masyarakat terutama anak muda nongkrong malam hari. Sosialisasi ini dipimpin langsung anggota Forkopimda Kabupaten Sumbawa.

Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra menjelaskan, sosialisasi tersebut dilakukan pihaknya untuk mendisiplinkan masyarakat agar patuh menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Kami juga melakukan penegakan hukum terhadap masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Hal ini semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata AKBP Widy.

Dia menjelaskan, jika dalam sosialisasi ini masyarakat yang kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan hanya medapat hukuman fisik berupa push up bagi laki-laki, maka mulai 14 September mendatang, hukuman seperti itu tidak ada lagi.

Sejak saat itu, mereka yang kedapatan melanggar protokol kesehatan saat beraktivitas di tempat umum, akan dihukum dengan denda berupa uang tunai. Denda itu harus dibayarkan di tempat saat itu juga. Jika masyarakat tidak mampu membayar denda, maka pelanggar tersebut harus menjalani sanksi berupa kerja sosial.

“Jika menyangkut tempat usaha, maka pelanggaran akan berakibat pada selain denda administrasi, bisa juga berupa penghentian atau penutupan sementara penyelenggara usaha,” katanya.

“Kalau sanksi kerja sosialnya nanti bisa berpa kerja untuk membersihkan jalan, memungut sampah dan lain sebagainya,” sambung AKBP Widy lagi. (kus/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks