alexametrics
Kamis, 26 November 2020
Kamis, 26 November 2020

Juara Kampung Sehat di Lombok Utara, Ini Dia Inovasi Desa Jenggala

Desa Jenggala menjadi juara pertama Lomba Kampung Sehat di Lombok Utara. Ini kali pertama bagi Desa Jenggala meraih juara pertama di tingkat kabupaten. Meski jadi yang pertama, bukan berarti Desa Jenggala gentar menghadapi lomba di tingkat provinsi. Jawara di kabupaten, desa ini sedang termotivasi untuk memberikan yang terbaik di level lebih tinggi.

———-

 

TIGA desa terpilih sebagai juara di Lombok Utara. Selain Jenggala, ada Desa Senaru sebagai juara kedua dan Desa Bentek sebagai juara ketiga. Desa-desa ini dinilai layak mewakili KLU di tingkat provinsi, karena sudah memenuhi semua indikator penilaian. Mulai dari aspek kesehatan, ekonomi, hingga keamanan.

Desa Jenggala unggul dengan segudang inovasinya. Terutama dengan adanya rumah isolasi mandiri yang disiapkan khusus untuk warga selama pandemi. Tidak hanya itu, baliho imbauan untuk masyarakat agar tetap menggunakan masker, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terdapat di setiap sudut desa.

Kepala Desa Jenggala Fakhrudin menuturkan, tak menampik jika ini mejadi pengalaman pertama bagi desanya memenangi kontes di tingkat kabupaten. Karena itu, dia mempersembahkan kemenangan tersebut untuk seluruh pihak. Sebab, kemenangan itu atas andil seluruh pemangku kepentingan di desa yang dia pimpin.

“Ini adalah kemenangan masyarakat kami. Tentu saya juga berterima kasih. JUga berterima kasih pada jajaran pemerintah desa dan lembaga desa,” katanya.

Terkait invasi-inovasinya, di sektor kesehatan, Fakhrudin menuturkan, penerapan protokol kesehatan tetap yang utama selama pandemi. Itu sebabnya, di sana, semua rumah, kios, warung, hingga took, wajib menyediakan tempat cuci tangan. Sementara warga maupun pengunjung luar Jenggala harus menggunakan masker saat memasuki desa.

Namun begitu, yang paling diunggulkan dalam Kampung Sehat Jenggala adalah fasilitas isolasi mandiri Covid-19. Pemdes Jenggala bersama mengubah homestay menjadi lokasi isolasi. Ruang isolasi ini dikelola langsung oleh warga.

Terletak di Tanak Song Lauk, ada sekitar 25 unit homestay yang diubah menjadi pusat isolasi mandiri. Homestay ini didirikan atas kerja sama pemerintah desa dengan Kadin. Didirikan masing-masing satu homestay di tiap rumah. Manakala ada warga yang reaktif dan positif Covid-19, maka di rumah isolasi mandiri inilah mereka menempatkan diri.

Fakhrudin melanjutkan, pusat isolasi ini berbeda dengan yang disediakan Pemda Lombok Utara. Suasananya diciptakan sangat asri. Sehingga membuat warga yang diisolasi tidak menjadi jauh dari stress.

Bagaimana rasanya menjadi juara pertama? Fakhrudin menjelaskan, pihaknya tidak lantas menyambut kemenangan ini dengan kegembiraan berlebih. Fahrudin sadar bahwa juara pertama ini bukanlah akhir ikhtiar. Melainkan awal untuk berbenah dan memperbaiki segala kekurangan yang ada di desanya.

“Ini tanggung jawab bersama untuk mempersiapkan diri ke tingkat provinsi,” tegas dia.

Sosialisasi mengenai Covid-19 dan penegakan protokol kesehatan ke masyarakat semakin intens dilakukan. Persoalan dokumen yang menjadi kekurangan Desa Jenggala kini tengah diperbaiki. Sebab, Kampung Sehat tidak hanya soal PHBS, namun juga penting mengatur administrasi di bidang desa.

Ke depannya, dia ingin masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sehingga tidak hanya saat lomba. Sebab, Covid-19 faktanya hingga saat ini masih ada di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Empat M itu wajib. Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menggunakan masker dan Menghindari kerumunan,” tandas dia. (fer/r6)

 

Mengenal Desa Jenggala

 

PROFIL DESA

  • Berdiri pada tahun 1968
  • Terdiri dari 16 dusun, berada di wilayah Kecamatan
  • Jumlah penduduk 8.971 jiwa atau 2.864 Kepala Keluarga

 

INOVASI KALA PANDEMI

  • Miliki 25 unit ruangan isolasi mandiri berupa homestay.
  • Semua rumah, kios, warung, hingga toko wajib menyediakan tempat cuci tangan.
  • Warga maupun pengunjung luar Jenggala harus menggunakan masker saat memasuki desa.
  • Intens sosialisasi mengenai Covid-19 dan penegakan protokol kesehatan ke masyarakat.
  • Baliho imbauan tentang Covid-19 di sepanjang sudut desa.

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

La Nyalla Dorong Promosi MotoGP Harus Digencarkan

”Kalau ada gambaran utuh, entah melalui tayangan video, infografis, dan konten lain mengenai manfaat dan untungnya pembangunan, pasti dukungan masyarakat semakin kuat,” jelas mantan Ketua Umum PSSI itu.

Sebut Kerja Sama Pemprov-PT GTI Kontrak Jahat, Dewan Minta KPK Turun

”Harus KPK masuk. Melakukan penelusuran, penyelidikan kenapa bisa terjadi seperti itu,” kata Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi, Rabu (25/11/2020).

Sepi Pembeli, Perajin Gerabah Banyumulek Terpaksa Alih Profesi

”Awal Korona pesanannya membludak sekali. Sekarang satu saja kalau bisa  terjual,” ujar Hj Khairunnisa, pemilik toko Banyu Andika salah satu toko pengepul kerajinan gerabah, Rabu (25/11/2020).

Sekolah di NTB Sambut Kebijakan Pembukaan Sekolah

Ditegaskan, pihaknya tetap berkomitmen menerapkan protokol kesehatan secara ketat. ”Menyongsong tahun depan ini, kami juga akan betul-betul mempersiapkan segalanya,” kata Wahyuni.

Perekrutan PPPK, Honorer Berharap Masa Pengabdian Jadi Tolok Ukur

”Seharusnya, pengabdian yang sudah kami lakukan selama belasan tahun, harus dijadikan tolok ukur kemampuan kami,” tegas dia.

Sejarah Vaksinasi Massal di Indonesia, Upaya Pencegahan Penyakit

Vaksin bukanlah hal baru buat masyarakat Indonesia. Sudah puluhan tahun Indonesia akrab dengan vaksin. Sejarah vaksin di Indonesia secara resmi dimulai tahun 1956, ketika dilakukannya vaksinasi cacar. Pemberian vaksin ini diakui sebagai salah satu upaya pencegahan yang cukup efektif dalam upaya memerangi satu wabah penyakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks