alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Pemda Boleh Libatkan Ormas dan LSM dalam Proyek Penangana Korona

JAKARTA-Pemerintah Daerah (Pemda) diminta merangkul pihak lain dalam upaya menangani pandemi COVID-19 di wilayahnya. Salah satunya Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada.

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian dalam Surat Edaran (SE) Mendagri No 440 tertanggal 6 Oktober 2020 tentang Kemitraan Antara Pemda dengan Ormas. SE tersebut sekaligus menjadi dasar dibukanya akses kerjasama Pemda dengan Ormas dalam penanganan COVID-19.

“Isi SE Kemendagri antara lain penegasan bahwa Pemda dapat melakukan kerjasama dengan Ormas termasuk LSM dalam pengadaan barang/jasa pemerintah,” ujar Staf Khusus Menteri Dalam Negeri bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga, kemarin (7/9).

Kasto menambahkan, SE itu menjadi aturan turunan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7/2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Sehingga dalam SE tersebut diatur petunjuk praktis dalam hal perumusan kebijakan penanganan dampak penularan Covid-19 yang melibatkan non, swasta serta pihak lain.

Untuk diketahui, swakelola tipe 3 adalah cara memperoleh barang/jasa yang direncanakan dan diawasi oleh Kementerian/Lembaga maupun Perangkat Daerah dan dilaksanakan oleh Ormas. Skema tersebut diatur dalam. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018.

Kasto menjelaskan, kerjasama Pemda dengan LSM/Ormas dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan kesehatan. “Dengan memberdayakan kompetensi yang dimiliki oleh Ormas termasuk LSM,” imbuhnya.

Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pencegahan dan penanganan Covid-19. Juga meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19. “Dengan demikian upaya penanganan Covid-19 dapat dipastikan sampai ke level terbawah,” kata dia.

Bagi Ormas/LSM sendiri, Kasto menyebut kerjasama diharapkan memberi kesempatan dan pemberdayaan dalam percepatan penanganan Covid-19. “Akan meningkatkan kemampuan teknis SDM Ormas termasuk LSM dalam penanganan Covid-19,” tuturnya.

Berdasarkan SE tersebut, barang dan jasa yang dapat disediakan Ormas termasuk LSM melalui Swakelola Tipe lll ada beberapa macam. Yakni penyelenggaraan sosialisasi mengenai pencegahan dan penanggulangan Covid-19, sensus, survei, pengolahan data, perumusan kebijakan publik, pengujian laboratorium, hingga pengembangan sistem, aplikasi, tata kelola, atau standar mutu kesehatan tertentu.

Salain itu, bisa juga yang berbentuk barang fisik seperti masker, hand sanitizer, disinfektan, pembuatan media sosialisasi hingga barang/jasa lainnya dalam rangka penanganan Covid-19 di daerah.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan menambahkan, Ormas/LSM yang dapat melaksanakan kerja sama dengan Pemda harus memenuhi sejumlah syarat. Yakni berbadan hukum, memiliki perangkat organisasi, mempunyai bidang kegiatan yang berhubungan dengan barang/jasa yang dibutuhkan, memiliki neraca keuangan yang teraudit.

“Ormas juga harus memiliki kemampuan teknis dan manajerial dalam menyediakan barang/jasa sejenis dalam tiga tahun terakhir, ” ujarnya.

Benni mengingatkan, dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban kerjasama dengan Ormas termasuk LSM, Pemda wajib mempedomani ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait. (far/JPG/r6)

 

Ormas dan LSM Bisa Ikut Proyek

KHUSUS SWAKELOLA TIPE III

  • Penyelenggaraan sosialisasi mengenai pencegahan dan penanggulangan Covid-19.
  • Sensus, survei, pengolahan data.
  • Perumusan kebijakan publik
  • Pengujian laboratorium.
  • Pengembangan sistem, aplikasi, tata kelola, atau standar mutu kesehatan tertentu.

BARANG FISIK

  • Pengadaan masker, hand sanitizer, disinfektan.
  • Pembuatan media sosialisasi hingga barang/jasa lainnya dalam rangka penanganan Covid-19 di daerah.

SYARAT KHUSUS

  • Wajib berbadan hukum
  • Memiliki perangkat organisasi
  • Mempunyai bidang kegiatan yang berhubungan dengan barang/jasa yang dibutuhkan
  • Memiliki neraca keuangan yang teraudit

 

Sumber: SE Mendagri

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks