alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Soal Izin Bersandar Kapal Pesiar, Gubernur dan Wagub NTB Beda Pendapat

MATARAM-Sikap gubernur dan wakil gubernur NTB berbeda terkait izin kapal pesiar bersandar di Lombok. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah memilih welcome. Sementara wakilnya Hj Sitti Rohmi Djalilah lebih tegas, belum mengizinkan kapal bersandar.

Bang Zul, sapaan akrab H Zulkieflimansyah, meminta masyarakat tidak paranoid menyikapi isu virus Korona. Sebagai daerah wisata yang ingin dikunjungi banyak wisatawan, kedatangan turis sangat dinantikan.

“Kalau ada kapal pesiar ingin ada di tempat kita, tentu sangat kita tunggu,” katanya, di TPA Kebon Kongok, Minggu (8/3).

Terlebih, kapal pesiar itu berasal dari daerah yang tidak terkontaminasi virus Korona. Faktanya, wisatawan asing setiap hari masuk ke NTB. Mereka datang dari bandara dan pelabuhan di Gili Trawangan.

“Bukan karena ada berita di WA kemudian kita tidak jernih menyikapi semuanya,” ujar dia.

Gubernur Zul menekankan, masyarakat tidak perlu takut berlebihan pada turis asing. Meski pada saat yang sama harus tetap waspada dan berjaga-jaga. ”Saya minta sebelum turun, tim kesehatan kita naik cek dulu,” ujarnya.

”Kalau (penumpang) nggak sakit apa-apa, kok kita jadi takut? Mereka sama saja dengan penumpang pesawat yang datang ke tempat kita,” tambahnya.

Meski begitu, dengan adanya wabah virus Korona, pemeriksaan penumpang yang datang akan lebih ketat. ”Tentu lebih selektif lagi,” katanya.

Terkait kapal pesiar Viking Sun yang ditolak di Semarang dan Surabaya, mereka ingin memastikan terlebih dahulu. ”Menurut informasi belum ada kepastian mereka akan ke sini,” ujarnya.

Kapal yang datang ke NTB menurutnya bukan Viking Sun. Mereka belum mengajukan izin untuk sandar. ”Kita tidak bisa menggeneralisir semua kapal pesiar tidak boleh singgah,” katanya.

Baginya, kalau kapal pesiar itu steril dari virus Korona, pemprov akan terbuka menerimanya. Dengan catatan pemeriksaan secara ketat. ”Kita welcome saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, pemerintah mengedepankan keamanan dan keselamatan warga NTB. ”Itu yang nomor satu,” katanya.

Bila ada pengajuan izin sandar, pemerintah harus melihat kembali seperti apa pengajuan izin kapal-kapal itu. ”Yang jelas sampai sekarang kami belum mengizinkan untuk bersandar di pelabuhan,” tegasnya.

Dia menyadari, sebagai daerah wisata, NTB harus melayani tamu dengan baik. Tapi saat ini sedang ada kasus wabah virus Korona. ”Sehingga keselamatan masyarakat NTB nomor satu,” katanya.

Pendapat gubernur menurut Rohmi menekankan agar masyarakat tidak paranoid saja. ”Untuk bersandar itu harus dikaji betul, sampai sekarang kami tidak mengizinkan untuk sandar,” tegasnya lagi.

Kapal pesiar Viking Sun belum pasti ke NTB. Sementara kapal pesiar lainnya belum diizinkan masuk sampai saat ini. Tapi bila mereka ingin mengisi logistik makanan dan air, pemprov akan memfasilitasi. “Kita akan service dengan baik. Tapi kalau untuk turun kita pertimbangkan betul,” tandasnya.

Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi menambahkan, kapal pesiar itu belum diizinkan sandar karena ada informasi dua penumpang yang memiliki gejala Korona. ”Walapun dari hasil penelitian intens negatif Korona,” kata Gita.

Kapal Viking Sun menjadi antensi khusus karena kasus tersebut. Terkait mereka diizinkan atau tidak bersandar di NTB, pemerintah perlu memastikan datang atau tidak. ”Kami dapat informasi Viking Sun tidak jadi ke sini,” ujarnya.

Untuk kapal-kapal pesiar lainnya, pemprov juga akan melihat kembali apakah mereka mengubah jadwal kedatangan atau tidak. ”Pemerintah mencermati fenomena Korona ini dengan sebaik-baiknya dari berbagai sudut pandang,” tandasnya. (ili/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks