alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Soal Kereta Gantung Rinjani, Menteri LHK Beri Lampu Hijau

MATARAM-Rencana pembangunan kereta gantung, glamorous camping (glamping) hingga heli tourism mendapatkan “lampu hijau” Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). ”Saya kira bisa dibahas atau dikerjasamakan dengan baik, asalkan prinsip-prinsip konservasi tetap dipegang,” kata Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, saat berkunjung ke TPA Kebon Kongok, kemarin (8/3).

Siti menjelaskan, di daerah konservasi ada prinsip-prinsip yang jadi pedoman pengelolaan kawasan. ”Di zonasi itu selalu ada zona tradisional dan selalu ada zona pemanfaatannya,” jelasnya.

Dengan kata lain, ada ruang bagi investor yang ingin memanfaatkan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. ”Saya sudah bilang ada zonasinya,” ketus Siti, pada wartawan.

Meski ada ruang zonasi pemanfaatan, namun Direktur World Wide Fund for Nature (WWF) NTB Ridha Hakim meminta pemerintah harus hati-hati memberikan izin kepada investor. Terlebih lokasi pembangunan Glamping berdekatan dengan zona inti Rinjani yakni Danau Segara Anak. ”Kami meminta berhati-hati,” imbuhnya.

Sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen-LHK) Nomor 76 Tahun 2015, diatur, zona pemanfaatan dikelola utamanya untuk pariwisata alam. Namun pembangunan sarana prasarana dilakukan secara tebatas. ”Kata ‘terbatas’ ini harus menjadi pertimbangan,” katanya.

Dia meminta pemerintah melakukan evaluasi kembali terharap pelaksanaan kegiatan pariwisata di Gunung Rinjani. ”Dampaknya terhadap lingkungan dan dampak sosial budaya harus diperhatikan,” katanya.

WWF berharap, jika nanti dilakukan kajian soal rencana itu, pemerintah mengajak semua pihak. ”Melibatkan berbagai unsur,” harapnya.

Karena itu, WWF meminta perlu ada penelitian terhadap zona pemanfaatan TNGR. ”Tujuannya untuk  mengetahui dampak terhadap lingkungan, khususnya flora dan fauna, serta persepsi wisatawan sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, TNGR dan pemerintah harus memiliki kebijakan strategis untuk mengkaji kelayakan program pembangunan di sebuah wilayah. (ili/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks