alexametrics
Sabtu, 29 Januari 2022
Sabtu, 29 Januari 2022

Keluar dari RSUP NTB, Pendeta Yance Bagikan Pengalaman Pulih Hadapi Virus Korona

MATARAM– Dua pasien positif Korona asal NTB sembuh, Rabu (8/4). Dia adalah Pendeta  Yance Tonapa asal Kota Mataram dan Hj Yuyum Minwaroh asal Lombok Timur. Keduanya di boleh meninggalkan Ruang isolasi RSUP NTB.

Dalam video testimonial yang diunggah Humas NTB, Pendeta Yance membagi pengalaman  melewati masa-masa sulit melawan korona.  Dalam video itu  dia mengatakan, awalnya memang cemas. ”Tapi selama berada di ruang isolasi saya dapat keyakinan Covid-19 ini dapat disembuhkan,” katanya.

Dia disolasi selama 13 hari dengan tiga kali pengambilan sampel swab sampai akhirnya sembuh. ”Covid-19 bisa disembuhkan jika kita menjaga pikiran agar tidak stres,” ujar pria yang juga pendeta itu.

Selama isolasi, dia menghabiskan waktu membaca buku, berdoa, dan olahraga. Dia juga menjauhi pikiran-pikiran negatif dan bersikap tenang. ”Selama diisolasi semua petugas menjalankan tugas dengan baik,” katanya.

Motivasi yang diberikan petugas juga memberikan kekuatan bagi dirinya, sehingga imunitas tubuhnya tambah bagus. ”Saya hari ini bisa kembali ke rumah dan berjumpa dengan keluarga,” katanya.

Selama menjalani isolasi, dia juga banyak berolahraga sehingga cepat pulih. Kemudian beroda dan tidak membaca media sosial agar pikiran tenang. ”Saya mencari informasi yang tepat pada petugas medis di sini,” katanya.

Yance juga berpesan agar warga tidak menjadikan Covid-19 sebuah aib. ”Kalau mengalami gejala sesak nafas, batuk dan panas, datanglah ke tim kesehatan,” serunya.

Pendeta Yance sendiri merupakan pasien positif  korona keempat yang ditanganai RSUP NTB. Ia diduga terjangkit  setelah menghadiri pertemuan Gereja di Hotel Aston Bogor. Ia merupakan Pendeta GPIB Mupel Bali-NTB yang sedang bertugas di Mataram.

Hingga kemarin, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang masih dipantau 1.880 orang. Terjadi penambahan 70 orang dari sebelumnya. ”Bebas pemantauan 1.379 orang,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB Gede Putu Aryadi.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih diwasi 50  orang. Bertambah enam orang dari sebelumnya. ”Sementara PDP yang sembuh sebanyak 56 orang,” katanya.(ili/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks