alexametrics
Selasa, 24 Mei 2022
Selasa, 24 Mei 2022

Tak Ada Yang Aman dari Korona, Semua Wilayah NTB Zona Merah

MATARAM– Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahsanul Khalik menegaskan, tidak ada daerah di NTB yang aman dari virus Korona. ”Meski baru empat daerah yang terjangkit, tapi semua daerah masuk zona merah,” tegasnya, dalam rapat bersama DPRD NTB, kemarin.

Seluruh daerah ditetapkan menjadi zona berbahaya, sebab orang-orang yang datang dari Gowa, Sulawesi Selatan tersebar di semua kabupaten/kota. Demikian warga yang datang dari luar negeri. ”Jumlahnya sudah 10 ribuan lebih, sebagian besar pekerja migran yang pulang kampung,” katanya.

Klaster Bogor dan klaster Jakarta juga demikian, mereka kontak dengan banyak orang di NTB. Karena itu, BPBD berkomunikasi dengan MUI NTB terkait edaran yang membolehkan ibadah jumat. ”Kami sampaikan ke MUI, pemerintah tidak membolehkan untuk itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Uji Klinis Vaksin Koron Butuh Waktu Enam Bulan

Menurutnya, maklumat tersebut bertentangan dengan fatwa MUI pusat. ”Kondisi kita di NTB juga mengharuskan untuk tegas memutus mata rantai penyebaran virus Korona,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, ada beberapa fase dalam penanganan Covid-19, yakni pase awal atau pra kasus, kemudian fase transmisi awal, fase epidemik, dan fase pemulihan. ”Kita sekarang berada di fase transmisi awal dengan kasus 10 kasus, dan transmisi lokal sudah terjadi,” katanya.

Dari 10 kasus positif Korona, semuanya saling berkaitan. Misalnya, kasus pasien 06 punya kontak dengan pasien 01. ”Belum kasus liar yang tidak diketahui kronologi penularannya,” ujarnya.

Kasus liar terjadi bila ada orang positif Korona tidak pernah kontak dengan pasien positif dan tidak pernah keluar negeri. ”Di titik itulah kita masuk fase epidemi,” jelasnya.

Baca Juga :  Dicari, Calon Bupati-Wali Kota dengan Kampanye Sehat Terbaik di NTB

Fase epidemi, terbagi menjadi dua puncak yakni puncka merah dan biru. Kalau sudah masuk epidemi, mereka akan berusaha menjaga supaya tetap berada di garis biru supaya tidak terlalu banyak kasus. ”Kalau sampai warna merah itu akan sangat tinggi kasusnya,” katanya.

Tim akan menjaga supaya kasusnya tidak terlalu tinggi, sehingga bisa segera masuk ke fase pemulihan. (ili/r2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/