alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Dinas Sosial NTB Janji Benahi Data Penerima Bantuan JPS Gemilang

MATARAM-Borok bantuan jaring pengaman sosial (JPS) Gemilang akhirnya dibenahi. Data penerima dan kualitas barang diperbaiki. ”Saya minta semua bidang di dinsos turun memvalidasi data dan memproporsionalkan kuota masing-masing desa,” kata Kepala Dinsos NTB H Ahsanul Khalik, pada Lombok Post, kemarin (7/5).

Ia menyebutkan, data menjadi persoalan mendasar dalam penyaluran JPS. Temuan BPKP, ada desa hanya mendapat kuota dua kepala keluarga (KK), sementara ada desa mendapat kuota 700 KK. ”Ini diarahkan (gubernur) untuk segera diperbaiki dan kita akan segera lakukan,” katanya.

Untuk perbaikan data, dinsos mengerahkan semua perangkat dinas, termasuk para pendamping program keluarga harapan (PKH). Data terpadu kesejahteraan sosial tetap menjadi patokan, kemudian dicocokan dengan kondisi di lapangan. ”Kalau ada (penerima) yang tidak sesuai dikeluarkan, atau ada orang yang belum masuk, menurut kepala desa dia layak menerima, silakan dimasukkan,” jelasnya.

Dalam validasi data, kepala desa akan menetapkan daftar penerima  tetap JPS Gemilang. Nama-nama itu dibuatkan SK kepala desa dan disesuai dengan kuota tiap desa. ”Kita tidak lagi menentukan seperti kemarin, dinsos yang menentukan semua, sekarang kepala desa yang menetapkan,” katanya.

Kuota penerima JPS Gemilang tahap II bertambah dari 105 ribu KK menjadi 125 ribu KK. Ada 20 ribu KK baru. ”Kita sudah siapkan data, tapi kalau di data itu ada orang yang mampu silakan dikeluarkan,” katanya.

Atau bila warga di dalam daftar itu sudah menerima bantuan program lain seperti PKH dan bantuan pangan non tunai (BPNT), bisa juga diganti. ”Masukkan orang yang berhak menurut ketentuan yang ada,” jelasnya.

Kualitas barang juga akan diperbaiki. Khalik menjelaskan, dinsos pada penyaluran JPS tahap II tidak akan ikut mengadakan barang bantuan. ”Fokus dinas sosial pada pendataan dan pengawasan saat pendistribusian,” ujar mantan Kalak BPBD itu.

Pengadaan barang akan diserahkan ke dinas-dinas teknis sesuai jenis barang. Misalnya beras dan daging beku diserahkan ke dinas ketahanan pangan, kemudian abon ikan diadakan dinas kelautan dan perikanan. ”Demikian juga OPD teknis lain mereka mengambil produk UMKM,” kata Khalik.

Menurutnya, jika dinsos melakukan pendataan, pengadaan dan pendistribusian sekaligus hasilnya tidak efektif. ”Ini salah satu yang membuat karut marut pelaksanaan JPS di lapangan,” ungkapnya.

Terpisah, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah dalam rapat evaluasi penyaluran JPS Gemilang meminta, penyaluran tahap II melibatkan lebih banyak IKM dan UMKM lagi. ”JPS ini untuk menanggulangi masalah ekonomi akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Rencananya, JPS Gemilang tahap kedua dibagikan 17-20 Mei, sebelum hari Raya Idul Fitri. Zul mengakui, permasalahan yang utama JPS adalah data, produk, dan distribusi. ”Sekarang dicari cara yang betul-betul terukur agar semua masalah ini bisa diatasi,” jelasnya.

Gubernur meminta bantuan tidak didistribusikan sebelum data penerima terverifikasi dan valid. ”Di tahap II ini produk yang diberikan ke Pulau Lombok dan Sumbawa disamakan,” imbuhnya kepada para kepala dinas dan asisten.

Bantuan diberikan berupa beras, minyak goreng, ikan kering, abon ikan, dan garam. Selain itu ada masker non medis dan beberapa suplemen seperti susu kedelai, teh kelor/serbat jahe, minyak kayu putih, cengkeh, dan sabun cair/sabun batang. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks