alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Keluar Rumah Gak Pakai Masker Siap-siap Bakal Kena Sanksi

MATARAM-Masih banyak warga tidak menggunakan masker saat keluar rumah. Hal itu terlihat di jalan-jalan raya di Kota Mataram. ”Sampai saat ini kami terus memberikan imbauan dan sosialisasi,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB Tri Budiprayitno, kemarin (8/5).

                Setiap hari, Satpol PP NTB mengerahkan tiga regu yang menyasar pusat-pusat keramaian. Mereka mengimbau warga mengenakan masker. Bila ada yang tidak pakai masker langsung distop dan dipasangkan. ”Daerah yang agak rawan itu di daerah-daerah perniagaan seperti pasar,” katanya.

                  Rencananya, mulai pekan depan, akan digelar aksi simpatik maskerisasi lebih masif. Aksi simpati dilakukan pada hari Senin, Selasa dan Rabu. Setelah itu akan dilakukan razia disertai pemberian sanksi. ”Akan kita petakan titik-titik keramaian, kita mulai dari Kota Mataram,” katanya.

                Aksi simpatik sebenarnya sudah dilakukan, namun selama ini belum disertai sanksi. Dalam aksi minggu depan akan lebih banyak pihak dilibatkan. ”ASN akan disebar dan juga sedang diskenariokan melibatkan organisasi pemuda,” jelasnya.

Bentuk sanksi masih dirumuskan, jika daerah lain menerapkan hukuman pushup, di NTB sanksi bisa berupa pernyataan tertulis dia tidak akan keluar tanpa masker lagi. ”Sedang disusun bentuknya sama buk asisten, nanti akan diawali dengan maklumat gubernur,” jelasnya.

                Komandan Regu Lapangan Satpol PP NTB Rony Fareki menambahkan, dalam patroli yang dilakukan Kamis (7/5), regu dua mengerahkan 16 orang anggota.

Patroli dimulai dari markas menuju pusat keramaian di Cakranegara, seperti Pasar Cakranegara, perempatan Sweta, Pasar Mandalika, Desa Bengkel, Dasan Cermen, Pagutan, dan Asrama Haji NTB. ”Kondisi masyarakat masih ramai melakukan aktivitas di beberapa tempat perniagaan,” katanya.

Kesadaran menggunakan masker mulai membaik, 85 persen warga mengenakan masker. ”Sebagian yang belum menggunakan masker,” katanya.

Sebagai pelindung masyarakat, Satpol PP terus mengupayakan penyadaran masyarakat dalam penggunaan masker. ”Kami membawa masker untuk dibagikan, ini cukup efektif menyadarkan warga,” katanya.

Khusus di Pasar Mandalika, kegiatan distancing market terkendala beberapa  hal seperti suasana panas, bahan dagangan cepat rusak, dan areal jalan yang tidak ditutup. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

Sebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks