alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Setelah Minyak dan Telur, Giliran Masker JPS Gemilang Jadi Masalah

MATARAM-Sengkarut pengadaan barang jaring pengaman sosial (JPS) Gemilang belum usai. Setelah minyak dan telur, kini muncul persoalan pengadaan masker. Produk masker UMKM dari Lombok Timur tidak terserap.

Hal itu mengemuka setelah pemilik akun Facebook Saodah Saodah Inaq menulis “Cerita Pilu Pelaku UKM Dalam Pengadaan Masker Bertuliskan Pemprov NTB”. Tulisan itu, intinya menceritakan 228 ribu lebih masker buatan UKM Balai Kreatif Lombok Timur belum terserap, dan 12 ribu masker yang sudah disetor belum dibayar.

Pelaku UKM membuat masker atas dasar permintaan dinas 20 ribu pcs per minggu selama tiga bulan. Namun saat hendak di bawa ke Dinas Koperasi dan UKM NTB, produk mereka tidak diterima. Kondisi itu menyulikan beberapa pelaku UKM, terlebih mereka menggunakan modal pinjaman.

Terkait itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma yang dikonfirmasi menjelaskan, memang banyak sekali UMKM terlibat dalam pembuatan masker. ”Yang terdaftar 135 UMKM, tapi yang melengkapi bahan persyaratan 80-an UMKM,” katanya.

UMKM yang sudah mendaftar diberikan jatah atau kuota sesuai kemampuan dan waktu yang ditetapkan. ”Karena keterbatasan waktu, personel, dan kondisinya seperti ini, SPK atau SPB-nya dibuat belakangan,” jelasnya.

Pada saat penyerahan masker banyak sekali UMKM yang langsung datang ke kantor. ”Saya tidak kenal DSU itu siapa ton, yang jelas secara teknis bidang UKM yang mengatur dan menata proses pengadaan masker ini,” jelasnya.

Ia mengklarifikasi, informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, tidak benar ada UMKM yang dapat order 20.000 pcs masker per minggu. ”Karena akan menutup kesempatan UKM lain,” katanya.

Dalam pengadaan masker, pihaknya tidak mengenal makelar atau calo. Karena dinas langsung berhubungan dengan UMKM yang memiliki kelengkapan berkas. ”Yang sudah menandatangani SPB atau SPK proses pembayarannya langsung masuk ke rekening tabungan UMKM,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya melakukan pembayaran pada saat pengadaan masker tahap pertama sebanyak 100 ribu masker yang melibatkan 31 UMKM.

Terpisah, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah yang ditanya terkait hal itu menjelaskan, produk-produk UKM pasti akan diserap. ”Nanti saya cek,” katanya.

Mungkin saja produk itu belum diserap karena dana untuk pengadaan belum dipegang dinas. Proses pencairan dana belanja pemerintah, kata Zul, membutuhkan prosedur yang agak panjang. ”Tapi mudah-mudahan bisa diserap semua,” harapnya.

Zul menegaskan, dalam pengadaan barang JPS gemilang, pemprov tetap berkomitmen membeli dari UMKM lokal. Selama bisa diproduksi di dalam daerah, tidak perlu membeli dari luar. ”Itu tidak boleh, kalau berasal dari luar itu tidak dibenarkan,” tegasnya.

Ia menegaskan, tidak ada pengadaan masker dari Jawa Barat, itu bertentangan dengan semangat pemberdayaan UKM lokal. ”Tujuan kita betul-betul melakukan pemberdayaan UKM kita, itu tidak sejalan, masa kita mau berdayakan UKM belinya di luar,” tegasnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks