alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

New Normal, Kapolda NTB Gandeng Lombok Post Bentuk Kampung Sehat

MATARAM-Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal dan rombongan berkunjung ke Graha Pena Lombok, Senin (8/6). Beberapa hal didiskusikan dalam pertemuan bersama Direktur Lombok Post Alfian Yusni dan jajaran mnajemen.

Yang paling menonjol pembahasan mengenai situasi di masa pandemi Covid-19. Masih banyak masyarakat yang belum mematuhi protokol penanganannya. Jika itu terus terjadi, orang yang terpapar virus tersebut semakin banyak.

“Makanya itulah pentingnya media memberikan edukasi kepada masyarakat. Memberikan pemahaman terkait protokol Covid-19,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal dalam diskusi.

Menurutnya media berperan sangat penting. Apalagi di masa pandemi seperti ini. Masyarakat jangan termakan isu yang tidak jelas kebenarannya. “Sudah saatnya masyarakat harus melek media,” ujar mantan Kadiv Humas Polri ini.

Masyarakat jangan sampai gagal paham dengan istilah new normal life. Maksud istilah itu, kata dia, masyarakat diberikan kebebasan untuk beraktivitas sebagaimana mestinya. ”Tetapi, harus tetap mematuhi protokol penanganan Covid-19. Jangan berkumpul, cuci tangan, dan menggunakan masker saat bepergian,” imbaunya.

Ia juga berharap, tim Satgas penanganan Covid-19 bersama tim kesehatan terus bergerak. Memberikan pelayanan kesehatan maksimal kepada masyarakat yang terpapar Covid-19. ”Sehingga, yang terpapar semakin banyak yang sembuh,” ujarnya.

”Kita berharap, pandemi ini segera berakhir sehingga kehidupan kita kembali normal seperti biasa,” harapnya.

Untuk mengawal kebijakan new normal life, polisi menjadi mesinnya. Mengawasi masyarakat untuk tidak berkumpul. Sehingga pemutusan rantai penyebarannya segera teratasi. ”Yang penting jaga jarak di masa pandemi ini,” kata dia.

Jika protokol Covid-19 tetap dikedepankan, jenderal bintang dua itu yakin pandemi segera berakhir. Dengan begitu, pelan-pelan semua berangsur normal. ”Ekonomi, terutama di sektor wisata yang menjadi penopang di NTB ini bakal berangsur-angsur meningkat,” bebernya.

Sekarang perlu kesadaran yang kuat dari masyarakat. Polisi, TNI, pemerintah dan aparatur pemerintahan lainnya harus terus bergandengan tangan. ”Kita tidak bisa bekerja sendiri, kalau masyarakat tidak patuh dan taat terhadap protokol itu,” ungkapnya.

Dalam silaturahmi itu, Iqbal mengemukakan rencana Polda NTB membentuk Kampung Sehat. Temanya mengenai new normal life. ”Nanti kita gandeng Lombok Post untuk proses pemberitaannya,” kata Iqbal.

Hal itu untuk mendorong masyarakat untuk terus menjaga lingkungannya agar tetap sehat. Terutama, memberikan penyadaran agar masyarakatnya terhindar dari Covid-19. ”Kita masih konsep dan berbicara dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Melalui lomba itu, nantinya masyarakat terus terdorong menjaga kesehatannya. ”Kalau lingkungannya sehat, masyarakatnya pasti ikut sehat,” kata lulusan Akpol 1991 itu.

 

Kawal Pilkada di NTB

Pekerjaan berat Polda NTB tahun ini bukan saja mengenai penanganan Covid-19. Melainkan, pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember mendatang. ”Untuk antisipasi kerawanannya saya sudah perintahkan Karo Ops dan Dirintel untuk mempersiapkan itu,” kata Iqbal.

Sejauh ini, dia belum mengetahui jumlah anggaran yang akan diterima untuk pengawalan, pengamanan, dan pengawasan pelaksanaan Pilkada. Pada Musrenbang belum diketok berapa jumlah anggarannya. ”Tetapi, Kapolri akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan,” ujarnya.

Pengamanan tidak kalah pentingnya dilakukan. Menurutnya, apabila Pilkada semakin mundur bakal berimplikasi pada kualitas Pilkada. ”Yang pasti untuk pengamanannya kami siap,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Lombok Post Alfian Yusni menyambut baik berbagai rencana yang akan dilakukan Polda NTB. Lombok Post sebagai media pertama dan terbesar di daerah ini siap berkolaborasi. “Mari kita sama-sama membangun kembali ekonomi NTB ini,” kata Alfian.  (arl/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks