alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

MATARAM-Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).

”Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dekat sungai Kokok Putek. Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Dedy Asriady, kemarin.

Karena wisata pendakian di kawasan TNGR masih tutup, Dedy memastikan korban mendaki secara ilegal. ”Semua pintu pendakian masih ditutup,” katanya.

Informasi yang diperoleh Balai TNGR, korban mendaki bersama 14 orang rekannya. Seluruhnya merupakan warga Desa Tampak Siring, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.

Mereka melakukan pendakian dari Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (4/7) sekitar pukul 07.00 Wita. Mereka kemudian bermalam di Goa Susu. Selanjutnya, hari Minggu, pukul 07.00 Wita mereka melanjutkan perjalanan menuju Danau Segara Anak dan bermalam di sana.

Para pendaki kemudian turun gunung hari Senin (6/7), pukul 08.00 Wita. Rombongan sempat beristirahat di daerah Banyu Urip, pukul 10.30 Wita. ”Setelah beberapa menit melepas lelah, mereka melanjutkan perjalanan turun gunung,” terang Dedy.

Saat melintasi jalur yang berjurang, Sahli terperosok. Rekan-rekannya kemudian melakukan pencarian. Pukul 11.45 Wita, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Tanah Sinjong. ”Sebagian rekan korban turun ke Desa Torean meminta bantuan,” jelasnya.

Warga Desa Torean sekitar 10 orang berangkat naik gunung membantu proses evakuasi mayat korban menggunakan tandu kayu. Jenazah korban tiba di Desa Torean Selasa (7/7) pukul 14.15 Wita. ”Jenazah langsung diterima kepala Desa Tampak Siring untuk kemudian dibawa pulang ke rumah duka,” terangnya.

Atas kejadian itu, Dedy mengimbau masyarakat tidak melakukan pendakian Gunung Rinjani secara ilegal. ”Seluruh jalur pendakian masih kami tutup untuk mencegah penyebaran virus Korona,” katanya.

TNGR saat ini hanya membuka delapan objek wisata non pendakian. Antara lain, Otak Kokok Joben (Joben Eco Park), Telaga Biru, Air Terjun Jeruk Manis, Gunung Kukus, Air Terjun Mayung Polak, Sebau, Savana Propok dan Air Terjun Mangku Sakti.

Dedy mengakui, pendakian secara ilegal masih kerap dilakukan warga. Bahkan beberapa waktu lalu, mereka menahan 60 orang yang baru turun mendaki secara ilegal ke Gunung Rinjani. ”Pendaki yang bandel-bandel 60 orang kami tahan,” katanya.

Ia mengingatkan, aktivitas para pendaki bisa dipantau Balai TNGR. Selain melakukan penjagaan di pintu masuk, mereka juga memantau melalui kamera CCTV yang dipasang di berbagai sudut kawasan TNGR.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pariwisata NTB Lalu Hasbulwadi mengatakan, penutupan pintu pendakian untuk kebaikan bersama. Saat ini belum bisa dilakukan karena situasi belum memungkinkan.

Sementara untuk pembukaan delapan destinasi wisata alam tersebut perlu mendapat pengawalan masyarakat.  ”Kedelapan destinasi itu bisa menjadi contoh bagi destinasi lainnya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks