alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

MATARAM-Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).

”Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dekat sungai Kokok Putek. Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Dedy Asriady, kemarin.

Karena wisata pendakian di kawasan TNGR masih tutup, Dedy memastikan korban mendaki secara ilegal. ”Semua pintu pendakian masih ditutup,” katanya.

Informasi yang diperoleh Balai TNGR, korban mendaki bersama 14 orang rekannya. Seluruhnya merupakan warga Desa Tampak Siring, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.

Mereka melakukan pendakian dari Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (4/7) sekitar pukul 07.00 Wita. Mereka kemudian bermalam di Goa Susu. Selanjutnya, hari Minggu, pukul 07.00 Wita mereka melanjutkan perjalanan menuju Danau Segara Anak dan bermalam di sana.

Baca Juga :  Pemprov NTB Berkomitmen Turunkan Angka Kebutaan

Para pendaki kemudian turun gunung hari Senin (6/7), pukul 08.00 Wita. Rombongan sempat beristirahat di daerah Banyu Urip, pukul 10.30 Wita. ”Setelah beberapa menit melepas lelah, mereka melanjutkan perjalanan turun gunung,” terang Dedy.

Saat melintasi jalur yang berjurang, Sahli terperosok. Rekan-rekannya kemudian melakukan pencarian. Pukul 11.45 Wita, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Tanah Sinjong. ”Sebagian rekan korban turun ke Desa Torean meminta bantuan,” jelasnya.

Warga Desa Torean sekitar 10 orang berangkat naik gunung membantu proses evakuasi mayat korban menggunakan tandu kayu. Jenazah korban tiba di Desa Torean Selasa (7/7) pukul 14.15 Wita. ”Jenazah langsung diterima kepala Desa Tampak Siring untuk kemudian dibawa pulang ke rumah duka,” terangnya.

Atas kejadian itu, Dedy mengimbau masyarakat tidak melakukan pendakian Gunung Rinjani secara ilegal. ”Seluruh jalur pendakian masih kami tutup untuk mencegah penyebaran virus Korona,” katanya.

TNGR saat ini hanya membuka delapan objek wisata non pendakian. Antara lain, Otak Kokok Joben (Joben Eco Park), Telaga Biru, Air Terjun Jeruk Manis, Gunung Kukus, Air Terjun Mayung Polak, Sebau, Savana Propok dan Air Terjun Mangku Sakti.

Baca Juga :  Gawat, 50 Persen Lebih Terumbu Karang di Gili Matra Lombok Rusak

Dedy mengakui, pendakian secara ilegal masih kerap dilakukan warga. Bahkan beberapa waktu lalu, mereka menahan 60 orang yang baru turun mendaki secara ilegal ke Gunung Rinjani. ”Pendaki yang bandel-bandel 60 orang kami tahan,” katanya.

Ia mengingatkan, aktivitas para pendaki bisa dipantau Balai TNGR. Selain melakukan penjagaan di pintu masuk, mereka juga memantau melalui kamera CCTV yang dipasang di berbagai sudut kawasan TNGR.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pariwisata NTB Lalu Hasbulwadi mengatakan, penutupan pintu pendakian untuk kebaikan bersama. Saat ini belum bisa dilakukan karena situasi belum memungkinkan.

Sementara untuk pembukaan delapan destinasi wisata alam tersebut perlu mendapat pengawalan masyarakat.  ”Kedelapan destinasi itu bisa menjadi contoh bagi destinasi lainnya. (ili/r5)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/