alexametrics
Sabtu, 8 Agustus 2020
Sabtu, 8 Agustus 2020

Wagub Kritik Penaganan Korona Mataram, Wali Kota : Jangan Bikin Panik

MATARAM-Kritik terhadap penanganan Covid-19 dari Wakil Gubernur NTB, ditanggapi santai Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. ”Silakan menilai. Siapapun boleh saja menilai. Tapi, jangan panik dan jangan juga bikin panik,” kata Ahyar, Rabu (8/7)

Selama tiga bulan terakhir, dari awal terjadi pandemi, Pemkot Mataram mengaku tidak berdiam diri. Melalui gugus tugas mereka bekerja dengan sungguh-sungguh. Melaksanakan seluruh program yang direncanakan, terkait penanganan dan pencegahan covid.

Keseriusan pemkot terlihat dari alokasi anggaran untuk covid. Sebesar Rp135 miliar ditarik dari anggaran OPD. Setelah pemkot melakukan merasionalisasikan anggaran APBD 2020 sebanyak Rp325 miliar.

Anggaran itu digunakan untuk membantu masyarakat. Yang ekonominya terdampak covid. Melalui jaring pengaman sosial (JPS). Total, pemkot mengintervensi sebanyak puluhan ribu kepala keluarga melalui program ini.

Stimulus ekonomi juga diberikan untuk para pengusaha. Terkait dengan penundaan dan pembebasan pajak daerah.

Tidak sampai di sana, kata Ahyar, penanganan untuk covid juga dimaksimalkan. Menambah fasilitas di RSUD Kota Mataram dan 11 puskesmas. Hingga penyiapan tempat isolasi di Wisma Nusantara.

”RS kita bahkan sampai membeli alat PCR juga. Setiap malam selalu standby untuk melakukan tracing,” tutur Ahyar.

Pemkot juga terus melakukan imbauan. Meminta masyarakat memakai masker saat berada di luar rumah. Menyiapkan tempat cuci tangan di area publik dan tempat ibadah. ”Kita sudah bagikan masker di setiap lingkungan. Total yang sudah dibagikan itu lebih dari 100 ribu masker,” ujarnya.

Ahyar tak membantah jika wilayahnya masuk zona merah. Bahkan tren penambahan angka kasus positif terus terjadi setiap hari. Termasuk mereka yang meninggal dunia saat menjadi pasien covid.

Hanya saja, pertumbuhan kasus positif sudah tidak lagi terjadi di lingkungan tradisional. Seperti kasus di Gubug Panaraga atau Babakan. Yang sekitar satu bulan lalu, terdapat penularan transmisi lokal cukup masif.

Selain sudah tidak lagi terjadi penyebaran di lingkungan, Kota Mataram sudah beralih dari wilayah berisiko tinggi ke sedang untuk penularan covid. Hasil ini dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

”Kita sudah berhasil menekan itu. Sudah selesai. Termasuk dengan klaster-klaster itu,” jelas Ahyar.

Mereka yang sekarang positif, berdasarkan analisa gugus tugas, berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP). Yang memang memiliki penyakit penyerta dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Hasil analisasi tersebut, disebut Ahyar, sudah disampaikan. Ketika rapat koordinasi bersama Pemprov. Di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB, belum lama ini.

”Jadi kita ini terus serius dan sungguh-sungguh menangani covid. Saya bukan mencari-cari alasan, tapi memang seperti itu kerja yang dilakukan,” imbuhnya.

Kata Ahyar, seharusnya pemprov bersama-sama membangun sinergi dengan pemkot. Bukan saling menyalahkan. ”Kalau seperti kemarin, ini kan cenderung menyalah-nyalahkan. Dan itu tidak baik,” kata Ahyar.

Disinggung soal intervensi penanganan yang dilakukan Pemprov NTB untuk Kota Mataram, Ahyar hanya menyebut soal rapat-rapat dan koordinasi. Tidak ada program atau terobosan baru dari pemprov untuk menekan angka pertumbuhan kasus.

Kemudian, ada juga bantuan berupa alat pelindung diri dan masker yang diberikan pemprov. Namun, jika dibandingkan dengan jumlah bantuan yang diintervensi pemkot, angkanya sangat sedikit.

Selama penanganan covid, intervensi pemprov belum maksimal. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Ketika membutuhkan Asrama Haji untuk lokasi isolasi, pemkot justru menghadapi birokrasi yang panjang.

Kata Ahyar, selama ini penanganan covid di Kota Mataram hampir sepenuhnya dilakukan pemkot. Juga dibantu dari TNI dan Polri. ”TNI Polri kita di Kota Mataram ini sangat luar biasa. Hampir tidak kenal waktu bekerja,” puji Ahyar.

Karena itu, ia menolak untuk memberikan penilaian mengenai keseriusan pemprov untuk membantu pemkot. ”Silakan dinilai sendiri. Yang jelas kita bekerja dengan serius dan sungguh-sungguh,” tegas Ahyar.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, pemkot akan tetap fokus soal penanganan dan pencegahan penyebaran covid. ”Seperti kata Pak Wali itu, jangan panik dan jangan membuat panik. Kita harus tetap waspada,” kata Martawang. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Kompak, Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Desa Kebon Ayu menjadi salah satu peserta lomba kampung sehat mewakili Kecamatan Gerung Lombok Barat bersama dua desa lainnya. Desa ini menjadi salah satu desa yang bebas dari wabah virus Covid-19. Apa rahasianya?

Di Kota Bima, Penilaian Kampung Sehat Dimulai dari Kecamatan Raba

LOMBA Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru Polda NTB mulai memasuki babak penilaian di Kota Bima. Penilaian dilaksanakan di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Pilbup Sumbawa Barat, Petahana Berpeluang Lawan Kotak Kosong

Partai NasDem memutuskan mengusung HW Musyafirin-Fud Syaifudin di Kabuapten Sumbawa Barat (KSB). “Ke petahana,” kata Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem NTB Multazam, Jumat  (7/8).

Kenaikan Konsumsi dan Ulah Spekulan Sebabkan Elpiji Langka di Mataram

”Beberapa lokasi di sekitar Mataram yang mengeluh kelangkaan elpiji, bisa jadi disebabkan permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat meningkat signifikan,” kata Section Head Communication Pertamina MOR V Ahad Rahedi

Pemerataan Mutu Pendidikan, SMA di NTB Rintis Program Sister School

”Jangan sekolah itu merasa maju sendiri, tetapi harus bisa berbagi dan memiliki imbas kepada sekolah lain,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan pada Lombok Post

Efek BDR Dikeluhkan Wali Murid, Disdik Kota Mataram Janji Cari Solusi

”Dana bos itu tidak mungkin akan cukup membelikan keperluan kuota internet anak-anak. Kasian nanti sekolahnya tidak bisa bayar listrik, air hingga guru honor,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempua yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jampung, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks