alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

RSUD NTB Kini Lebih Siaga, Cegah Jenazah Korona Diambil Paksa

Jemput paksa jenazah pasien covid-19 kerap terjadi akhir-akhir ini. Insiden itu membahayakan semua pihak. Beberapa upaya coba dilakukan pihak rumah sakit untuk mencegah kejadian serupa.

 

SIRTUPILLAILI, Mataram

 

Siang itu, sejumlah personel polisi bersiaga di posko keamanan RSUD NTB. Sepanjang waktu mereka bersiap di tenda itu. Bukan karena kondisi genting. Tapi mereka berjaga-jaga untuk mengawal penanganan pasien covid-19.

Ketua Tim Posko Ipda Dhira Wira Prasasta menjelaskan, 22 orang anggota ditugaskan di posko keamanan. Mereka membagi tim menjadi tiga regu dengan sistem sif. Hal itu dilakukan demi menjaga kesehatan anggota. ”Kita tidak bisa mempresing semua anggota menjadi 24 jam,” jelasnya.

Sistem sifnya per 12 jam, setiap sif ditugaskan enam orang ditambah tim mobile yang setiap waktu memantau perkembangan di lapangan. Juga backup pasukan dari Dit Samapta Polda NTB. ”Tetapi itu di luar tim posko,” katanya.

Untuk mencegah kasus jemput paksa jenazah pasien Covid-19, mereka membangun sistem pengamanan preventif. Ketika ada pasien meninggal, tim mobile bergerak  memantau kodisi dan sebisa mungkin mencegah hal-hal tidak diinginkan terjadi.

”Setiap saat kami memonitor kondisi lapangan melalui HT bersama pihak rumah sakit,” katanya selaku perwira pengendali regu Tim Aman Nusa II Polda NTB ini.

Dengan cara itu, sebelum kelompok orang melalukan sesuatu yang dapat mengganggu keamanan, mereka sudah cegah sejak awal.

Humas RSUD NTB H Solikin menjelaskan, tim posko keamanan membangun komunikasi yang baik dengan semua anggota. Selain melalui HT, mereka juga membentuk grup WA untuk memperkuat koordinasi.

Di WA grup kasus-kasus yang sedang ditangani RSUD terus diupdate. Pihak rumah sakit juga mengerahkan petugas supervisor yang mamantau kondisi. ”Tatkala ada kematian pasien Covid maupun non Covid pasti masuk laporannya,” katanya.

Dari sana setiap kasus bisa dinilai, apakah ada anggota keluarga yang tidak menerima dengan penanganan jenazah. Tim kemudian bergerak cepat mencegah. ”Sehingga alhamdulillah belum pernah terjadi seperti di RSUD Mataram,” katanya.

Menurutnya, kuncinya adalah komunikasi. Pihak rumah sakit membangun komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ketika informasi diterima dengan baik, ia yakin keluarga bisa memaklumi. ”Kuncinya adalah komunikasi dan informasi diterima dengan baik pihak keluarga,” ujarnya.

Selama ini, pihak keluarga kerap menerima informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan sehingga mereka salah paham dan mengambil tindakan sendiri. ”Kita cegah jangan sampai itu terjadi,” katanya.

Bahkan meski keluarga sudah menerima SOP penanganan jenazah pasien Covid-19, namun petugas keamanan tetap mengawal sampai pemakaman. Hal itu untuk mengantisipasi diambil paksa di tengah jalan.

Pendekatan kearifan lokal juga dikedepankan. SOP pemakaman jenazah pasien Covid-19 selalu melibatkan keluarga. ”Kalau keluarga pasien ingin melihat prosesinya, dipersilahkan, APD kami siapkan di rumah sakit,” katanya.

Dalam beberapa kasus pasien meninggal, keluarga yang ingin melihat proses penanganan jenazah dipersilahkan. ”Sepanjang mereka tidak mengganggu protokol, artinya peti tidak dibuka dan sebagainya,” kata Solikin. (*/r5)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks