alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

MATARAM-Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Dana Rp 8,3 miliar lebih itu, kata Ahmadi, masih diajukan ke BNPB dan Pemprov NTB. ”Kita coba dari semua sumberlah, ada dari APBD provinsi dan dana siap pakai BNPB juga,” katanya.

Usulan tersebut lebih kecil dari usulan tahun-tahun sebelumnya yang bisa sampai Rp 17 miliar. BPBD mencoba menyesuaikan diri dengan kemampuan keuangan negara yang tengah menghadapi bencana Covid-19. ”Kita menyesuaikan, kalau dulu-dulu Rp 8 miliar turun dari pusat,” katanya.

Dengan dana itu, pemerintah bisa mengatasi dampak kekeringan sampai tiga bulan. Baik untuk pengadaan air bersih maupun pembangunan sumur-sumur bor. Dengan dana dari pusat dan daerah itu, maka dampak kekeringan selama enam bulan bisa tertangani. ”Misalnya dikasi Rp 8 miliar dari pusat dan Rp 7 miliar dari APBD maka kebutuhan selama enam bulan bisa kita tangani,” katanya.

Biasanya, biaya terbesar dalam penanganan dampak kekeringan adalah untuk pembelian air bersih. ”Itu menjadi kebutuhan yang diutamaan karena menyangkut nyawa,” ujarnya.

Di sisi lain, penanganan jangka panjang berupa pembangunan sumur bor saat ini masih perlu diperbanyak. Tapi untuk daerah kering di wilayah selatan sumur bor tidak efektif karena sumber airnya tidak ada.

Pembangunan SPAM Regional Lombok yang direncanakan sampai saat ini tidak terealisasi. Apalagi setelah dihantam pandemi Covid-19 tambah sulit.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB H Sahdan mengatakan, untuk menjaga ketersediaan sumber daya air, pembangunan infrastsuktur saja tidak cukup. ”Sektor hulu atau hutan ini yang perlu dijaga. Bila hutan digunduli, pada musim kemarau suplai air ke bendungan menjadi sedikit.

”Di samping kita perbaiki infrastrukturnya kita juga harus melakukan konservasi alam di sekitarnya,” tambahnya. (ili/r5)

 

 

//Grafis//

Kebutuhan Penanganan Bencana Kekeringan di NTB  Rp 8,3 Miliar

  1. Penanganan Jangka Pendek           Rp 4,8 miliar lebih
  • Pengadaan penampung air Rp 955 juta
  • Pengadaan air bersih Rp 3,9 miliar lebih
  1. Penanganan Jangka Panjang           Rp 3,1 miliar
  • Pembangunan sumur bor 10 paket Rp 2,8 miliar
  • Pembangunan sumur gali 20 unit Rp 300 juta
  1. Koordinasi, Monitoring, dan Pengawasan Rp 200 juta
  2. Biaya umum dan administrasi Rp 171 juta
  3. Biaya distribusi bantuan Rp 25 juta  

Sumber: BPBD NTB

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks