alexametrics
Selasa, 1 Desember 2020
Selasa, 1 Desember 2020

Tiga Desa Juara Kampung Sehat di Sumbawa Terus Berbenah

Polres Sumbawa telah mengumumkan pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten. Juara pertama Kelurahan Samapuin, juara kedua Desa Moyo, dan juara ketiga Desa Pernek. Ketiga juara ini pun kini sedang berkemas untuk menyambut penilaian tingkat provinsi.

————-

 

TIGA pemenang Lomba Kampung Sehat di Sumbawa menolak berpuas diri. Itu sebabnya, ketiganya menncapkan misi untuk bisa berkibar di level provinsi.

”Apa yang dirasa masih kurang mulai dibenahi dan ditata oleh masing-masing pemenang,” kata Kapolres Sumbawa AKBP Widy  Saputra.

Yang ditata terutama penambahan keasrian lingkungan. Masing-masing menambah tanam-tanaman supaya membuat desa mereka menjadi hijau. ”Kalau hijau lebih enak dilihat dan dipandang. Juga kelihatan lebih bersih dan sejuk,” jelasnya.

Pembenahan desa menjadi lebih asri itu dilkaukan secara gotong royong oleh masyarakat. Mereka bahu membahu membersihkan lingkungannya. ”Jadi untuk penanganan sampah di desa itu sudah ditangani pihak desa,” ucapnya.

Untuk membuat lingkungan desa semakin asri. Beberapa rumah diminta untuk menanam tanaman secara hidroponik. ”Langkah itu juga bentuk membantu masyarakat dalam ketahanan pangan,” kata dia.

Rencananya, masyarakat akan menambah penanaman hidroponik. Supaya halaman rumah mereka hijau dan bermanfaat dalam penunjang ketahanan pangan. ”Semua kita kerjakan dengan gotong royong,” ucapnya.

Tak hanya itu, tempat olahraga untuk mendorong masyarakat senantiasa hidup sehat juga dihidupkan. Contohnya saja di Desa Samapuin, warga desa gotong royong membangun jogging track di wilayah persawahan.

”Tempat itu dimanfaatkan sebagai tempat jogging bagi warga. Biasanya banyak orang jogging di waktu subuh,” ujarnya.

Tempat tersebut selalu menjadi idaman warga berolahraga karena lingkungannya masih alami. Udara segar di waktu subuh dengan view persawahan membuat badan lebih segar dan bugar. ”Jadi, untuk terhindar dari Covid-19, kita juga mesti menjaga kesehatan. Caranya, menjalankan pola hidup sehat,” kata Widy.

Tak hanya itu, di tiga desa itu juga menyiapkan posko Covid-19.  Di posko tersebut masyarakat berjaga secara bergantian.

Mendata masyarakat yang baru datang dari daerah lain yang notabene masuk daerah zona merah. Mereka mendorong para pendatang untuk mengisolasi  diri di posko tersebut. ”Sejak Covid-19 mewabah desa tersebut sudah membuat jadwal piket untuk penanggulangan Covid-19,” bebernya.

Dengan upaya tersebut, masyarakat di tiga desa tersebut terhindar dari penyebaran Covid-19. Sekarang desa tersebut sudah masuk zona hijau. ”Dulu pernah ada terpapar. Tetapi, sekarang sudah  sembuh,” ucapnya.

Khusus untuk penanganan keamanan, masing-masing desa juga sudah menyiapkan pos kamling. Masyarakat bergiliran melakukan penjagaan malam. ”Kasus pencurian di tiga desa itu berhasil ditekan. Karena, penjagaan malam yang intens dilakukan,” bebernya.

Tim keamanan bukan saja melakukan penjagaan. Namun, juga bertugas menyelesaikan persoalan masyarakat. ”Masing-masing desa itu membuat rumah mediasi untuk menyelesaikan persoalan. Hal itu terus dipertahankan ,” ungkapnya.

Yang menjadi persoalan warga adalah kejenuhan. Namun, dengan tiga desa masuk tingkat provinsi membuat mereka semakin bersemangat lagi. ”Mereka bertekad untuk menjadi juara dalam Lomba Kampung Sehat ini,” kata dia. (arl/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kolaborasi dan Pemasaran Digital Bantu Dongkrak Produk Produk Lokal

Delapan bulan lebih pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Situasi ini tidak hanya  berpengaruh pada sektor kesehatan, tapi juga dunia usaha. Meski kondisi sulit, beberapa UMKM masih mampu bertahan bahkan berkembang dengan sejumlah inovasi. Profesional, kolaborasi dengan berbagai pihak dan pemanfaatan teknologi digital jadi jurus yang banyak dipakai para UMKM lokal dalam mendongkrak penjualan produk-produk mereka.

Kisruh Aset Pemprov di Trawangan, Kejati Diminta Telusuri Aliran Dana

”Informasi dari kami banyak, Kejati juga banyak yang sudah didapatkan,” kata Koordinator Wilayah III KPK Aida Ratna Zulaiha.

Ekspor Ditutup, Ratusan Ribu BBL di NTB Tertahan di Penampungan

”Satu bulan saja tidak ada kejelasan, pasti ekspor ilegal terjadi. Barang yang tertahan sekarang itu kan duit semua,” kata Ketua Dewan Pembina Lombok Lobster Association (LLA) Mahnan Rasuli, Minggu (29/11/2020).

UMKM Lokal Bisa Pamer Produk di NTB Mall Offline

”Ini potensi pasar baru yang menjanjikan untuk menjual produk lokal,” ujar Fathurrahman, kepala Dinas Perdagangan NTB.

Guru Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Dikbud Lobar Masih Berhitung

”Iya, kami telah menerima arahan dari Pak bupati dan sedang kami tindak lanjuti,” kata Sekretaris Dinas Dikbud Lobar Khairuddin, pada Lombok Post, Minggu (29/11/2020).

Sumo Sale Nissan, Diskon Terbesar di Tahun 2020

"Promo diskon Sumo Sale ini untuk All New Nissan Livina promonya sampai akhir tahun," kata Branch Head Indomobil Nissan Sandubaya Ryo Hadiyanto pada Lombok Post, Minggu (29/11/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Bantuan Subsidi Upah, Guru Honorer dapat Rp1,8 Juta

Pemerintah memperluas sasaran penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Kali ini, giliran tenaga pendidik dan guru non-PNS yang akan mendapat bantuan hibah sebesar Rp 1,8 juta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi para dosen, guru, dan tenaga kependidikan non-PNS yang selama ini ikut terdampak pandemi COVID-19.
Enable Notifications    OK No thanks