alexametrics
Kamis, 11 Agustus 2022
Kamis, 11 Agustus 2022

Pemdes di NTB Diminta Terlibat Aktif dalam Karantina Mandiri PMI

MATARAM-Pemerintah desa (pemdes) diharapkan terlibat aktif terkait Pekerja Migran Indonesia (PMI). Terutama untuk karantina mandiri bagi PMI yang baru pulang dari luar negeri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Hj Wismaningsih Drajadiah menjelaskan, karantina PMI selama ini sudah dilakukan pemerintah. Khususnya bagi PMI yang pulang dengan penerbangan langsung dari Malaysia menuju Lombok.

“Mereka menjalani karantina terpusat di Asrama Haji, Kota Mataram, selama lima,” paparnya, Selasa (9/3).

Sebelum karantina, seluruh PMI akan dicek kesehatan. Dilakukan tes swab PCR guna memastikan apakah mereka terpapar virus korona atau tidak. Tes PCR dilakukan selama dua kali, di hari pertama dan kelima. Untuk yang negatif, diperbolehkan pulang. Sementara yang positif, akan dirawat di rumah sakit.

Wisma mengatakan, kebijakan tersebut akan mengalami perubahan sedikit. Yakni dengan memasukkan peran pemerintah desa.“Kita ingin semua bergerak memperhatikan PMI. Bukan hanya provinsi dan kabupaten/kota, tapi harus sampai ke desa juga,” jelas Wisma.

Baca Juga :  P3MI NTB Dorong Keberangkatan Pekerja Migran Indonesia yang Terampil

Nantinya, setiap PMI yang datang setelah dilakukan tes swab PCR, tidak akan menjalani karantina terpusat lagi. Khusus yang hasilnya negatif, satgas covid akan mengarahkan PMI agar menjalani karantina di desa masing-masing.

Karena itu, seluruh desa yang ada warganya sebagai PMI, diharapkan menyediakan rumah isolasi atau shelter. Untuk tempat karantina PMI setelah pulang dari luar negeri.

Menurut Wisma, beberapa desa di NTB telah menyediakan rumah isolasi. Sebagai bagian dari program Kampung Sehat jilid I tahun lalu. ”Ini yang kita minta untuk diaktifkan kembali. Tetap dikolaborasikan dengan Kampung Sehat. Tapi, terkait ini, tetap butuh persetujuan dari pimpinan,” tuturnya.

Disinggung soal pengawasannya, kata Wisma, tentunya menjadi kewenangan bersama juga. Antara satgas provinsi, kabupaten/kota hingga desa. ”Tapi tetap nanti kewenangan terbesar itu berada di desa,” kata Wisma.

Baca Juga :  Tidak Memenuhi Syarat, 14 Ribu KK Gagal Masuk PKH

Sejauh ini, selama kebijakan karantina terhadap PMI yang dilakukan dari Januari hingga Maret, satgas sudah menerima kedatangan 3.213 PMI. Jumlah PMI terbanyak berasal dari Lombok Timur, 1.562 orang; Lombok Tengah 1.098 orang; serta Lombok Barat 388 orang. ”Dari total PMI yang pulang, yang positif itu ada lima orang,” tandasnya.

Sementara itu, Karo Kesra Setda NTB Ahmad Masyhuri mengatakan, kedatangan PMI terus menjadi atensi satgas penanganan covid. Apalagi setelah kemunculan virus covid varian baru dengan kode B1117. ”Langkah-langkah yang dilakukan satgas, salah satunya untuk mengantisipasi virus baru ini. Selain menekan penyebaran covid secara umum,” kata Masyhuri. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/