alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Pemerintah Imbau Warga NTB di Luar Daerah Tak Pulang Kampung

MATARAM-Larangan mudik bagi aparatur pemerintah telah berlaku sejak Kamis (9/4) lalu. Larangan ini tidak lain untuk menekan penyebaran pandemi virus korona (Covid-19).

“Ya, sudah diimbau agar tidak mudik,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB H Mohammad Rum pada Lombok Post, Jumat (10/4).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memastikan semua pegawainya tidak boleh mudik. Adapun empat golongan yang dilarang mudik ialah ASN, TNI, Polri, dan pegawai BUMN (serta anak perusahaannya).

Sementara itu, untuk masyarakat, pemerintah tengah mengkaji terkait imbauan larangan mudik. “Imbauan larangan mudik ini cukup dari presiden, dan berlaku di seluruh daerah di Indonesia (termasuk di NTB),” jelasnya.

Menurut Rum, pemerintah telah banyak mengeluarkan surat edaran (SE) untuk menekan penyebaran Covid-19. “SE yang ada saja, masih banyak dilanggar,” ujar dia.

Terkait larangan mudik ASN, Kementerian PAN-RB telah mengeluarkan edaran yang mengatur larangan tersebut. Pada intinya, ASN dilarang mengambil cuti selama beberapa waktu ke depan. Termasuk saat Lebaran Idul Fitri mendatang.

Dalam SE tersebut, ASN beserta keluarganya dilarang untuk bepergian ke luar daerah ataupun mudik. Larangan tersebut berlaku selama penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat selama Covid-19. Jika terpaksa ke luar kota, harus ada izin khusus atasan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB Prof H Saiful Muslim mengatakan, belum ada fatwa MUI terkait larangan mudik. “Belum ada, kita ikut pusat, biar satu pintu,” katanya pada Lombok Post, kemarin.

Menurut dia, imbauan larangan mudik masih menuai pro kontra di kalangan masyarakat. “Imbauan ini masih rancu, ada yang jelas-jelas melarang. Tapi ada juga yang tidak,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya akan menunggu fatwa resmi dari MUI pusat. “Kalau sudah keluar, kita eksekusi di sini,” ujarnya.

Larangan mudik ini dinilainya mampu menekan penyebaran covid-19. Khususnya, di pintu masuk dan keluarnya warga. Seperti di bandara dan terminal hingga pelabuhan.

“Semisal ada yang datang (dari luar kota), ada baiknya mengikuti protokol pemerintah. Ini semata-mata untuk menekan penularan virus korona,” tuturnya.

Menurutnya, masyarakat di NTB tidak banyak yang akan mudik ke luar pulau. “Paling banyak itu, dari kota ke kabupaten, tapi kami tetap imbau tetap jaga kesehatan,” tutupnya. (tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks