alexametrics
Senin, 3 Agustus 2020
Senin, 3 Agustus 2020

Diskresi Gubernur Tidak Tepat

MATARAM-Rencana gubernur mengajukan diskresi pengangkatan Dirut PT Gerbang NTB Emas (GNE) tidak tepat. Diskresi dilakukan untuk menemukan kepastian hukum dan mengisi kekosongan hukum. Dalam konteks pengangkatan Dirut GNE yang melanggar aturan, diskresi tidak tepat.

”Ini hanya karena alasan ingin meloloskan orang-orang tertentu,” kata Aktivis Forum Indonesia untuk Transparansi (FITRA) NTB Jumi Jumaidi, kemarin (9/5).

            Menurutnya, prosedur pengangkatan Dirut GNE sudah jelas melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 37 Tahun 2018. Solusinya hanya dengan mengulang proses pengangkatan Dirut. Gubernur juga harus menunjukkan ke publik soal profesionalisme. ”Jika memang syarat tidak mengizinkan, maka jangan dipaksakan dengan menabrak aturan,” katanya.

Menurutnya, pengangkatan Dirut PT GNE lebih karena faktor kedekatan. Sehingga prosesnya tidak objektif, bahkan keluar dari aturan yang ada. Semua orang tahu siapa Samsul Hadi. Dia merupakan ketua pemuda Nahdlatul Wathan (NW) dan menjadi tim sukses Zul-Rohmi.

Praktek seperti itu menurutnya sudah menjadi rahasia umum. Hal itu membuat BUMD selama ini terkesan sebagai penampungan tim sukses. Dampaknya, orang-orang yang menduduki jabatan Dirut GNE terkesan tidak profesional.

Hal itu terlihat dari kontribusi dividen enam BUMD rendah. Beberapa tahun belakangan cenderung menurun. Tahun 2018 hanya Rp 60 miliar, turun dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 163 miliar.

Sementara PT GNE, dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Tahun 2016 kontribusi ke Pemda Rp 1 miliar, tapi tahun 2017 turun menjadi Rp 750 juta, sedangkan tahun 2018 hanya berkontribusi Rp 841 juta. ”Itu buah proses seleksi yang mengedepankan kedekatan, bukan profesionalisme,” katanya.

Terkait hal itu, Sekda NTB H Rosiady Sayuti menjelaskan, Pemprov akan berkonsultasi ke Kemendagri. Mereka meminta pusat memberikan diskresi pimpinan karena Gubernur merupakan perwakilan pemerintah pusat di daerah. ”Karena sifatnya bukan sesuatu yang final dan mengikat, tidak masalah diskresi ke gubernur,” katanya.

Pengangkatan dan pemberhentian direktur BUMD merupakan kewenangan pemegang saham, dalam hal ini gubernur. Sehingga semua dikembalikan kepada kebijakan gubernur.

Demikian juga Direktur PT GNE Samsul Hadi kepada Lombok Post, membantah ada unsur nepotisme dalam proses pengangkatan dirinya sebagai Dirut PT GNE. Dia mendaftar dan melalui proses seleksi sesuai aturan yang ditetapkan tim. Sampai akhirnya dia dipilih sebagai Dirut GNE, disahkan dengan akta notaris.

Dia juga bukan tiba-tiba jadi pengusaha. Dia sudah lama berkecimpung di dunia usaha sejak lama. Dia tertarik menjadi Dirut karena melihat GNE punya potensi untuk maju. ”Saya tidak mengerti dari sisi apa dimaksud nepotisme,” tandasnya. (ili)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Desa Sekotong Tengah Pertahankan Status Zona Hijau Covid 19

Desa Sekotong Tengah terus mempertahankan status zona hijau Covid-19. Langkah sukses ini tak lepas dari upaya pemdes bersama masyarakat dengan dibantu TNI-Polri. Kuncinya, mitigasi dilakukan sedari awal kemunculan covid-19.

VIDEO : Polda NTB Bongkar Penyelundupan 2 Kg Sabu di Cakranegara

Penderita rabun ayam bakal sulit melihat jika kekurangan sumber cahaya. Tetapi, kekurangan para penderita penyakit tersebut malah  dimanfaatkan oleh para bandar narkoba. Untuk menyelundupkan sabu.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

Pathul Bahri, Pasrah Bila tak Diusung Golkar

HL Pathul Bahri enggan menanggapi hasil survei beberapa lembaga yang menempatkan elektabilitasnya nyaris di bawah satu digit. Salah satunya survei Olat Maras Institute yang menempatkannya di angka 13,9 persen. “Ya itu urusan di sana,” katanya.

Pelestarian Penyu Terus Jadi Atensi Pemerintah 

Meski berada di situasi pandemi Covid-19, upaya pelestarian penyu, tetap menjadi perhatian pemerintah

KPU NTB Jelaskan Teknis Verifikasi Faktual Calon Perseorangan

KPU NTB memperjelas teknis verifikasi data dukungan calon perseorangan. Anggota KPU NTB Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM Agus Hilman menjelaskan pencoretan dukungan dilakukan bila Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Independen gagal mendatangkan pemilik dukungan sampai di kantor PPS.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

Sindikat Curanmor di Lotim Terbongkar, 24 Motor Hasil Curian Disita

Dua orang tersangka  pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan tiga penadah berhasil diringkus tim Puma Satreskrim Polres Lotim. Bersama para tersangka, 24 unit sepeda motor hasil curian berhasil disita. “Beberapa di antara pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama,” kata Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio pada konferensi pers yang digelar kamis (30/1).

Jumlah Pasien Korona NTB dalam Kondisi Kritis Melonjak Drastis

Semakin banyak pasien Covid-19 masuk ke RSUD NTB dalam kondisi parah. ”Pasien datang sudah dalam keadaan gagal napas,” kata Direktur RSUD NTB dr H Lalu Hamzi Fikri usai meninjau pembangunan rumah sakit darurat khusus Covid-19, Rabu  (29/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks