alexametrics
Senin, 3 Agustus 2020
Senin, 3 Agustus 2020

Dalam Sepekan, 17 Anak di NTB Terjangkit Korona

MATARAM-Pemprov NTB butuh kerja ekstra menekan kasus Korona pada anak. Sebab, hanya sepekan saja. Virus Korona yang menyerang belasan  anak-anak di NTB.

“Ini mencemaskan,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (8/5).

Hingga kemarin, jumlah anak NTB yang terjangkit mencapai 30 orang. ”Setengahnya kita temukan dalam seminggu belakangan ini,” kata Nurhandini.

Tren peningkatan itu kata dia harus menjadi perhatian semua pihak. Sehingga sama-sama melindungi anak. ”Jika ada anak yang positif Covid-19, petugas medis harus bekerja ekstra,” kata dia.

Sesuai prosedur protokol penanganan Korona pada anak yang disiapkan Pemprov NTB, ketika ada anak dan orang tua positif, mereka dikarantina bersama orang tuanya. Tapi bila kedua orang tua positif dan anak negatif, maka dititipkan di UPTD Perlindangan Perempuan dan Anak (PPA) NTB.

Sementara itu, hingga kemarin, jumlah kasus Covid-19 di NTB mencapai 313 orang, 88 orang sembuh, enam orang meninggal dunia, dan 219 orang lainnya masih dirawat.

Rilis terbaru menunjukkan, dari 71 sampel yang diperiksa RSUD NTB hanya satu penambahan kasus positif di NTB. Pasien yang terkonfirmasi positif adalah pasien 313, IGEA, 19 tahun, warga Kelurahan Karang Taliwang, Cakranegara.  ”Tujuh orang pasien sembuh,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, dalam rilisnya.

Meski jumlah pasien terkonfirmasi positif hanya satu, namun warga tetap diingatkan untuk waspada. Tiga pertugas medis terkonfirmasi positif Covid-19. Satu orang perawat Puskesmas Ampenan, satu dokter, dan satu perawat di RSUD Kota Mataram. ”Orang-orang yang kontak erat dengan mereka kami istirahatkan dulu,” kata dr Hj Nurhandini Eka Dewi menambahkan.

Para petugas medis itu diduga tertular dari pasien positif Covid-19. Sebab intensitas mereka selama pandemi Covid-19 sangat tinggi. ”Dalam sehari ketemu banyak pasien,” jelasnya.

Petugas medis yang tertular, kata Eka, sudah menggunakan APD lengkap saat bertugas, namun masih juga terkena. ”Kami minta mereka tetap bekerja sesuai SOP dan menggunakan APD standar,” katanya.

Ia mengingatkan, petugas medis sangat rentan, apalagi beberapa pasien memiliki virus yang cukup banyak di dalam tubuhnya sehingga belum sembuh sampai saat ini. ”Klaster Gowa dan Bogor tinggi dan rata-rata tinggal di Mataram semua,” katanya.

Pasien-pasien yang masih sulit sembuh saat ini adalah pasien periode awal, sebab virus sudah cukup banyak di dalam tubuh mereka. Berbeda dengan pasien penularan ketiga, mereka cenderung cepat sembuh karena cepat ditangani.

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Desa Sekotong Tengah Pertahankan Status Zona Hijau Covid 19

Desa Sekotong Tengah terus mempertahankan status zona hijau Covid-19. Langkah sukses ini tak lepas dari upaya pemdes bersama masyarakat dengan dibantu TNI-Polri. Kuncinya, mitigasi dilakukan sedari awal kemunculan covid-19.

VIDEO : Polda NTB Bongkar Penyelundupan 2 Kg Sabu di Cakranegara

Penderita rabun ayam bakal sulit melihat jika kekurangan sumber cahaya. Tetapi, kekurangan para penderita penyakit tersebut malah  dimanfaatkan oleh para bandar narkoba. Untuk menyelundupkan sabu.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

Pathul Bahri, Pasrah Bila tak Diusung Golkar

HL Pathul Bahri enggan menanggapi hasil survei beberapa lembaga yang menempatkan elektabilitasnya nyaris di bawah satu digit. Salah satunya survei Olat Maras Institute yang menempatkannya di angka 13,9 persen. “Ya itu urusan di sana,” katanya.

Pelestarian Penyu Terus Jadi Atensi Pemerintah 

Meski berada di situasi pandemi Covid-19, upaya pelestarian penyu, tetap menjadi perhatian pemerintah

KPU NTB Jelaskan Teknis Verifikasi Faktual Calon Perseorangan

KPU NTB memperjelas teknis verifikasi data dukungan calon perseorangan. Anggota KPU NTB Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM Agus Hilman menjelaskan pencoretan dukungan dilakukan bila Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Independen gagal mendatangkan pemilik dukungan sampai di kantor PPS.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pathul Bahri, Pasrah Bila tak Diusung Golkar

HL Pathul Bahri enggan menanggapi hasil survei beberapa lembaga yang menempatkan elektabilitasnya nyaris di bawah satu digit. Salah satunya survei Olat Maras Institute yang menempatkannya di angka 13,9 persen. “Ya itu urusan di sana,” katanya.

Sindikat Curanmor di Lotim Terbongkar, 24 Motor Hasil Curian Disita

Dua orang tersangka  pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan tiga penadah berhasil diringkus tim Puma Satreskrim Polres Lotim. Bersama para tersangka, 24 unit sepeda motor hasil curian berhasil disita. “Beberapa di antara pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama,” kata Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio pada konferensi pers yang digelar kamis (30/1).
Enable Notifications.    Ok No thanks