alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Saat Korona di NTB Meninggi, Penerbangan ke Lombok Hari Ini Dibuka Lagi

MATARAM—Ditengah semakin tingginya peningkatan kasus korona di NTB penerbangan ke Lombok beroperasi kembali. Hal ini menyusul kebijakan relaksasi transportasi yang diberlakukan Kementerian Perhubungan RI.

Di NTB Bandara Lombok akan kembali melayani penerbangan dari dan menuju NTB, hari ini Sabtu (10/5) pagi.

General Manager Bandara Lombok Nugroho Jati menjelaskan, bandara Lombok siap melayani pembukaan rute beberapa maskapai penerbangan domestik. ”Kami siap melayani operasional terbatas maskapai penerbangan sesuai jam operasional, dari 09.00-15.00 Wita,” katanya.

Dalam operasional terbatas, pihak bandara menerapkan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan otoritas bandar udara, kantor kesehatan pelabuhan (KKP), TNI/Polri, pemerintah daerah, gugus tugas Covid-19, dan instansi terkait lainnya. ”Kami juga menyiapkan posko terpadu dengan 43 orang personel yang bertugas secara bergiliran,” terangnya.

Nugroho Jati menegaskan, sesuai SE Nomor 4 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, operasional bandara bukan untuk penumpang mudik. Tapi penumpang dinas, repatriasi WNI, pelajar, pekerja migran, pemulangan orang dengan alasan khusus, atau pasien darurat.

Selain itu, saat pembelian tiket calon penumpang harus melengkapi dokumen seperti surat tugas dari instansi, surat keterangan bebas Covid-19, serta melaporkan rencana perjalanan yang akan dilakukan. ”Penjualan tiket hanya dilakukan di kantor cabang maskapai penerbangan dan tidak di bandara,” katanya.

Setibanya di bandara, dokumen-dokumen tersebut akan diverifikasi petugas di area dropzone sebelum penumpang masuk ke terminal. Ketentuan lebih lengkap mengenai persyaratan serta jadwal penerbangan dapat menghubungi kantor cabang maskapai. ”Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak sebaiknya menunda perjalanan,” imbuhnya.

Terkait pengoperasian kembali penerbangan ini Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengungkapkan kekhawatirannya.  Ia meminta otoritas bandara melakukan protap pencegahan dengan baik.

”Intensitas pergerakan manusia antar daerah akan meningkat, sementara di Mataram dan Lombok Barat sudah terjadi transmisi penularan lokal,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, kemarin.

Ia berharap, seluruh perangkat daerah, termasuk pemda kabupaten/kota mampu mengantisipasi. Khususnya dalam mendisiplinkan warga agar penularan virus bisa ditekan. ”Hanya dengan tertib dan disiplin kita bisa cepat keluar dari wabah ini,” katanya. Seperti diketahui hingga Sabtu (9/5) malam kasus korona di NTB mencapai 330 kasus. Naki 17 kasus dibanding hari sebelumnya.(ili/dss/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks