alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Mengitari Pulau Lombok, Looping Sistem 150 kV Bikin Listrik Semakin Andal

MATARAM-Pembangunan looping sistem tegangan tinggi 150 kV Lombok tuntas. Itu ditandai dengan berhasilnya pemberian tegangan pertama pada sistem jalur transmisi SUTT 150 kV Switching-Tanjung dan SUTT 150 kV Mataram Incomer beberapa waktu lalu.

General Manager (GM) PT PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) Wahidin menyampaikan untuk membangun looping sistem tegangan tinggi Lombok, PLN menghabiskan dana investasi lebih dari Rp 1,7 triliun. “Sistem ini untuk meningkatkan keandalan serta pelayanan kepada pelanggan,” katanya.

Looping sistem tegangan tinggi 150 kV Lombok merupakan sistem transmisi yang memiliki tegangan operasional 150 kV. Terbentang mengitari pulau Lombok melintasi lima kabupaten/kota.

Looping sistem ini menghubungkan pembangkit-pembangkit yang merupakan backbone penghasil tenaga listrik di sistem kelistrikan Lombok. Memiliki panjang 522 kilo meter sirkuit (kms). Ditopang 861 tapak tower. Jarak antar tapak tower rata-rata 300 meter. Serta ditunjang 12 gardu induk (GI) dengan total kapasitas sebesar 800 Mega Volt Ampere (MVA).

Baca Juga :  Tanah Enklave Harus Segera Dituntaskan

“Dengan looping jaringan tegangan tinggi, interkoneksi antargardu induk maupun antarpebangkit yang terinterkoneksi akan meningkatkan keandalan pada sisi pelayanan pelanggan, karena pembagian beban kelistrikan lebih stabil,” terang Wahidin.

Untuk diketahui sistem kelistrikan pulau Lombok memiliki daya mampu sebesar 284,32 MW dengan beban yang ditanggung sebesar 271,06 MW. Sehingga dengan daya cadangan 13,26 MW PLN siap menyambut investasi dan pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat umum secara baik.

PLN menghadapi tantangan yang kompleks, karena harus mampu merespons kebutuhan pelanggan dengan cepat, serta memprediksi kebutuhan beban untuk beberapa jangka waktu ke depan.

Saat pembangunan looping sistem yang merupakan proyek strategis nasional ini, PLN dihadapkan pada rintangan yang tidak ringan. Lokasi konstruksi yang melintasi bentang alam pulau Lombok yang sangat menantang. Akses tiap tapak tower yang melewati hutan, pegunungan, kontur kemiringan yang terjal, dan tantangan sosial yang mengharuskan interaksi tim PLN dengan berbagai macam kultur masyarakat dan local genius pada setiap wilayah. Namun, dengan SDM yang andal, ditambah penggunaan teknologi yang mumpuni, pengambilan keputusan yang cermat, dan tepat sesuai kondisi, proyek pembangunan tersebut dapat direalisasikan dengan aman.

Baca Juga :  Inspektorat NTB Usul Pemutihan Kerugian Negara Rp 1 Miliar

“Sejalan dengan transformasi yang dilakukan PLN, baik dari sisi input energi, proses transmisi dan distribusi, serta pelayanan pelanggan, maka keandalan sistem pada sisi teknis, PLN dituntut  memberikan pelayanan yang prima sehingga PLN menjadi pilihan nomor #1 pelanggan untuk solusi energi,” lanjut Wahidin.

Prioritas utama pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dilaksanakan PLN harus mampu menjawab beberapa hal. Di antaranya peningkatan suplai listrik ke masyarakat, peningkatan keandalan sistem kelistrikan, menjadi pendorong penggerak roda perekonomian masyarakat, pembangunan dan industri, serta terjadinya penurunan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik.

”Kami menyampaikan terima kasih yang tinggi kepada segenap pihak dan stakeholder yang turut berperan menyukseskan capaian pembangunan ini,” tutup Wahidin. (*/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/