alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

MATARAM-Penyebaran virus Korona di Kota Mataram semakin menggila. Kini, yang diserang tak hanya orang beraktivitas di pasar tradisional, tapi juga mereka yang ada di kantor-kantor.

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7).

Tak hanya itu, satu pemilik rumah makan di wilayah Cilinaya juga dinyatakan positif Korona. Padahal ia tidak pernah pergi ke luar daerah. “Dia (pemilik) tertular karena menjadi kasir,” ungkapnya.

Dia mengaku, penularan Korona di Cilinaya cukup megkhawatirkan, lantaran banyaknya pertokoan, hotel, dan perkantoran. Sementara di satu sisi, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengambil langkah. Misalnya menutup perkantoran atau toko.

“Ini yang kita bingung. Kira-kira langkah yang harus kita lakukan itu seperti apa,” tanya Agung.

Sejauh ini, kata dia, perkantoran dan pusat perbelanjaan di wilayah Cakranegara sudah menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menyiapkan tempat cuci tangan, social dan physical distancing.

Mananggapi kondisi ini, Kepala BPBD Kota Mataram Mahfuddin Noor mengatakan, penularan Covid-19 sudah mulai bergeser. Tidak lagi di lingkungan. Namun kini sudah merambah perkantoran dan pusat perbelanjaan.

Karena itu,  ia meminta setiap pusat perbelanjaan dan perkantoran menerapkan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, tempat cuci tangan, jaga jarak, dan hindari kerumunan. “Kalau ini tidak diterapkan bisa kita tutup,” tegasnya.

Langkah tegas memang harus dilakukan Pemkot Mataram. Sebab, daerah ini sudah menjadi penyumbang kasus terbesar Covid-19 di NTB. Bahkan, saking mengkhawatirkannya, Wagub NTB pun berkali-kali melayangkan kritik pedas kepada para pejabat di daerah ini.

Menanggapi hal itu, pansus pengawasan penanganan covid DPRD Kota Mataram meminta pemkot mengambil sisi positifnya. ”Jadikan sebagai cambuk. Mendorong supaya ada akselerasi menurunkan angka kasus positif,” kata Ketua Pansus pengawasan penanganan covid DPRD Kota Mataram Abdurrachman, kemarin.

Apa yang dikatakan Wagub, kata Rachman, tak jauh beda dengan temuan pansus. Hanya saja, Wagub perlu melihatnya secara proporsional. Misalnya, saat menanyakan kinerja Satpol PP soal pengawasan di semua tempat usaha. Soal penerapan protokol pencegahan covid.

Rachman menyebut, Satpol PP Kota Mataram tentu kesulitan apabila harus mengawasi semua tempat usaha. Personel mereka terbatas. Belum lagi anggarannya yang banyak dialihkan untuk penanganan covid.

Pemprov seharusnya menjadikan itu sebagai atensi bersama. Bila perlu, menurunkan bantuan personel, yang juga dari Satpol PP, untuk bersama-sama melakukan pengawasan. ”Jangan hanya karena penilaian sepihak, kemudian keluar statemen yang kurang bijak. Apalagi beliau sebagai Wagub,” ujar Rachman.

Kemudian soal program maskerisasi. Kata Rachman, program ini masih berjalan. Tentu tidak bisa serta merta langsung selesai 100 persen. Semuanya dilakukan secara bertahap. Ia juga menilai, seluruh OPD yang tergabung dalam satgas gugus tugas penanganan pandemi, sudah maksimal bekerja.

”Tapi, yang namanya ikhtiar kemudian hasilnya dinilai kurang maksimal oleh pejabat maupun masyarakat, itu sah-sah saja,” tuturnya.

Rachman juga mengkritisi soal bantuan yang diungkit-ungkit Wagub NTB. Katanya, bantuan yang diberikan merupakan suatu kewajaran. Bahkan sebagai keharusan. Sehingga, tidak perlu terlalu dibesar-besarkan. Apalagi sampai mengatakan Pemprov NTB serius tangani covid, sementara Pemkot Mataram tidak.

”Itu tidak bijak,” kata Rachman.

Seharusnya, penanganan covid dan masalahnya harus dilihat secara komprehensif. Laju pertumbuhan kasus yang tinggi, tak lepas dari posisi Kota Mataram sebagai ibu kota provinsi. Masalah serupa, juga dihadapi ibu kota lain di Indonesia.

Aktivitas kegiatan masyarakat cukup tinggi. Sementara, luas wilayah tidak terlalu besar. ”Ini juga menjadikan Kota Mataram agak sulit mengatasi penyebaran virus. Dan, butuh bantuan seluruh elemen, termasuk pemerintah di atasnya,” tandas politisi Gerindra ini.

Wakil Ketua Pansus pengawasan covid Nyayu Ernawati memahami kondisi Satpol PP. Anggarannya banyak dicoret dengan alasan sudah tidak lagi dalam masa pandemi. ”Ya akhirnya tiarap Satpol PP. Mau gimana lagi kalau anggarannya dicoret,” kata Nyay

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks