alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

JAKARTA-Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi atas pemenuhan kebutuhan alkes yang sudah sangat mendesak di Indonesia. Sehingga tak lagi bergantung dari produk luar.

Selain itu, penggunaan RI-GHA Covid-19 juga akan terus didorong. Seperti arahan Presiden Joko Widodo sebelumnya, yang menyatakan bahwa regulasi berkaitan dengan belanja pemerintah lebih disederhanakan sesuai dengan kebutuhan di masa yang memerlukan upaya luar biasa  ini.

Selain itu, belanja pemerintah juga harus mengutamakan produk-produk yang ada di dalam negeri. Karena belanja pemerintah di dalam negeri akan memacu pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, ini juga berkaitan dengan masalah mental. Perlu ada revolusi mental untuk bangga dengan produk dalam negeri sendiri dan bisa menggunakan secara penuh percaya diri.

“Saya mohon dengan kehadiran Kepala LKPP, upaya kita untuk menunaikan arahan Presiden bisa betul-betul dilaksanakan dengan baik,” ujarnya dalam peluncuran RI-GHA Covid-19 di Kantor Kemenko PMK kemarin.

Para produsen dan peneliti juga diminta untuk tidak berhenti  berinovasi. Karena setiap produk pasti ada kekurangan dan menuntut penyempurnaan dari waktu ke waktu.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro menjelaskan secara lebih detail mengenai RI-GHA Covid-19 ini. Alat buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama dengan Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Mataram ini terbilang cepat dan praktis dalam penggunaannya. Hanya butuh waktu 15 menit untuk mengetahui hasil deteksi. Selain itu, tes bisa dilakukan sendiri.

“Maksutnya bukan kamu tes sendiri. Tapi misal, bareng-bareng mau tes gak harus ke rumah sakit seperti sekarang dengan manggil satu tenaga kesehatan,” paparnya.

Bukan hanya itu, Mantan Kepala Bappenas itu juga mengklaim jika alat ciptaan dalam negeri ini terbilang baik dari segi akurasi dan realibilitasnya. Lebih baik dari beberapa produk impor yang sudah beredar di Indonesia. Hal itu sudah di buktikan melalui sejumlah pengujian serum yang dilakukan para peneliti terhadap alat tersebut.

Dia mengatakan, RI-GHA Covid-19 ini sudah melalui uji validasi skala laboratorium dengan hasil nilai sensitivitas untuk Immunoglobulin M-nya (IgM) 96,8 persen dan Immunoglobulin G (IgG) sebesar 74 persen. Tes dilakukan melalui pengujian pada 40 serum pasien yang positif dari Balitbangkes.

Kemudian tingkat spesifitasnya art IgM 98 persen, bahkan untuk IgG-nya spesifitasnya 100 persen pada 100 koleksi serum “Artinya yang dilakukan dengan artificial,” katanya.

Tak hanya dilakukan pengetesan di dalam laboratorium, tes juga telah dilakukan di sejumlah rumah sakit. Menurut dia, rapid test lokal ini sudah dilakukan uji akurasi. Sekitar 4 ribu kit sudah digunakan di sejumlah rumah sakit di Jogjakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya. Uji lapangan  dengan menggunakan sekitar 6 ribu kit pun dilakukan di sejumlah puskesmas untuk memperkuat uji sebelumnya.

“Alat uji ini pun tergolong fleksibel, karena mampu mendeteksi OTG, ODP, PDP, dan Pasca Infeksi dengan menggunakan sampel serum, plasma, atau whole blood,” paparnya.

Produk pun telah mendapat ijin edar dari Kemenkes. Proses produksi pun tengah dilakukan oleh dua mitra industri, yakni PT Hepatika Mataram dan PT Prodia Diagnostic Line. Dia berharap, akan lebih banyak industri yang tertarik untuk bergabung. Dengan begitu, upaya pemenuhan rapid test untuk kebutuhan dalam negeri bisa terpenuhi.

Untuk saat ini, rapid test ini hanya dapat diproduksi sekitar 200 ribu. Ditargetkan bakal naik dua kali lipat di bulan depan. “Kami masih terus mencari mitra industri tambahan sehingga produksinya nanti bisa menutup kebutuhan,” katanya.

Diakuinya, cukup sulit mencari mitra ini. Banyak industri yang tertarik namun mereka harus mengeluarkan modal cukup besar karena sebelumnya tidak bergerak dalam industri kesehatan ini.

Disinggung soal harga, Bambang mengatakan harganya sangat murah. Hanya Rp 75 ribu. Dengan harga ini, tentu rumah sakit masih bisa menutupi biaya lainnya sehingga tak melampaui batasan harga yang ditetapkan Kemenkes.

“Aturan itu bukan monopoli. Tapi memang kan kita tidak pernah tahu harga sebenarnya berapa. Tapi dibandrol di rumah sakit sangat mahal,” ungkapnya.

Sementara mengenai pro kontra rapid test, Bambang menanggapi santai. Menurutnya, rapid tets ini memang tidak seakurat swab test PCR. Karena penggunaannya pun berbeda. Rapid test untuk skrining, sementara PCR untuk diagnosa. (ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks