alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Penanganan Kasus Pernikahan Sejenis Dialihkan ke Polres Lobar

MATARAM-Kasus pernikahan sesama pria  SU alias Mita dengan MU menyeret pejabat yang mengeluarkan rekomendasi dan menerbitkan surat nikah. Yakni  Kepala Lingkungan (Kaling) Pejarakan, Lurah Pejarakan Karya, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ampenan. ”Kita sudah terima berkas laporannya. Tetapi, penanganannya diserahkan ke Polres Lombok Barat (Lobar),” kata Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata, Kamis (9/7).

Sebelumnya, MU sudah melaporkan Mita ke Polres Lobar. Laporannya mengenai tindak pidana penipuan. ”Menurut kami delik yang diadukan hampir sama dengan di Polres Lobar. Makanya kita minta penanganannya dijadikan satu,” jelasnya.

Pihak pelapor melakukan delik aduannya mengenai pasal 263 KUHP. Dalam unsur pasal tersebut disebutkan, barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan suatu hak atau perikatan, dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar.

“Unsur laporan untuk menjerat para pejabat yang mengeluarkan rekomendasi dan menerbitkan surat nikah itu hampir sama dengan laporan awal mereka di Polres Lobar,” ujarnya.

Hari belum memonitor perkembangan penanganan kasusnya. Apakah para terlapor sudah diklarifikasi atau tidak. ”Saya belum cek. Nanti saya cek,” ungkapnya.

Sementara itu, penasihat hukum MU Aan Ramadhan mengatakan, sejauh ini laporannya masih mengendap di Lobar. Pelapor belum juga diperiksa terkait pengaduan tersebut. ”Ini kan saya sudah melapor sebulan. Tetapi, klien saya belum diperiksa,” kata Aan.

Terkait penangan laporan terhadap pejabat yang memberikan rekomendasi pernikahan itu seharusnya dilakukan di Polda. Karena, subjek dan objek pelaporannya berbeda. ”Kalau di Polres Lobar kita laporkan Mita mengenai penipuannya yang mengaku sebagai wanita, padahal dia seorang laki-laki. Kalau di Polda yang dilaporkan kan mengenai surat rekomendasi palsu yang dikeluarkan oleh pejabat itu,” jelasnya.

Menurutnya, jika penanganan kasusnya dijadikan satu otomatis harus diputuskan terlebih dahulu unsur penipuan yang dilakukan Mita. Yang memutuskan unsur pasal penipuannya itu adalah majelis hakim. ”Kalau seperti ini penanganannya, laporan kita terhadap para pejabat itu harus menunggu dulu. Kita tidak mau seperti itu. Harus dipisahkan deliknya,” ungkapnya.

Menurutnya, kaling, lurah dan KUA turut serta membantu Mita untuk melangsungkan pernikahan. telah mengeluarkan rekomendasi dan keterangan palsu dalam bentuk akta autentik. Berupa surat Surat Pengantar Perkawinan Nomor 38/RIRKK/V/2020 tertanggal 27 Mei 2020. ”Surat itu ditandatangani Lurah Pejarakan dan pihak dari lingkungan tempat tinggal Mita,” terangnya.

Dalam rekomendasi itu juga ditandatangani pihak Kantor Urusan Agama (KUA). Selanjutnya, surat rekomendasi itu diserahkan ke KUA Kediri, Lobar. ”Anehnya, pada surat rekomendasi itu, disebutkan identitas Mita berjenis kelamin perempuan. Padahal, Mita ini adalah pria,” bebernya.

Pihak Kepala Lingkungan juga kembali mengeluarkan akta autentik dan keterangan palsu berupa surat keterangan wali nikah Nomor: 01/LkL-RIR/V/2020. Pada surat tersebut juga ditandatangani Lurah Pejarakan.

Dalam surat keterangan wali nikah itu disebutkan, wali nasab Mita sudah meninggal dunia dan tidak memiliki wali nasab seorang pun. Sehingga, pernikahan itu diserahkan ke KUA Kediri untuk bertindak sebagai wali hakim sesuai Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2005. ”Dari pembuatan surat palsu itulah, Mita dan klien saya ini dapat melangsungkan pernikahan, 2 Juni 2020 lalu,” ujarnya. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks