alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

PGRC Akan Bangun Kilang Minyak dan Gas di Sumbawa, Investasi Rp 190 T

PT Palu GMA Refenery Consortium (PGRC) akan membangun Kawasan Ekonomi Khusus Minyak dan Gas di Sumbawa. Total invetasi diperkirakan akan mencapai Rp 190 triliun. Lokasi telah dipilih. Yakni di Teluk Santong, Kecamatan Plampang, Sumbawa.

—————————————–

 

KEPUTUSAN memilih Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Oil and Gas di Teluk Santong tersebut diputuskan Direktur dan Komisaris PT PGRC dan telah disampaikan kepada Gubernur NTB, pada Sabtu (8/8). Sehari sebelumnya, Direktur dan Komisaris PT PGRC bersama rombongan Pemprov NTB telah meninjau lokasi, dan dipastikan lokasi yang dipilih sangat layak.

Bahkan, segala potensi yang dimiliki oleh Teluk Santong membuat para investor merasa takjub. Segala potensi Teluk Santong dan sekitarnya melebihi semua persyaratan yang diminta oleh para investor. Bahkan rencana awal jumlah investasi sebesar Rp 150 triliun, kini berkembang lagi. Rencananya, PTPGRC akan mengembangkan pabrik etanol dengan nilai proyek sebesar Rp 40 triliun. Sehingga total investasi yang digelontorkan di Sumbawa mencapai Rp 190 triliun.

“Hasilnya (survey) sangat memuaskan. Semuanya melebihi ekspektasi kami,” kata Direktur PT PGRC Muhammad Rusdy seusai rapat bersama Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan jajaran Kepala OPD Provinsi NTB di Sumbawa, Sabtu (8/8).

Dia menjelaskan, ada tiga hal yang memuaskan tersebut. Pertama kontur lahan sangat bagus. Dia menyebut istilah “perfect”. Kedua, soil condition juga solid. Terakhir dari sisi kedalaman lautnya yang mencapai 25 meter.

“Jadi kalau mau narik SPR, tidak panjang-panjang amat. Kita sudah survey langsung ke sana sudah sesuai rencana kita,’’ katanya.

Malah floatingnya dinilai pas, untuk oil and gas. Untuk lahan yang diminta seluas 1000, tapi tapi tersedia 1.187.

Yang menarik dari hasil kunjungan lapangan, jajaran komisaris PT PGRC juga tertarik mengembangkan pabrik etanol. Terkait hal ini, perusahaan membutuhkan lahan minimal 20 ribu hektar lahan untuk tanaman tebu. Dan menurut data Pemda NTB, ada sekitar 21 ribu hektare lahan.

Hal lain lagi yang membuat kagum para investor ini adalah, proses pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus sudah berjalan. Dan KEK yang dikembangkan adalah KEK agro dan energi. Dan ini menjadi cocok dengan rencana pembangunan PGRC.

‘’Energinya kan oil dan gas. Agronya untuk pabrik etanol,’’ kata Rusdi.

Rusdi menambahkan, ini akan menjadi green KEK. Karena energi yang akan dikembangkan di sana adalah clean energy. Dan proyek ini mengarah menggunakan green nuklir yang sekarang sudah masuk Indonesia.

Dan yang lebih penting adalah untuk pertama kalinya di Indonesia lahannya clear dan clean. Tidak ada isu pembebasan lahan. “Ini merupakan pertama kali ada Kawasan Ekonomi Khusus yang lahannya clear and clean. Ini terobosan baru yang luar biasa dari Bapak Gubernur,’’ kata Rusdi.

Sementara itu, Komisaris PT PGRC Mr. Akhmad Khalil mengapresiasi perhatian Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang dinilai sangat luar biasa dalam memfasilitasi perusahaan. Memberikan kemudahan-kemudahan dalam mendukung rencana kegiatan perusahaan. ‘’Ini hari yang sangat luar biasa. Kami menemukan lokasi yang menakjubkan. Kita bisa mulai bisnis di sini,’’ ujarnya dalam bahasa inggris.

Menurutnya, karena usaha ini telah direncanakan sebelumnya, maka langkah selanjutnya tinggal menindaklanjuti dari rencana yang sudah ada. Misalnya menyiapkan lansekap, fasilitas akomodasi, pembangkit tenaga listrik dan sebagainya.

‘’Kita akan mulai aksi Bulan Desember ini. Masa persiapan ini butuh waktu sekitar tiga sampai lima tahun,’’ ujarnya.

Setelah proses lansekap, pekerjaan Strategic petroleum Reserve (PSR) atau cadangan minyak strategis. Tujuannya pertama agar cashflow nya jalan. Jadi investornya gak terlalu lama, bisa jadi trading.

Tujuan lainnya adalah meningkatkan cadangan minyak strategis nasional. Sekarang kan sekitar 11 hari. Jika mendapat tambahan 30 juta barel, diharapkan bisa meningkat paling tidak ke angka 25 hari cadangan strategisnya.

Ini berkaitan dengan strategi Blue print permintah dalam hal ketahanan energy nasional. Kita juga perlu crud oil di dalam negeri.

“Setelah SPR, refinery dengan Petrokimia. Jadi dua itu dijalankan paralael,’’ pungkasnya.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengibaratkan potensi alam Sumbawa dan syarat yang dicari oleh perusahaan seperti mur ketemu baut. “Kita rencanakan ground breaking pada 17 Desember bertepatan dengan HUT NTB. Semoga ini semua berjalan sesuai rencana kita semua,’’ kata Gubernur Zul.

 

Kunjungi Pulau Moyo

 

Dalam kunjungan ke Sumbawa ini, Gubernur juga menggelar kunjungan kerja ke Pulau Moyo. Di pulau wisata ini, Gubernur menggelar dialoh dengan para kepala desa di sana.

Kunjungan dipusatkan di Desa Labuhan Haji pada Jumat. Saat Gubernur dan rombongan tiba di sana, terlihat warga begitu bahagia. Dengan ramah, masyarakat Desa Labuhan Haji Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas, menyambut orang nomor satu di NTB ini.

Pertemuan digelar dengan suasana santai. Kepada Gubernur, Sofyan, Kepala Desa Labuhan Haji melaporkan bahwa telah hadir pada acara silaturahmi tersebut para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda tokoh wanita se-Pulau Moyo.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur mengungkapkan, bahwa sebagai pulau wisata, Pulau Moyo masih memiliki banyak lahan kosong yang tidak dimanfaatkan. Karena itu, lahan-lahan tersebut harus kita investasikan untuk anak cucu kita ke depan.

“Investasi tersebut membuat roda perekonomian kita jalan. Tapi, saya tidak ingin anak cucu kita menjadi penonton di tempatnya sendiri,” ujar Gubernur.

Lahan-lahan yang ada di Pulau Moyo ini harus bermanfaat. Jangan sampai terus menerus dibiarkan kosong. Jika sudah ada pembangunan, roda perekonomian berjalan lancar. Tentu, masyarakat kita menjadi semakin sejahtera.

“Jika pembangunan dan roda perekonomian seimbang. Masyarakat menjadi semakin sejahtera,” tambahnya.

Gubernur pun menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, investor kilang minyak akan melihat langsung potensi Pulau Moyo. Jika mereka semua tertarik, Gubernur mengajak agar masyarakat menyambut baik kehadiran mereka dan memfasilitasi apa yang mereka butuhkan. Tentunya, itu semua akan mendorong berputarnya roda perekonomian.

“Kalau kilang minyak ini sudah dibangun di sini. Tentu, kesehatan, kesejahteraan, pengangguran serta putus sekolah bisa teratasi,” ungkap Gubernur.

 

Sambut Baik

 

Atas rencana investasi tersebut, masyarakat menyambut sangat gembira. “Sebagai masyarakat, kami sambut baik niat Pak Gubernur akan bawa investor. Kami yakin tidak akan ada kendala,” ungkap Mardi, salah seorang tokoh agama di Pulau Moyo.

Namun, dia menekankan, agar jangan sampai investasi hanya dinikmati oleh orang-orang luar. Sementara masyarakat Pulau Moyo tidak merasakan dampak apapun.

“Harusnya, Pulau Moyo ini menjadi pulau yang sejahtera, tidak ada anak-anak putus sekolah, bahkan sampai menganggur,” katanya.

Dalam dialog tersebut, ada sejumlah hal yang memang disampaikan oleh masyarakat. Salah seorang kepala desa menyampaikan aspirasi masyarakat tentang pembatasan pembelian BBM kepada nelayan. Karena, sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupnya sebagai nelayan. Jangan sampai, pembatasan pembelian BBM tersebut membuat masyarakat tidak bisa berusaha.

“Kami mohon bapak Gubernur semoga kuota pembelian BBM tersebut bisa ditambah,” ujar Rahman, Kades Sebotok.

Lain lagi Juprin, kades Bajo Medang, dia mengaku kedatang Gubernur ke Pulau Moyo ini menjadi kesempatan emas. Karena, banyak masalah desa yang belum bisa diselesaikan, terutama masalah pengangguran.

“Bapak Gubernur, banyak anak-anak kami di Desa Bajo Medang yang menganggur, salah satu penyebabnya adalah kendala biaya dan kurangnya lapangan kerja,” ujarnya.

Dia berharap, investasi atau pembangunan harus segera dilakukan di Pulau Moyo. Dengan begitu, pengangguran bisa teratasi. “Kalau investasi atau pembangunan lainnya mendatangkan keuntaungan kepada masyarakat, mari kita bangun bersama,” ungkapnya.

Selain para kades dan tokoh agama yang banyak berbicara soal pembangunan daerah, para pemuda setempat banyak berbicara terkait kesehatan dan lingkungan. Erwin, salah seorang pemuda di sana menceritakan panjang lebar masalah kesehatan yang ada di Pulau Moyo. Dia mengaku bahwa, selama pandemi Covid-19 di NTB, tidak ada masyarakat sekitar yang terpapar. Namun ada satu penyakit berbahaya yang paling sering menyerang masyarakat yaitu malaria.

Usai menyarap semua aspirasi masyarakat, Gubernur memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat. Empat desa diberikan bantuan yaitu Desa Labuhan Haji, Desa Bugis, Desa Sebotok serta Desa Bajo Medang. Bantuan berupa uang tunai.

Sementara itu, bantuan juga datang dari Rektor Universitas Teknologi Sumbawa berupa beasiswa pendidikan. Rektor UTS Chairul Hudaya dalam kesempatan tersebut  langsung memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa asal Pulau Moyo yang kuliah di UTS.

Ia berharap, dengan pemberian beasiswa ini, mereka semua tidak takut menatap masa depan, dan bisa kembali berbuat banyak kepada masyarakat serta membantu keluhan warga yang ada.“Saat pulang kampung nanti, mereka bisa mengatasi masalah listrik, masalah pengangguran denga cara menciptakan lapangan kerja, serta masalah-masalah lainnya,” tutup rektor UTS. (kus/r6/adv)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks