alexametrics
Rabu, 25 November 2020
Rabu, 25 November 2020

Efek Tracing Masif, Kasus Covid-19 di Pulau Sumbawa Terus Naik

MATARAM-Laju pertambahan kasus covid-19 di Pulau Sumbawa terus naik sepekan terakhir. Rata-rata dalam satu hari terjadi penambahan 29 orang positif covid.

”Benar. Tapi, ini efek dari tracing masif yang sedang dilakukan,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah, Senin (9/11/2020).

Kenaikan angka positif covid dimulai 2 November. Terdapat 15 kasus positif covid di lima kabupaten/kota di Pulau Sumbawa. Lima kali lipat dibandingkan pertambahan kasus di Pulau Lombok dengan tiga orang.

Kemudian 3 November, terdapat 21 angka positif covid. Berbanding empat kasus di Pulau Lombok. Di 4 November, kasus positif covid melonjak sebanyak 51 orang di Pulau Sumbawa. Jauh lebih banyak dari Pulau Lombok, yang hanya tiga orang positif di hari yang sama.

Angka positif covid kemudian turun di 5 November. Hanya terdapat 12 orang positif berbanding 6 orang di Pulau Lombok. Satu hari setelahnya, 6 November, 20 orang terpapar virus covid. Dua kali lebih banyak dari lima kabupaten/kota di Lombok, yakni 10 orang.

Selanjutnya, selama dua hari berturut-turut, 7 dan 8 November, kasus positif covid di Pulau Sumbawa mencapai 42 dan 43 orang. Di hari yang sama, hanya empat dan satu orang positif di Pulau Lombok.

Meski ada kenaikan, Rohmi menyebut masyarakat jangan trauma melihat covid-19 dari jumlah angka positifnya. Tapi, juga jumlah tes yang dilakukan. Semakin banyak tes swab yang dilakukan, maka semakin bagus.

”Kalau misalnya jumlah (positif) sedikit, tesnya sedikit, itu gak benar. Semakin banyak tes, itu semakin bagus,” tutur Rohmi.

Dengan semakin banyak tes yang dilakukan, peluang untuk menemukan orang positif akan semakin besar. Sehingga pemerintah bisa lebih cepat melakukan penanganan. Juga lebih cepat mencegah penularan yang lebih luas.

”Lebih baik kita tracing masif, ditangani dengan baik. Seperti itu prinsipnya. Jadi jangan pura-pura merasa tidak ada covid,” imbuh Rohmi.

Lebih lanjut, Rohmi menyebut, masyarakat jangan memikirkan kapan ada vaksin. Tapi, bagaimana bisa terus disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan. ”Supaya bisa tetap produktif. Kalau ada vaksin, alhamdulillah. Kalau mundur juga tidak nyesal, karena sudah terbiasa hidup dengan protokol,” jelasnya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan, tracing terus dilakukan petugas di lapangan. Terutama terhadap mereka yang melakukan kontak erat dengan pasien positif covid.

”Secara teknis petugas sudah paham betul, mana yang harus di swab atau rapid,” kata Gede.

Terkait dengan laju covid-19 di Pulau Sumbawa, Gede menyebut tak lepas dari tingkat kedisiplinan masyarakat. Dari pantauan di media sosial, masih banyak masyarakat yang melakukan kegiatan dengan melibatkan masa.

”Kalau kita bisa menghindari berkerumun dan disiplin protokol, ada kecenderungan melandai. Apalagi dibarengi dengan penegakan Perda Nomor 7 Tahun 2020,” tuturnya. (dit/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas COVID-19

Pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori dan tinggi protein merupakan treatment yang dianjurkan saat terkena COVID-19. Hal ini berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh.

XL Axiata Raih Dua Penghargaan Internasional

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali berhasil mendapatkan penghargaan tingkat internasional.

Dewan Mataram Minta Pembagian Bantuan JPS Usai Pilkada

-Sejumlah anggota dewan meradang. Bukan karena tak setuju dengan bantuan JPS tahap enam. Tapi, mereka khawatir JPS ini ditunggangi kepentingan politik jelang Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang.

Vividerm Sunblock Buatan Lombok yang Berhasil Go International

Sunblock atau pelindung kulit yang diproduksi Iwin Insani diklaim ramah lingkungan. Tidak memakai bahan kimia dan tidak merusak terumbu karang.

HARUM Tata Pesisir Mataram, Dorong Potensi Kelautan dan Pariwisata

Potensi besar dalam sektor kelautan di Mataram berbanding lurus dengan tantangan yang dihadapi. Keberadaan nelayan dari muara Meninting di Utara hingga  pesisir Mapak di selatan menyisakan sejumlah  persoalan yang membutuhkan solusi komprehensip. Terutama menyangkut kesejahteraan nelayan dan penataan kawasan.

Kasus Dana Desa Sesait, Jaksa Temukan Indikasi Kerugian Lain

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram menemukan indikasi kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana desa Sesait, Kabupaten Lombok Utara (KLU). ”Kita ada temukan indikasi kerugian negara selain dari hasil temuan Inspektorat (KLU),” kata Kajari Mataram Yusuf, kemarin (22/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.
00:06:43

VIDEO : Polisi Bongkar Pabrik Sabu di Pringgasela Lotim

Peredaran gelap narkoba di Provinsi NTB benar-benar mengkhawatirkan. Pera pelakunya menggunakan beribu macam cara. Bahkan sudah ada yang memproduksi barang haram itu di daerah ini. Polisi sudah berhasil membongkarnya.

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Otak Pabrik Sabu Lotim Buronan Interpol, Kabur dari Brunei-Malaysia

Terbongkarnya pabrik sabu sekala rumahan di Pringgasela, Lombok Timur (Lotim) menyeret nama MY alias Jenderal Yusuf. Nyatanya Yusuf bukan penjahat “kaleng-kaleng”. Dia kini mendekam di Lapas Mataram pernah berurusan dengan Interpol.
Enable Notifications    OK No thanks