alexametrics
Jumat, 4 Desember 2020
Jumat, 4 Desember 2020

Kuota Pendakian ke Gunung Rinjani Diusulkan Naik 75 Persen

MATARAM-Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengusulkan penambahan kuota pendakian. Dari semula 30 persen, naik menjadi 50 hingga 75 persen. ”Kita sudah bersurat. Tapi, keputusannya itu di Jakarta,” kata Kepala Balai TNGR Dedy Asriady, Senin (9/11/2020).

Dari sejumlah taman nasional yang buka di saat pandemi, TNGR menjadi satu-satunya yang mengusulkan penambahan kuota pendakian. Pertimbangannya, tak lepas dari antusiasme masyarakat yang disampaikan di sejumlah akun medsos Balai TNGR.

Meski begitu, Balai TNGR tetap berhati-hati sekali mengambil langkah tersebut. Apalagi masih dalam suasana pandemi covid. Sehingga usulan penambahan kuota pendakian sebagai permintaan khusus yang diajukan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). ”Yang pasti TNGR serius, memahami apa yang diinginkan,” tuturnya.

Kuota pendakian saat ini hanya sebesar 30 persen. Yang merupakan kebijakan nasional. Kuota ini berlaku untuk empat pintu masuk Gunung Rinjani. Rinciannya, dari jalur Senaru dan Sembalun masing-masing sebanyak 45 orang. Kemudian, jalur Timbanuh 30 orang dan jalur Aikberik 30 orang.

Dengan usulan tambahan kuota nanti, jumlah pendaki di masing-masing pintu masuk, berpotensi bertambah dua kali lipat. Dari 50 orang hingga 100 orang.

Selain penambahan kuota pendaki, Balai TNGR juga mengusulkan waktu mendaki. Saat ini masih berlaku kebijakan pendakian selama dua hari satu malam. Adapun di usulan nanti, TNGR berharap ada penambahan waktu pendakian. Selama tiga hari dua malam atau empat hari tiga malam.

”Saya beranikan diri untuk meminta. Penambahan (waktunya) paling tidak seperti normal dulu,” jelas Dedy.

Terlepas dari itu, Dedy meminta masyarakat yang ke Gunung Rinjani seharusnya paham dengan regulasi saat ini. Misalnya, dengan waktu dua hari satu malam, tentu ada pilihan yang diberikan kepada pendaki. Memilih untuk ke puncak gunung atau Danau Segara Anak saja.

”Kalau keinginan TNGR bebas. Tapi, kan tidak bisa begitu. Karena memang di masa pandemi ini semua dibatasi. Untuk mencegah munculnya klaster pendakian,” katanya.

Sementara itu, setelah resmi dibuka pada 22 Agustus lalu, sudah ada 3.799 orang yang mendaki Gunung Rinjani, hingga awal November ini. Pendaki didominasi wisatawan domestik dan lokal sebanyak 3.740 orang. Sisanya merupakan wisatawan mancanegara, yakni 59 orang.

Selama pendakian, ada SOP yang diberlakukan. Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah I Balai TNGR Teguh Rianto menyebut SOP yang dikeluarkan Balai TNGR harus dipatuhi. Ada konsekuensi bagi pendaki yang tidak mematuhi aturan. ”Itu langsung kita blacklist,” kata Teguh. (dit/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Masukkan Program Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah

Program-program yang dicetuskan pasangan nomor urut 1, H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum) selalu bikin takjub. Salah satunya, memasukkan Mitigasi Bencana dalam kurikulum sekolah.

Industri Kreatif, Solusi Muda Hadirkan Lapangan Kerja

Debat publik putaran ketiga Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram telah selesai digelar. Pasangan HL Makmur Said dan H Badruttamam Ahda tampil maksimal dalam debat pamungkas.

Percepat Pemulihan Ekonomi, HARUM Prioritaskan Penggunaan Produk Lokal

Pandemi Covid 19 telah membuat perekonomian di Kota Mataram melambat. Sejumlah sektor utama yang menjadi tulang punggung perekonomian Mataram mengalami penurunan cukup signifikan.

Kampus Kemungkinan Dibuka Pertengahan Januari

Mulai pertengahan Januari 2021, kampus diizinkan kembali buka. Pada semester genap tersebut, perkuliahan akan menerapkan hybrid learning. Yaitu, kombinasi antara tatap muka dan pembelajaran dalam jaringan (daring).

Lagi Kader PDIP Ditangkap KPK, Kali ini Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo, Kamis (3/12). Tim penindakan KPK mengamankan Kader PDI Perjuangantersebut  sekitar pukul 13.00 WIB.

Survei Indikator, Pathul-Nursiah Unggul di Pilbup Loteng

Hasil survei Indikator sejak 25-29 November lalu menempatkan pasangan calon bupati dan wakil bupati HL Pathul Bahri-HM Nursiah unggul telak dengan perolehan 45,9 persen. Terpaut jauh dari pasangan di posisi kedua.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Debat Pamungkas, BARU Sindir SALAM Takut Pajang Logo PDI Perjuangan

Debat terakhir pasangan calon wali kota dan wali kota Mataram telah berakhir Senin (30/12) lalu. Seluruh paslon telah menyampaikan visi misi dan program kerja jika mereka terpilih memimpin Mataram di periode mendatang.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks