alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Kuota Pendakian ke Gunung Rinjani Diusulkan Naik 75 Persen

MATARAM-Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengusulkan penambahan kuota pendakian. Dari semula 30 persen, naik menjadi 50 hingga 75 persen. ”Kita sudah bersurat. Tapi, keputusannya itu di Jakarta,” kata Kepala Balai TNGR Dedy Asriady, Senin (9/11/2020).

Dari sejumlah taman nasional yang buka di saat pandemi, TNGR menjadi satu-satunya yang mengusulkan penambahan kuota pendakian. Pertimbangannya, tak lepas dari antusiasme masyarakat yang disampaikan di sejumlah akun medsos Balai TNGR.

Meski begitu, Balai TNGR tetap berhati-hati sekali mengambil langkah tersebut. Apalagi masih dalam suasana pandemi covid. Sehingga usulan penambahan kuota pendakian sebagai permintaan khusus yang diajukan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). ”Yang pasti TNGR serius, memahami apa yang diinginkan,” tuturnya.

Kuota pendakian saat ini hanya sebesar 30 persen. Yang merupakan kebijakan nasional. Kuota ini berlaku untuk empat pintu masuk Gunung Rinjani. Rinciannya, dari jalur Senaru dan Sembalun masing-masing sebanyak 45 orang. Kemudian, jalur Timbanuh 30 orang dan jalur Aikberik 30 orang.

Baca Juga :  Tekad Olahraga NTB, dari PON Menuju Pentas Olahraga Internasional

Dengan usulan tambahan kuota nanti, jumlah pendaki di masing-masing pintu masuk, berpotensi bertambah dua kali lipat. Dari 50 orang hingga 100 orang.

Selain penambahan kuota pendaki, Balai TNGR juga mengusulkan waktu mendaki. Saat ini masih berlaku kebijakan pendakian selama dua hari satu malam. Adapun di usulan nanti, TNGR berharap ada penambahan waktu pendakian. Selama tiga hari dua malam atau empat hari tiga malam.

”Saya beranikan diri untuk meminta. Penambahan (waktunya) paling tidak seperti normal dulu,” jelas Dedy.

Terlepas dari itu, Dedy meminta masyarakat yang ke Gunung Rinjani seharusnya paham dengan regulasi saat ini. Misalnya, dengan waktu dua hari satu malam, tentu ada pilihan yang diberikan kepada pendaki. Memilih untuk ke puncak gunung atau Danau Segara Anak saja.

Baca Juga :  Komisi IX DPR Cek BSU dan Kartu Prakerja di NTB

”Kalau keinginan TNGR bebas. Tapi, kan tidak bisa begitu. Karena memang di masa pandemi ini semua dibatasi. Untuk mencegah munculnya klaster pendakian,” katanya.

Sementara itu, setelah resmi dibuka pada 22 Agustus lalu, sudah ada 3.799 orang yang mendaki Gunung Rinjani, hingga awal November ini. Pendaki didominasi wisatawan domestik dan lokal sebanyak 3.740 orang. Sisanya merupakan wisatawan mancanegara, yakni 59 orang.

Selama pendakian, ada SOP yang diberlakukan. Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah I Balai TNGR Teguh Rianto menyebut SOP yang dikeluarkan Balai TNGR harus dipatuhi. Ada konsekuensi bagi pendaki yang tidak mematuhi aturan. ”Itu langsung kita blacklist,” kata Teguh. (dit/r5)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/