alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Pariwisata Mulai Pulih, Kunjungan Masih Sepi

MATARAM-Pemerintah mengklaim pemulihan pariwisata pascagempa sudah membalik. Hampir semua objek wisata beroperasi kembali. Tapi kunjungan wisatawan masih belum mampu dikembalikan seperti sediakala.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal menjelaskan, “recovery” pariwisata mencakup tiga hal yakni amenitas atau fasilitas seperti hotel, restoran, rumah makan dan toko cenderamata. Kemudian atraksi wisata mencakup seni, budaya, tradisi, dan kekayaan alam yang jadi daya tarik wisatawan, serta aksesibilitas yakni akses tranportasi menuju objek wisata.

Menurut Faozal, hampir semua sudah kembali normal. Perbaikan amenitas hampir 90 persen. Di kawasan Senggigi hanya Hotel Sudamala yang belum final perbaikannya. Pemilik memutuskan membongkar bangunan secara keseluruhan sehingga butuh waktu lama. Sementara hotel lain sudah beroperasi semua.

“Kemudian di tiga gili yang belum recovery adalah hotel-hotel yang pemiliknya menunggu selesainya asuransi, menunggu modal,” katanya.

Sementara pemilihan aksesibilitas hanya di Pelabuhan Bangsal dan Dermaga Trawangan yang belum selesai. Fasilitas umum di Pelabuhan Bangsal belum diperbaiki tapi tahun ini ditender. “Dermaga Gili Trawangan dananya Rp 15 miliar, itu juga  persiapan selesai tender,” kata Faozal.

Dana tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pariwisata untuk pemulihan pascagempa. Sementara untuk atraksi wisata, pendakian Gunung Rinjani dan perbaikan Masjid Islamic Center NTB yang belum selesai. Pendakian Rinjani di awal tahun memang lazim dilakukan karena cuaca. Periode Maret selalu ditutup dan akan bukan kembali April mendatang. Tapi sebelum dibuka harus dipastikan faktor keamanan, Balai Taman Gunung Rinjani (BTNGR) yang akan menentukan kapan dibuka.

Rencananya Rinjani baru dibuka 2020. Tapi menurut Faozal pihaknya akan berupaya supaya cepat dibuka. Sebab NTB punya banyak event yang harus digelar di Rinjani, seperti Rinjani 100 dan Asian Pacific Geoparks Network (APGN) Syimposium 2019.

Meski demikian, tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok saat ini masih sangat sepi. Hal itu disebabkan banyak faktor eksternal seperti harga tiket pesawat yang mahal. Mahalnya harga tiket membuat kunjungan turis domestik maupun mancanegara turun drastis.

Sepinya kunjungan wisatawan tidak hanya terlihat di kawasan wisata Senggigi atau tiga gili. Tapi juga kunjungan wisatawan ke objek wisata bersejarah seperti Taman Mayura, Cakranegara, Kota Mataram. Pada akhir pekan taman itu tetap nampak sepi. Namun beberapa orang wisatawan asing mulai datang untuk melihat peninggalan Raja Anak Agung Gde Ngurah Karangasem tersebut.

Kardina, salah seorang wisatawan domestik mengatakan, mengaku cukup senang datang ke Taman Mayura  karena suasananya tenang. Dia datang bersama keluarga sekadar ingin melihat-lihat bekas peningggalan zaman kerajaan di Mataram. Hal itu membuatnya merasa kembali ke zaman kerajaan. “Bagus, suasana hijau dan ada  bekas-bekas peninggalan kerajaan gitu,” ujarnya. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks