alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

SPN NTB : Penerima Kartu Prakerja Harus Jelas, Jangan Asal-asalan

MATARAM-Pemberian kartu prakerja tak boleh asal-asalan. ”Siapa yang mendapatkannya harus jelas dulu, jangan sampai tidak tepat sasaran,” kata Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional (SPN) NTB Lalu Wira Sakti, pada Lombok Post, kemarin (10/4).

Dalam program kartu prakerja, NTB mendapatkan kuota 50.299 penerima bantuan. Dengan kartu itu, pekerja menerima “gaji” Rp 600 ribu tiap bulan. Mereka juga mendapat pelatihan keterampilan.

 SPN mempertanyakan, ketepatan data pekerja yang dipakai pemerintah. Sebab, ketika ada program, data biasanya langsung mereka dapat. ”Tapi giliran ada masalah pekerja, mereka tidak tahu di mana kantor perusahaannya dan berapa jumlah pekerjanya,” kata Sakti.

                Dalam proses pendataan SPN mestinya dilibatkan. Sebab mereka punya data anggota-anggota yang dipecat akibat covid-19. ”Jangan melibatkan serikat yang fiktif,” ujarnya.

Saat ini, SPN tengah mendata anggota mereka yang dipecat. Data terbaru, 35 orang anggota di KLU yang di-PHK. ”Belum yang di Lobar yang bekerja di perhotelan,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB M Agus Patria menjelaskan, data yang mereka gunakan adalah usulan tiap kabupaten/kota. ”Serikat pekerja juga bisa mendaftarkan anggotanya,” kata Agus.

Semua data yang diusulkan kabupaten/kota tentu akan diverifikasi ulang agar valid. ”Kami melakukan kroscek ke perusahaan,” katanya.

Dia menjelaskan, kriteria penerima bantuan sudah jelas. Antara lain, para pencari kerja, karyawan yang di-PHK atau dirumahkan sementara akibat covid-19. Termasuk buruh migran yang batal berangkat dan dipulangkan karena covid-19.

“Semua daerah sudah melengkapi data penerima kartu prakerja,” tambahnya.

Sebelumnya, masing-masing pemda diberi waktu tenggat hingga 10 April untuk menyerahkan data penerima bantuan. Hal ini semata-mata, untuk mempercepat proses pembagian bantuan kepada mereka yang berhak.

“Kartu pra kerja ini kami harapkan dapat membantu mereka yang terdampak virus korona,” tuturnya. (ili/tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks