alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Gubernur Akan Turun Tangan Pembebasan Lahan Bypass LIA-KEK Mandalika

MATARAM-Pemprov NTB masih berusaha melobi pemilik lahan agar mau melepas asetnya. Bila tidak, bypass yang menjadi akses utama dari Lombok International Airport (LIA) ke kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika bisa batal dibangun. ”Kami akan berupaya agar perusahaan mau dibebaskan lahannya,” kata Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB H Sahdan, kemarin (10/5).

 Ia menjelaskan, bypass itu sangat penting dibangun untuk menunjang gelaran MotoGP 2021. Tahun ini masalah lahan sudah harus klir. Sehingga pengerjaan fisik jalan bisa dikebut tahun depan. Bila lahan tidak selesai tahun ini, pembangunan jalan sepanjang 17 kilometer itu bisa molor.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik PT Vena Energy tersebut merupakan salah satu bangunan yang berdiri di rencana jalur bypass.  Pemerintah tidak mungkin mengubah lagi, bila diubah akan mengubah desain dan butuh waktu.

 Terkait luas lahan, Kepala Dinas PUPR NTB H Azhar meralat pernyatannya sebelumnya yang menyebut lahan milik perushaan 80 ha. Dia meluruskan, luas lahan perusahaan hanya 8 ha. Luas lahan yang terkena pembangunan jalan hanya 50 meter kali 400 meter atau 20 are.

Sahdan menambahkan, pembangunan jalan harus tetap dilanjutkan. Lahan milik PLTS Vena Energy akan diganti dengan harga setimpal. Tanah diganti dengan tanah, bangunan juga akan diganti bangunan. Bangunan yang ada tinggal digeser ke lokasi di sebelahnya. ”Mesin PLTS tidak akan kena tapi panel-panel yang digunakan untuk menangkap sinarnya yang kena,” jelas Sahdan.

Karena belum ada keputusan, rencananya pemprov akan mengundang pemilik lahan dalam waktu dekat. Gubernur NTB sendiri yang langsung akan mengundang, termasuk kementerian juga akan didatangkan. ”Saya dan pak kadis akan turun meninjau lokasi minggu depan,” katanya.

Sementara itu, Fery, bagian operasional PLTS PT Vena Energy yang datang dalam rapat di kantor gubernur mengatakan, dia hanya datang mendengarkan pemaparan pemprov. Dia sendiri tidak bisa mengambil keputusan. ”Saya hanya mendengarkan apa yang disampaikan kemudian saya sampaikan ke manajemen,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Langgar Protokol Kesehatan, Kandidat Bupati Wali Kota Bisa Dipidana

MATARAM-Semua bakal pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilkada serentak di tujuh Kabupaten/Kota di NTB, mendeklarasikan komitmen dan kesiapan mereka mematuhi protokol kesehatan dalam setiap tahapan pilkada. Mereka pun siap menerima sanksi administratif ataupun pidana yang diatur undang-undang.

Empat Hari Razia di NTB, Pelanggar Protokol Korona Capai 1.222 Orang

BARU empat hari operasi yustisi oleh tim gabungan, warga yang terjaring razia masker sudah mencapai 1.222 orang. Sebanyak 30 orang di antaranya merupakan aparatur sipil negara (ASN). Sisanya 1.292 orang masyarakat umum.

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks