alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Uang Pemda di NTB Menipis, Pusat Pangkas Anggaran Rp 3 Triliun

MATARAM-Penanganan pandemi Covid-19 membuat keuangan daerah kempes. Pemerintah pusat memangkas dana transfer ke NTB hingga Rp 3,04 triliun. Pengurangan terbesar terjadi di Pemprov NTB. Pengurangannya mencapai Rp 1,2 triliun.

”Setelah penyesuaian pagu TKDD wilayah NTB berkurang 18,66 persen,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB Syarwan, kemarin (10/5).

Semula, pagu dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) tahun 2020 ke NTB Rp 16,31 triliun. Setelah penyesuaian untuk penanganan Covid-19 di pemerintah pusat, berkurang menjadi Rp 13,26 triliun.

Pengurangan ini kata Syarwan sesuai Peraturan Menteri Keurangan (PMK) Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pengelolaan TKDD 2020 dalam rangka penanganan pandemi Covid-19. ”Terjadi perubahan besaran alokasi untuk menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional,” jelasnya.

Hingga April lalu, TKDD yang sudah direalisasikan pemda se-NTB mencapai Rp 5,04 triliun atau 38,02 persen. Masih tersisa pagu sekitar Rp 8,2 triliun sampai akhir tahun.

Secara lebih detail, pagu DAK fisik wilayah NTB mengalami penurunan 37,79 persen. Berkurang dari Rp 2 triliun menjadi Rp 1,28 triliun. Realisasi penyaluran DAK Fisik sendiri sampai 30 April baru Rp 46,98 miliar atau 3,68 persen dari pagu. ”Realisasi DAK fisik rendah disebabkan penghentian proses pengadaan barang/jasa akibat Covid-19,” jelasnya.

Hanya DAK fisik bidang Kesehatan dan Pendidikan yang tidak ditunda. Sementara yang lain, baik yang sedang berlangsung maupun belum dimulai prosesnya telah dihentikan.

Sedangkan pagu dana desa mengalami penurunan 0,87 persen menjadi Rp 1,22 triliun. Sebelumnya Rp 1,23 triliun. Sementara untuk realisasi per 30 April baru Rp 450,57 miliar kepada 886 desa. ”Pada pencairan tahap satu, terdapat 85 desa di Kabupaten Bima dan 24 desa di Dompu yang belum merealisasikan dana,” katanya.

Sedangkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dan Kredit Ultra Mikro (UMi) mencapai Rp 1,04 triliun kepada 32.528 debitur. ”Mengalami kenaikan 13,35 persen dibandingkan periode sebelumnya Rp 918,59 miliar,” ujarnya.

Namun demikian, khusus penyaluran di bulan April hanya Rp 70,22 miliar, turun hingga 70,58 persen dibandingkan April tahun lalu yang mencapai Rp 238,68 miliar.(jpg/r6)

Dana Transfer Daerah di NTB yang Dipangkas

PEMPROV NTB

  • Pagu awal Rp 3,8 triliun
  • Berkurang Jadi Rp 2,6 triliun

KOTA MATARAM

  • Pagu awal Rp 919 miliar
  • Berkurang jadi Rp 784 miliar

LOMBOK BARAT

  • Pagu awal Rp 1,3 triliun
  • Berkurang jadi Rp 1,1 triliun

LOMBOK TENGAH

  • Pagu awal Rp 1,8 triliun
  • Berkurang jadi Rp 1,5 triliun

LOMBOK TIMUR

  • Pagu awal Rp 2 triliun
  • Berkurang jadi Rp 1,8 triliun

LOMBOK UTARA

  • Pagu awal Rp 736 miliar
  • Berkurang jadi Rp 614 miliar

SUMBAWA BARAT

  • Pagu awal Rp 848 miliar
  • Berkurang jadi Rp 721 miliar

SUMBAWA

  • Pagu awal Rp 1,4 triliun
  • Berkurang jadi Rp 1,2 triliun

DOMPU

  • Pagu awal Rp 910 miliar
  • Berkurang jadi Rp 771 miliar

BIMA

  • Pagu awal Rp 1,5 triliun
  • Berkurang jadi Rp 1,4 trilun

KOTA BIMA

  • Pagu awal Rp 691 miliar
  • Berkurang jadi Rp 568 miliar
  • Sumber: DJPb NTB

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks