alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

MGPA Matangkan Persiapan Sirkuit Mandalika untuk Gelar Balap Mobil

MATARAM-Mandalika Grand Prix Association (MGPA) terus mematangkan persiapan untuk tidak saja balapan motor bisa digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit, tapi juga mobil. Direktur Utama MGPA Priandhi Satria mengatakan, setelah MotoGP pihaknya terus menjajaki peluang diskusi dengan banyak konsultan luar negeri. Yang sudah berpengalaman menangani berbagai sirkuit balap kelas dunia.

”Kita ingin ada banyak masukan soal desain sirkuit, untuk bisa digunakan selain kegiatan balap motor,” kata Andhi.

Saat ini, Sirkuit Pertamina Mandalika penggunaannya masih sebatas untuk event balap motor. World Superbike dan MotoGP telah sukses digelar di sirkuit yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ini.

Kesuksesan tersebut membuat pemerintah bersama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan MGPA, ingin menggelar lebih banyak balapan di Mandalika. Keinginan tersebut dibarengi dengan ketertarikan sejumlah promotor balap dunia. Yang salah satunya ingin menggelar balapan Formula 1 (F1).

”Inginnya ada berbagai kegiatan motorsport lain. Seperti (balap) mobil, gokar, maupun yang motor kecil,” ujarnya.

MGPA sebenarnya telah bersiap untuk menggelar balap mobil di Sirkuit Pertamina Mandalika, dengan adanya inspeksi sirkuit dari Federation Internationale de I’Automobile (FIA) Maret lalu. Rencana balap yang paling dekat adalah GT World Challenge Asia di Oktober nanti.

Baca Juga :  Japnas-Pemprov NTB Perkuat Peluang Ditengah Pandemi Covid-19 Saat New Normal

Inspeksi tersebut dikawal langsung Circuit Inspector FIA Scot Elkins. Di Sirkuit Mandalika, Scot Elkins melihat keseluruhan lintasan sirkuit dengan berjalan kaki. Dari titik start hingga finish. Di beberapa titik lintasan, Scot memberikan catatan singkat. Sebagai bekal bagi MGPA ketika melakukan koordinasi dengan FIA.

MGPA sendiri telah mengirimkan dokumen terkait pembangunan Sirkuit Mandalika. Berisikan layout sirkuit, seperti gravel, area run off, susunan ban di dinding pagar lintasan, hingga rencana pelebaran trek.

Sejauh ini, Sirkuit Mandalika telah memenuhi syarat untuk balap motor yang ditetapkan Federation Internationale de Motocyclisme (FIM). Standar FIM tidak bisa diberlakukan untuk balap mobil, yang diatur FIA.

Untuk saat ini, panjang lintasan Sirkuit Mandalika mencapai 4,3 kilometer dengan lebar 15 meter. Memiliki 17 tikungan. Di tikungan 10, dikenal dengan speed trap, titik yang bisa memacu kecepatan hingga 350 kilometer per jam.

Baca Juga :  Enam Perusahaan Batal Investasi

Sementara itu, suksesnya penyelenggaraan MotoGP membuka peluang bagi Provinsi NTB sebagai kiblat otomotif di Indonesia. ”Kita sudah punya Sirkuit Mandalika. Nantinya kegiatan otomotif kita arahkan ke sana,” kata Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB dr Lalu Herman Mahaputra.

Dibangunnya Pertamina Mandalika International Street Circuit memberi keuntungan bagi NTB. Sejauh ini, sirkuit yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika telah menggelar tiga event balap motor internasional. Dimulai dari Asia Talent Cup; World Superbike; dan MotoGP.

Kemudian, ada rencana balap mobil untuk GT World Challenge Asia dan Formula 1, yang sekarang sedang diupayakan pemerintah. ”Sirkuit Mandalika dan suksesnya MotoGP kemarin itu menjadikan NTB sebagai magnet untuk tuan rumah event-event internasional lainnya,” ujar Dokter Jack, sapaan karibnya.

Kegiatan otomotif tentunya tidak sebatas balapan saja. Pameran dan latihan bebas bisa dilakukan juga di Sirkuit Mandalika. ”Tentu bisa lebih bagus kalau ada banyak event di sana,” sebutnya. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/