alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Ahli Tsunami Minta Perkuat Mitigasi

MATARAM-Ikatan Ahli Tsunami Indonesia (IATsI) meminta masyarakat tidak cemas dengan potensi gempa megathrust 8,5 magnitudo. Potensi itu tidak spesifik akan terjadi Lombok. Tapi seluruh wilayah Indonesia yang dilalui lempeng sesar selatan dari Sumatera, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.

Ketua IATsI Gegar Prasetya menjelaskan, jalur lempeng selatan, dari Sumatera sampai Sumba berada pada satu zona subduksi yang sama. Mengenai seberapa besar gempa dan potensi tsunami, harus dilakukan penelitian terus menerus dan lebih detail. ”Potensi besaran gempa dan tsunami tidak sama,” katanya, di kantor Gubernur NTB, kemarin (10/7).

Jepang dan Amerika menurutnya jauh lebih berbahaya, namun mereka tetap melakukan pembangunan di tempat itu. Karena mereka sudah paham dan siap dengan mitigasinya. ”Karena yang paling perlu adalah kegiatan mitigasinya,” kata Gegar.

Menurutnya, alam tidak pernah membunuh. Namun yang membuat orang meninggal karena bangunan yang tidak tahan gempa. Karena itu harus dibangun, bangunan yang tahan gempa dan tsunami.

Ia menjelaskan, potensi gempa dan tsunami berbeda. Tsunami terjadi tergantung seberapa besar gangguan yang terjadi di dasar lautnya. Meski gempa 8 magnitudo belum tentu dia menyebabkan tsunami. Tapi sangat tergantung dari bentuk pantainya. ”Karena itu perlu dilakukan pendetailan potensi tsunami,” katanya.

Ia menambahkan, gempa besar sekali pun belum tentu terjadi tsunami. Karena tergantung dari kedalaman gempa. Meski gempa 8 magnitudo tetapi dengan kedalaman 100 km ke atas, hampir dipastikan tidak tsunami. Tapi dengan gempa 6,8 magnitudo dengan kedalaman di bawah 20 km, itu berpotensi tsunami. Sehingga harus berhati-hati.

”Kalau merasakan gempa lebih dari 25 detik di pantai maka secepatnya lari, tidak usah tunggu perintah pemerintah,” kata Gegar.

Artinya, potensi gempa dan tsunami ada karena Indonesia berada di jalur cincin api. Karena itu, dia mengingatkan pentingnya kewaspadaan dari semua pihak. Bangunan-bangunan yang ada di pantai wilayah selatan harus lebih kokoh dan tahan gempa.

Bahkan bangunan hotel harus tersertifikasi punya mitigasi bencana yang baik. Sehingga meski ada potensi, turis tidak takut karena mereka sudah punya mitigasi yang baik. Di Bali hotel-hotelnya sudah punya mitigasi yang bagus.

Terkait itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB H Ahsanul Khalik mengimbau warga tetap tenang dan waspada. Sebab tidak hanya terjadi di selatan Lombok, tetapi memanjang dari Jawa Timur sampai Sumba. Karena itu, mereka akan turun bersama kabupaten/kota untuk memperkuat mitigasi bencana. Apakah dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan masjid-masjid untuk menyampaikan informasi yang tepat.

”Sehingga masyarakat memahami, potensi itu ada di mana pun dan kapan pun ada,” katanya.

Terpenting saat ini adalah bagaimana memperkuat mitigasi. Program mitigasi juga sudah ada di setiap daerah. Hal itu akan dimaksimalkan. Namun mitigasi terpadu belum ada, karena berkaitan dengan tata ruang dan infrastruktur yang tahan gempa. ”Ini yang belum mungkin dilakukan ke depan,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks