alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Kemarau Tiba, NTB Siaga Darurat Bencana Kekeringan

MATARAM-Pemprov NTB menetapkan status siaga darurat bencana kekeriangan. Status tersebut berlaku 14 Juli hingga 31 November 2020. ”Pak gubernur sudah teken SK siaga darurat hari Rabu, minggu lalu,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Senin (10/8).

Dengan penetapan status siaga darurat kekeringan, BPBD NTB bisa segera membantu penanganan kekeringan di kabupaten/kota terdampak. ”Tinggal kami operasi pengadaan air bersih saja,” katanya.

Sebelum melakukan droping air bersih, mereka akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh BPBD kabupaten/kota, dinas sosial, Polri, TNI, PMI, dan lembaga kemanusiaan yang aktif membantu mengatasi kekeringan. ”Kita petakan dulu daerah-daerah yang jadi prioritas dan butuh penanganan segera,” jelasnya.

Pendistribusian air bersih, kata Ahmadi, baru bisa dilakukan setelah ada kejelasan jumlah dana belanja tidak terduga (BTT) yang diberikan. BPBD mengusulkan Rp 8,3 miliar, namun belum jelas berapa yang akan diberikan.

”Mungkin berapalah nanti dikasi sama provinsi. Tapi kabupaten/kota juga sudah mulai men-droping, tinggal kita backup saja,” ujarnya.

Daerah yang menjadi prioritas yakni Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Dompu, Bima, dan Sumbawa. Kekeringan di daerah-daerah itu cukup parah. ”Nanti kita lihat berapa anggaran yang diberikan pemprov, baru kita bagi ke kabupaten untuk menambah armada,” jelasnya.

Selain mengandalkan dana BTT, pemprov juga mengusulkan dana kekeringan ke BNPB Rp 40 miliar. Selain untuk pengadaan air, juga untuk penanganan jangka menengah seperti pengadaan tandon, jaringan pipa, dan pembangunan sumur bor. ”Penanganan jangka panjang bukan di BPBD, tapi OPD lain seperti PUPR dan BWS,” jelasnya.

Jumlah usulan ke pusat lebih besar karena sumber dana di pusat lebih besar. Sementara dana APBD sangat terbatas. Bila perlu semua dana penanganan kekeringan ditanggung pusat. Sehingga APBD bisa difokuskan ke penanganan Covid-19. ”Kalau pusat kan dananya besar, ya kita usulkan besar juga,” katanya.

Pekan kemarin, tujuh daerah di NTB sudah berstatus siaga darurat kekeringan. Antara lain Kabupaten Bima, Kota Bima, Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok Timur, dan Lombok Barat. Jumlah masyarakat terdampak kekeringan tidak kurang dari 651.735 jiwa yang tersebar di 318 desa di NTB.

Terpisah, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno mengatakan, timnya tengah menyiapkan data update peringatan dini iklim ekstrem (PDIE) terbaru.  ”PDIE itukan berdasarkan monitoring HTH jadi harus lihat curah hujan 10 hari terakhir,” katanya.

Level PDIE bisa berubah tergantung curah hujan. Update terakhir yang pakai data curah hujan per 31 Juli, kemudian dipantau curah hujan 10 hari setelahnya.

Jika dalam 10 hari terakhir masih tidak hujan, levelnya akan naik. Tapi jika ada hujan dalam 10 hari level PDIE-nya bisa turun. ” Update terakhir 31 Juli, kalau hari ini tepat tanggal 10 berarti sudah bisa diupdate lagi,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks