alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Lomba Kampung Sehat, Dusun Karang Timbang Loteng Kini Lebih Asri

Berkat lomba Kampung Sehat, Dusun Karang Timbang, Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Lombok Tengah ini, semakin kinclong. Padahal, tadinya, kampung ini begitu kumuh. Kini di sana, warga semakin sadar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

————————————-

 

BANK Dunia pun sampai mengucurkan anggaran sebesar Rp 1 miliar guna menata Dusun Karang Timbang ini. Ditambah lagi, intervensi program kota tanpa kumuh (Kotaku). Itu karena satu dari 16 dusun yang ada di Desa Montong Terep ini, tadinya begitu kotor, kumuh, dan jorok. Di mana-mana sampah berserakan.

Akses sanitasi dan air bersih terbatas. Ditambah lagi kotoran ternak sapi, kambing, atau ayam, dibiarkan begitu saja. Warga seolah cuek dan tidak mau tahu. Akibatnya, tidak sedikit warga terserang penyakit menular.

“Sekarang sudah berubah. Dusun Karang Timbang menjadi dusun percontohan,” cerita Bhabinkamtibmas Desa Montong Terep Aipda Hamdan pada Lombok Post, Sabtu (8/8).

Dimulai dari penataan rumah per rumah, hingga lingkungan. Di tempat itu, terdapat 311 kepala keluarga (KK) dan lima RT. Sejak Covid-19 menerjang, warga langsung dibagikan masker. Tiap orang mendapatkan tiga masker. Dua masker dari bantuan pemkab dan satu masker dari pemerintah desa.

“Selama Covid-19, warga patuh dan disiplin menggunakan masker,” kata Hamdan. Kemudian, warga yang beraktivitas di luar rumah, disiplin mencuci tangan. Air dan sabun tersedia setiap pintu masuk gang-gang.

Kalau ada pertemuan atau acara ngumpul-ngumpul, warga mengatur jarak duduk dan jarak berdiri. Itu berlaku, saat melaksanakan salat lima waktu di masjid dan musala. Dusun Karang Timbang juga sempat di-lockdown. Itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Begitu Lomba Kampung Sehat, penerapan protokol kesehatan warga Karang Timbang semakin ketat,” paparnya.

Warga waspada dengan Covid-19. Sehingga bagaimana pun caranya, mereka bersatu memerangi virus berbahaya tersebut. “Selain itu, setiap rumah ditanam tanaman hidroponik,” ujar Hamdan.

Ada atau tidaknya pekarangan rumah, tanaman hidroponik tumbuh subur. Warga memanfaatkan polybag. Jalan setiap gang-gang dan rumah warga disemen dengan menggunakan koral batu sikat. Tidak ada yang bertanah. Begitu pula tembok-tembok rumah dan gang di cat warna warni.

Terdapat ruang terbuka hijau (RTH) mini. Biasanya setiap sore atau pagi hari, RTH itu ramai dikunjungi warga. Tempat ngumpul-ngumpul warga, sembari berdiskusi tentang berbagai hal. Baik menyangkut keamanan, kebersihan, kesehatan, pertanian maupun ekonomi. “Itu berkat bantuan bank dunia dan program kotaku,” tandasnya.

Kader Posyandu Dusun Karang Timbang Suniah menambahkan, di tempatnya itu terdapat 87 balita dan 14 ibu hamil. Setiap bulan digelar posyandu. Itu untuk memastikan balita dan ibu hamil sehat. Itu diketahui melalui ukuran berat badan dan tinggi badan balita. Sekaligus memberikan penyuluhan tentang kebersihan.

“Karena kebersihan kunci menuju kesehatan. Kalau kita bersih, maka pasti sehat,” tandas Suniah. Alhasil, di Dusun Karang Timbang nol stunting atau penderita balita pendek, nol demam berdarah, nol angka kematian balita, nol angka kematian ibu hamil, nol gizi buruk dan nol Covid-19.

Bupati HM Suhaili FT dalam kunjungannya ke kampung sehat Karang Timbang mengangkat kedua jempol tangannya. Sebagai desa kelahirannya, dia ingin nama Desa Montong Terep, atau lebih dikenal Bodak dapat menjuarai lomba kampung sehat. Dia percaya, warga dan aparatur pemerintah desa mampu meraihnya.

Itu tanpa intervensi sedikit pun dari dirinya. “Saya bersyukur, Karang Timbang sudah berubah. Tidak seperti dulu lagi,” sanjung Suhaili.

Kata dia, dulunya kumuh, sekarang sudah rapi, indah, bersih, asri dan sehat. Dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat juga tidak diragukan lagi. Itu karena, warga rutin menggelar ronda malam.

“Kalau sudah seperti itu, harus menang. Kalau kalah, malu saya sebagai warga Bodak,” kelakar Suhaili sembari tertawa di hadapan warga. (dss/r6)

 

Inovasi Karang Timbang 

  • Ada atau tidaknya pekarangan rumah, wajib ditanam tanaman hidroponik
  • Setiap warga disiplin menerapkan protokol kesehatan
  • Warga sadar penerapan PHBS
  • Nol penyakit menular
  • Jadi percontohan dusun-dusun lain di Desa Montong Terep

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks