alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Polda NTB – KPU Koordinasi Pengamanan Pilkada Serentak 2020

MATARAM–Polda NTB berupaya menjaga stabilitas keamanan daerah menjelang Pilkada Serentak 2020. “Kita sudah diskusi dengan KPU (Komisi Pemilihan Umum) membahas persiapan-persiapan menjelang Pilkada serentak, 9 Desember mendatang,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal usai silaturahmi dan diskusi di kantor KPU NTB, Senin (10/8).

Koordinasi dengan KPU sangat penting untuk mematangkan persiapan pesta demokrasi di tujuh kabupaten/kota di NTB. Tujuannya, mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi. ”Dari proses tahapan awal hingga pelantikan kepala daerah terpilih,” jelasnya.

Polda NTB bersama Polres jajaran akan bekerja maksimal untuk mensukseskan Pilkada serentak. Segala bentuk riak-riak yang dapat mengganggu jalannya Pilkada harus diminimalisir. ”NTB harus tetap kondusif hingga Pilkada serentak nanti berakhir,” kata dia.

Sejauh ini Polda NTB belum menentukan jumlah personel yang bakal diturunkan untuk mengamankan Pilkada serentak. ”Angka pasti belum ditentukan. Paling tidak atau minimal dua pertiga personel yang kita turunkan,” jelasnya.

Penentuan jumlah personel akan ditentukan saat Operasi Mantap Praja 2020. Selain itu, Polda NTB masih menunggu peraturan KPU (PKPU) tentang tahapan program, dan jadwal Pilkada. ”PKPU yang terbaru masih digarap di pusat,” ujarnya.

Iqbal mengatakan, Pilkada serentak tahun ini merupakan pilkada istimewa. Karena pelaksanaannya dilakukan pada masa pandemi Covid-19. ”Disitu nanti akan ada aturan-aturan atau tahapan-tahapan yang berorientasi pada keselamatan wabah pandemi,” kata jenderal bintang dua itu.

Dalam kegiatan pengamanannya, Polda NTB akan menyesuaikan dengan protokol kesehatan. ”Yang pasti, kita akan mengamankan secara maksimal pada setiap tahapan-tahapan di KPU,” ujarnya.

Menurutnya, para peserta yang ikut berkontestasi pada Pilkada serentak nanti sudah berpikir dewasa. Pasti, mereka paham aturan. ”Mengedepankan keamanan bagi seluruh masyarakat,” kata dia.

Begitu jug masyarkat NTB sudah dewasa. ”Mereka (masyarakat) juga paham, keamanan adalah hal paling terpenting dalam kontestasi Pilkada nanti,” ungkapnya.

Iqbal tak menyebutkan peta kerawanan di tujuh kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada. “Yang pasti kita akan over estimate untuk pengamanan,” kata dia.

”Saya mengajak semua stakeholder, partai politik pendukung, LSM pendukung, dan masyarakat pendukung dari calon masing-masing untuk mengedepankan keamanan,” imbaunya.

Ketua KPU NTB Suhardi Soud mengatakan, untuk proses pengamanan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan TNI-Polri. ”Kapolda NTB sudah memberikan komitmen untuk mengamankan Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota,” kata Suhardi.

Tercatat ada sebanyak 6.087 tempat pemungutan suara (TPS). Semua TPS harus bisa dijangkau dalam proses pengamanan. ”Harapan kami seperti itu,” ujarnya.

Tim pengaman dari  kepolisian juga harus bisa memberikan pemahaman kepada para pemilih untuk menerapkan protokol Covid-19. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. ”Itu yang perlu dikoordinasikan secara masif dengan kepolisian,” terangnya.

Untuk mengantisipasi pemilih yang tidak mematuhi protokol kesehatan, KPU akan menyediakan masker cadangan. ”Tetapi, tidak semua TPS kita berikan masker cadangan,” ungkapnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks