alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Ayo Vaksin, Kemenkes Kirim 10.530 Dosis Vaksin Pfizer ke NTB

MATARAM-Varian vaksin di Provinsi NTB bertambah. Setelah pada pekan lalu Dinas Kesehatan (Dikes) NTB menerima dropping vaksin Pfizer dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Sudah masuk di gudang, jumlahnya 1.755 vial,” kata Kepala Dikes NTB dr H Lalu Hamzi Fikri.

Jumlah vial Pfizer yang diterima setara dengan 10.530 dosis. Artinya satu vial hanya berisi 6 dosis saja. Lebih sedikit dibandingkan vaksin lain, seperti Sinovac yang berisi 10 dosis maupun Moderna yang bisa digunakan untuk 14 orang dalam satu vial.

Vaksin Pfizer merupakan hasil kerja sama perusahaan dari Jerman dan Amerika Serikat. Vaksin ini memicu sistem kekebalan tubuh dengan spike protein, untuk membantu membentuk antibodi dalam melawan virus korona.

Dari data uji klinis fase III, Pfizer memiliki efikasi hingga 100 persen pada usia 12 hingga 15 tahun. Kemudian 95,5 persen untuk usia di atas 16 tahun. Sama seperti vaksin lain, vaksinasi menggunakan Pfizer dilakukan dengan dua kali penyuntikan dengan interval antar dosis hingga 28 hari.

Datangnya vaksin Pfizer menambah banyak varian vaksin untuk NTB. Sebelumnya Dikes NTB telah menerima vaksin Sinovac, Moderna, Astrazeneca, dan Sinopharm.

Fikri mengatakan, NTB tidak pilih-pilih vaksin. Sehingga vaksin apa saja yang diberikan pemerintah pusat, akan langsung didistribusikan ke daerah, untuk digunakan masyarakat.

“Kalau ada (datang) vaksin, langsung kita pakai. Kita diminta untuk percepatan, supaya cepat juga ngamprah ke pusat,” ujarnya.

Percepatan vaksinasi tengah dilakukan Pemprov NTB bersama jajaran TNI dan Polri. Salah satu tujuannya agar bisa menggelar event World Superbike (WSBK) di Pertamina Mandalika International Street Sircuit di Lombok Tengah, pada 21 November nanti.

Hingga 9 Oktober, untuk dosis pertama secara total sudah 1.807.916 orang atau 46,23 persen dari target 3.910.638 orang. Rinciannya, Kota Mataram 276.679 orang atau 87,67 persen; Lombok Barat (Lobar) 222.616 orang atau 41,99 persen; Lombok Tengah (Loteng) 529.347 orang atau 68,95 persen.

Lombok Timur (Lotim) 321.333 atau 33,74 persen; Lombok Utara 107.127 orang atau 59,48 persen; Kota Bima 53.523 orang atau 47,47 persen; Bima 84.465 orang atau 21,83 persen; Dompu 47.473 orang atau 27,21 persen; Sumbawa 117,182 orang atau 30,33 persen; dan Sumbawa Barat 48.171 orang atau 46,26 persen.

Dikebutnya vaksinasi guna mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok, dengan ketentuan harus tembus 70 persen dari sasaran vaksin. Dari progres vaksinasi terakhir, hanya Kota Mataram yang melebihi. Disusul Loteng, yang diperkirakan bisa tercapai kurang dari satu pekan ini.

Asisten III Setda NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi  mengatakan, herd immunity bukan hanya melihat capaian dosis pertama saja. Tapi juga dosis kedua. “Harus seperti itu baru bisa kita katakan herd immunity,” katanya.

Namun, bukan berarti capaian 70 persen pada dosis pertama tidak berarti. Kata Eka, ketika vaksinasi mulai dilakukan pemerintah, cukup sulit untuk mengajak masyarakat. Meski sudah tersedia gerai vaksinasi di sejumlah titik. Belum banyak masyarakat yang datang.

“Sekarang dengan 70 persen dosis pertama, artinya kita sudah punya kontak orang yang divaksin kan. Carinya lebih gampang, lebih cepat jadinya untuk dosis kedua,” tandasnya. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks