alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Jelang MotoGP, Pemprov NTB Perketat Prokes di Destinasi Wisata

MATARAM-Penyebaran virus Korona varian Omicron menjelang gelaran MotoGP Mandalika pada Maret 2022 menjadi atensi Pemprov NTB. Penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat di sejumlah titik destinasi wisata adalah salah satu langkah yang diambil.

“Prokes itu harus tetap ya karena yang ditakutkan di Omicron ini adalah kecepatan penularan. Dan jangan lupa, NTB itu daerah pariwisata. Orang dari mana-mana datang, sehingga kepatuhan prokes di sarana wisata itu menjadi suatu keharusan,” kata Asisten III Setda NTB Nurhandini Eka Dewi, Selasa (11/1/2022).

Mantan kepala dinas kesehatan (Dikes) provinsi itu menyampaikan, untuk mencegah penyebaran varian Omicron diperlukan pentingnya masyarakat ataupun wisatawan untuk membentengi diri melalui prokes ketat.

Sebab, sebagian besar pasien Omicron saat ini berasal dari pelaku perjalanan luar negeri, hanya 15 orang saja penderita merupakan transmisi lokal. “Artinya harus ada kewaspadaan terhadap pelaku perjalanan luar negeri,” ucap perempuan yang kerap disapa Dokter Eka ini.

Baca Juga :  Jabatan Eselon II Pemprov NTB yang Lowong Akan Diisi Pasca-Lebaran

Selain itu, dalam penerapan prokes di destinasi, menurut dia, pengunjung wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi dan pengunjung juga wajib memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan. Termasuk meningkatkan testing, tracing, treatment serta menjaga jarak interaksi untuk mengurangi risiko penularan dalam beraktivitas di destinasi wisata.

“Kuncinya adalah penerapan kenormalan baru dalam kegiatan kita. Bahwa terkendalinya pandemi berarti pulihnya ekonomi, bisa kita pastikan kalau kita taat dan patuh prokes,” ujarnya.

Oleh sebab itu, masyarakat khususnya yang berasal dari NTB diimbau untuk melakukan pembatasan ke luar daerah maupun keluar negeri. Hal ini penting untuk dilakukan sebagai antisipasi penyebaran COVID-19, terutama varian baru Omicron.

Baca Juga :  Pemda Ancam Cabut Izin Pengusaha Nakal

“Kalaupun tetap keluar daerah harus sudah di vaksin dua kali. Melakukan rapid test antigen 1 x 24 jam dan untuk orang yang belum divaksin dan orang yang tidak bisa di vaksin dengan alasan medis, dilarang bepergian jarak jauh, termasuk luar negeri ini sudah otomatis lebih ketat lagi,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan adanya kasus warga Surabaya yang positif Omicron setelah pulang berwisata di Bali, menurut dia, tidak lantas membuat adanya kebijakan pembatasan pejabat NTB untuk bepergian ke Bali untuk tujuan pekerjaan. Namun demikian, aspek prokes memang harus tetap dikuatkan, misalnya swab, vaksinasi dan penerapan 5M dengan baik. (ewi/r10)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/