alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Pemprov NTB Pastikan Aset Lahan Gili Trawangan Sudah Legal

MATARAM-Pemprov NTB memastikan keberlanjutan pengelolaan aset lahan di Gili Trawangan. Setelah penandatanganan kerja sama dengan masyarakat pengusaha, kemarin.

”Tentu semuanya kita perhatikan, tapi dilakukan bertahap. Intinya kita tidak boleh menyengsarakan masyarakat,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, kemarin (11/1).

Zul mengatakan, ada banyak isu yang beredar soal rencana kerja sama pengelolaan aset pemprov di Gili Trawangan. Salah satunya mengenai tarif retribusi yang terlampau tinggi, hingga ratusan juta rupiah.

Ia memastikan kerja sama tersebut bukan untuk membebankan masyarakat Gili Trawangan yang sudah susah akibat pandemi covid. Sehingga pemerintah tidak mungkin meminta masyarakat untuk mengeluarkan retribusi dengan nilai yang tidak masuk akal.

”Rupanya ada yang belum tersosialisasi. Disangkanya serem, sampai ratusan juta. Saya tanya tadi, tidak ada begitu-begitu itu,” tegas Zul.

Dalam penandatanganan kerja sama yang dilakukan di Gili Trawangan kemarin, salah satu pengusaha yakni Hasan Basri sempat menyampaikan penolakan. Ia meminta agar pemerintah mengubah status lahan menjadi hak milik masyarakat. Pembayaran retribusi dinilainya memberatkan.

Ketua Satgas Optimalisasi Aset H Ahsanul Khalik mengatakan, penandatangan kerja sama tersebut sebagai upaya pemerintah agar masyarakat tidak waswas berusaha. Memberi kepastian mengenai status lahan yang mereka kelola.

Baca Juga :  Beroperasi 24 Jam, Pelayanan LIA Harus Prima

”Sekarang status mereka menjadi sah dan legal untuk berusaha, sesuai dengan aturan yang ada,” kata Khalik.

Aset lahan seluas 65 hektare tersebut hak pengelolaan (HPL) berada di Pemprov NTB. Ia menyebut, masyarakat juga sudah memahami status tersebut di awal pemerintah membuka komunikasi dan koordinasi di Gili Trawangan.

Adanya permintaan sertifikat hak milik (SHM), ditanggapi santai Khalik. Katanya, tidak ada larangan untuk itu. Tapi, masyarakat juga harus bisa menunjukkan alas hak mereka, yang menjadi landasan tuntutan pemberian SHM.

Jangan sampai, kepentingan segelintir orang untuk mempertahankan usahanya dengan alasan bisnis pribadi, justru merugikan banyak orang. ”Yang pasti, pemprov ingin masyarakat Gili Trawangan ini menjadikan gili sebagai aset untuk kesejahteraan mereka. Intinya itu,” tegasnya.

Dari hasil penelusuran Sagas Optimalisasi Aset di lapangan, ada sekitar 625 kepala keluarga (KK) di atas lahan seluas 65 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 478 masuk kategori sebagai pengusaha, skala kecil maupun besar.

Penandatanganan kerja sama dilakukan secara bertahap. Kemarin, ada sekitar 36 pengusaha yang sudah sepakat kerja sama mengelola aset pemprov di Gili Trawangan.

Untuk besaran tarifnya, merujuk pada Perdan Nomor 5 Tahun 2018 tentang Retribusi Daerah. Ada empat klaster untuk mengklasifikasi berapa nominal yang akan dibayarkan masyarakat. Antara lain, tempat usaha; tempat tinggal plus usaha; tanah kosong, dan tempat tinggal.

Baca Juga :  Pasien Korona Keluyuran, NTB Siapkan Denda Rp 50 Juta atau Penjara

”Pak gubernur belum memproyeksikan seberapa besar potensi pendapatan. Yang pasti, retribusi kepada pemerintah, akan kembali juga ke masyarakat,” sebut Khalik.

Sekretaris Satgas Optimalisasi Aset Lalu Rudi Gunawan mengatakan, tarif terendah yang diberikan berdasarkan perda senilai Rp 25 ribu per meter persegi, berlaku untuk klaster tempat tinggal.

”Kalau luas tanahnya satu are, berarti dia bayar Rp 2,5 juta. Itu untuk satu tahun,” kata Rudi.

Untuk tempat usaha, terutama yang skala besar seperti hotel dan kafe, retribusi per meter perseginya bisa lebih tinggi. Mencapai sekitar Rp 80 ribu. Di klaster tempat tinggal plus usaha, berada di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu.

Rudi mengatakan, pemprov memberi kelonggaran kepada masyarakat selama tiga tahun pertama. Retribusi yang dibayarkan boleh dicicil untuk satu tahun berjalan.

”Misalnya retribusinya Rp 100 juta setahun, itu bisa dicicil di tahun itu, tidak dibayar sekaligus. Kita lihat kondisi juga kan,” tandasnya. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/